Kehamilan

Terlalu sering Berhubungan Intim Sebabkan Sulit Hamil, Benarkah?

December 1, 2020 | Anisya Fitrianti | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Memiliki keturunan tentu menjadi hal yang diinginkan oleh hampir semua pasangan. Tidak dapat dipungkiri, sebagian pasangan pun melakukan banyak cara untuk segera mendapatkan keturunan. Termasuk dengan melakukan hubungan intim lebih sering dari biasanya. 

Namun di sisi lain, ada banyak mitos soal seks dan kehamilan. Salah satunya menyebutkan terlalu sering berhubungan intim justru menyebabkan sulit hamil. Apakah benar begitu? Yuk simak penjelasan berikut.

Kaitan antara frekuensi hubungan intim dengan kehamilan

Faktanya, sering berhubungan seks tidak menurunkan kemungkinan untuk hamil. Untuk pasangan yang ingin memiliki keturunan, berhubungan seks justru disarankan setiap dua hari hingga tiga hari sepanjang masa subur. 

Kabar di masyarakat yang beredar juga seringkali menyebutkan bahwa sering berhubungan seks dapat menurunkan kualitas sperma hingga menyebabkan kemandulan. Hal ini tentu tidak benar. 

Pada kenyataannya, sperma akan diproduksi oleh tubuh pria setiap hari dan melakukan hubungan seks setiap hari tidak akan menurunkan kualitasnya.  Di samping itu, menurut penelitian sperma yang tersimpan di dalam tubuh terlalu lama rentan mengalami kerusakan DNA atau penurunan kualitas. 

Sperma di dalam tubuh akan sensitif terhadap panas dan paparan. Ketika dilepaskan dalam kurun waktu yang lama atau lebih dari 25 hari mobilitasnya dapat menurun akibat paparan panas dan radiasi.

Sehingga, sperma yang dilepaskan memiliki bentuk yang tidak normal, jumlah yang rendah dan mobilitas yang rendah. 

Di sisi lain, Hamed Al-Taher, seorang dokter kandungan sekaligus ginekolog mengatakan bahwa pria yang memiliki masalah dengan jumlah sperma yang rendah, justru tidak disarankan berhubungan seks lebih dari sekali setiap hari.

Menurutnya, berhubungan seks lebih dari sekali setiap hari dapat membuat lebih sulit hamil. Hal ini disebabkan oleh tubuh yang memiliki jeda waktu untuk menghasilkan sperma baru. Sehingga bila terlalu sering, tubuh tidak dapat menghasilkan cukup sperma untuk berejakulasi.

Meski begitu, setiap pria memiliki tubuh yang berbeda. Tidak ada angka pasti yang dapat menunjukkan berapa lama tubuh seorang pria dapat mengisi kembali spermanya. 

Kebanyakan dokter menyarankan agar pria menunggu setidaknya antara 24- 36 jam agar tubuh bisa meningkatkan jumlah sperma mereka lagi. Jeda ini dianggap penting karena sperma yang segar akan lebih hidup dan memiliki motilitas lebih tinggi untuk meningkatkan kesuburan.

Baca juga: Wajib Tahu, 5 Posisi Seks Ini Dapat Membakar Kalori Setara dengan Olahraga!  

Dampak terlalu sering berhubungan intim 

Seks seharusnya menjadi kegiatan yang menyenangkan dengan pasangan. Melakukan hubungan intim dengan lebih sering bersama pasangan juga bukan sesuatu yang dilarang. 

Namun ketika pasangan mengharapkan keturunan, berhubungan seks terlalu sering dapat memicu kelelahan, stres dan tekanan yang berlebih.Terutama bila pasangan tak kunjung mengalami kehamilan atau adanya paksaan dari salah satu pasangan.

Di sisi lain, stres juga berpotensi mengacaukan siklus ovulasi wanita secara besar-besaran yang membuat kehamilan semakin sulit terjadi. Bukan hanya stres secara fisik, tekanan untuk hamil juga dapat memberikan stres secara mental. 

Baca juga: Benarkah Tes Kehamilan di Malam Hari Hasilnya Tidak Akurat? Ini Jawabannya 

Tips untuk meningkatkan peluang hamil 

Lakukan hubungan seks dengan cara yang benar

Pada dasarnya untuk meningkatkan peluang hamil, sperma harus mencapai sel telur dengan lebih cepat agar selamat. Untuk itu, pemilihan posisi seks juga penting agar ejakulasi terjadi sedekat mungkin dengan serviks. Misalnya dengan gaya misionaris atau doggy. 

Di samping itu, wanita juga disarankan agar tetap di tempat tidur dalam posisi horizontal setidaknya selama 15 menit atau lebih. Hal ini penting untuk memastikan sperma mencapai serviks. 

Pilih produk pelumas yang tepat

Sebagian produk pelumas justru berpotensi merusak peluang pembuahan. Pilihlah produk pelumas yang ramah pada sperma dan dibuat khusus untuk pasangan yang ingin memiliki keturunan.

Menjaga pola makan sehat

Selain memerhatikan pola hubungan seks, kamu juga perlu menjaga pola makan agar mendapatkan berat badan yang seimbang.  Wanita yang kelebihan berat badan dan kekurangan berat badan berisiko tinggi mengalami gangguan ovulasi.

Meningkatkan asupan asam folat, seng, vitamin E, dan vitamin C juga penting agar peluang terjadinya pembuahan semakin tinggi. Pasangan harus saling menjaga asupan nutrisi, karena bila salah satunya gagal menjalani pola hidup sehat kemungkinan pembuahan menurun drastis.

Menghindari beberapa hal

Ada beberapa hal penting yang perlu dihindari oleh pria maupun wanita saat ingin meningkatkan peluang kehamilan.

Mulai dari paparan asap rokok, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol hingga asupan makanan cepat saji. Asupan kafein juga perlu dibatasi yakni dua cangkir per hari secara maksimal.

Pilih waktu yang tepat

Supaya terjadi pembuahan, memilih waktu tepat berhubungan seks sangatlah penting. Sel telur relatif memiliki umur yang pendek, untuk itu disarankan berhubungan seks satu atau dua hari sebelum ovulasi dan kemudian sekali lagi pada saat ovulasi. 

Masa ovulasi berbeda untuk setiap wanita, untuk itu mencatat siklus menstruasi sangat penting bagi wanita. Ovulasi juga bisa ditandai dengan beberapa gejala seperti nyeri payudara, rasa tidak nyaman di perut, suhu yang sedikit lebih tinggi dan peningkatan keputihan.

Ada banyak hal yang dapat meningkatkan kemungkinan hamil yang harus diusahakan oleh kedua belah pasangan. Baik secara fisik maupun mental. Bila kamu dan pasangan ingin segera memiliki keturunan, sebaiknya lakukan konsultasi dengan dokter. 

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar seks dan kehamilan? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
    Berita Terkait
    register-docotr