Kehamilan

Ini 9 Tanda Hamil Sebelum Telat Haid, Sebagian Mirip PMS Lho!

July 31, 2020 | Anisya Fitrianti | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Sebagian besar orang beranggapan bahwa telat haid adalah tanda utama dari kehamilan. Nyatanya anggapan tersebut kurang tepat. Ada beberapa tanda hamil sebelum telat haid yang bisa terjadi pada tubuh wanita. Ketahui yuk penjelasan selengkapnya!

Baca juga: Fakta di Balik Cryptic Pregnancy: Ada Gejala Kehamilan Tapi Hasil Test Pack Negatif

Apa saja tanda hamil sebelum telat haid?

Sebenarnya untuk mendapat jawaban yang pasti, kamu perlu melakukan tes kehamilan. Namun, ketika kamu mengalami beberapa gejala kehamilan awal sebelum haid, biasanya berarti bahwa pembuahan telah berhasil.

Berikut ini adalah beberapa tanda awal kehamilan yang mungkin kamu alami. 

1. Payudara yang bengkak dan lunak

Payudara merupakan organ tubuh pertama yang mendapat sinyal ketika sperma berhasil menembus sel telur. Bahkan payudara dapat terasa ngilu atau sakit ketika disentuh dalam beberapa hari setelah pembuahan. Hal ini bisa terjadi karena kadar hormon estrogen mulai meningkat dalam tubuh.

Rasa sakit tersebut mungkin akan terasa dalam beberapa hari. Namun, lama kelamaan rasa sakit dapat berkurang karena tubuh akan menyesuaikan diri dengan perubahan hormon. Kemungkinan besar, rasa sakit ini mirip dengan rasa sakit ketika wanita mengalami PMS (sindrom pra-menstruasi).

2. Areola yang menggelap 

Areola merupakan lingkaran di sekitar puting. Ketika areola menggelap dan bertambah diameternya dalam beberapa minggu sejak pembuahan, hal ini bisa jadi tanda hamil sebelum telat haid. Di samping itu, areola juga biasanya akan memunculkan benjolan kecil. 

Kedua tanda ini merupakan tanda khas dari kehamilan. Kemunculannya bisa terjadi dalam waktu berminggu-minggu dan tidak semua wanita dapat menyadarinya. 

3. Mual-mual

Beberapa hari setelah pembuahan terjadi, wanita mungkin mengalami mual atau morning sickness akibat perubahan hormon dalam tubuh. Meski umumnya mual terjadi setelah kehamilan berusia enam minggu. Di sisi lain, mual juga bisa jadi tanda PMS, kutu perut atau keracunan makanan.

4. Sering buang air kecil

Salah satu tanda hamil sebelum telat haid paling mencolok adalah frekuensi buang air kecil yang meningkat. Kondisi ini terjadi akibat rahim mulai mendorong kandung kemih serta kadar hormon progesteron yang meningkat dalam tubuh. Sehingga rasa ingin buang air kecil meningkat.

5. Sensitif terhadap bau

Sebagian besar wanita yang baru hamil merasakan sensitivitas lebih tinggi pada indra penciumannya. Hal ini disebabkan oleh tingginya kadar estrogen dalam tubuh yang juga bisa dialami ketika wanita mengalami PMS. 

Ketika wanita lebih sensitif terhadap bau, biasanya mereka juga menjadi enggan makan atau menghindari makanan dengan aroma yang kuat. 

6. Perut kembung

Ketika hamil, hormon progesteron meningkat sehingga saluran pencernaan jadi lambat. Gas yang ada dalam usus pun terperangkap sehingga perut terasa kembung. Namun di sisi lain, kembung juga merupakan salah satu gejala PMS yang paling sering dirasakan wanita. 

7. Temperatur basal tubuh tinggi

Suhu tubuh basal yang lebih tinggi juga bisa menjadi hamil sebelum telat haid. Suhu inti tubuh juga dapat meningkat dengan lebih mudah selama berolahraga atau dalam cuaca panas. Untuk itu, pastikan minum lebih banyak air dan berolahraga dengan hati-hati.

8. Kelelahan

Sebenarnya kelelahan dapat terjadi kapan saja selama masa kehamilan. Namun pada masa awal kehamilan, hormon progesteron akan melambung tinggi sehingga membuat tubuh mudah mengantuk.

Selain itu, tubuh akan memproduksi darah yang lebih banyak untuk mendukung perkembangan bayi. Masa awal kehamilan ini umumnya membuat wanita merasa sangat lelah tetapi bisa diatasi dengan istirahat cukup, makan makanan yang kaya nutrisi, dan minum banyak cairan.

9. Muncul bercak

Beberapa wanita mengalami bercak sebagai tanda awal kehamilan. Biasanya darah muncul dengan jumlah yang sedikit, berwarna merah muda terang atau kecoklatan seminggu sebelum tanggal prediksi haid. Jenis bercak ini disebut perdarahan implantasi.

Bercak bisa timbul akibat iritasi atau perdarahan pada rahim setelah sel telur yang dibuahi menempel di lapisan rahim. Tidak jarang, munculnya bercak disalahartikan sebagai haid. Tetapi biasanya bercak hanya berlangsung tiga hari dan tidak berbahaya. 

Ada hal yang perlu diingat bahwa setiap wanita dapat mengalami tanda yang berbeda-beda selama masa kehamilannya. Untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat, pastikan berkonsultasi dengan dokter ya!

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
    register-docotr