Kehamilan

Kerap Pusing Saat Hamil? Coba Atasi dengan Cara Ini

June 9, 2020 | Fitri Chaeroni | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Salah satu kondisi yang kerap dialami ibu saat hamil adalah pusing. Hal ini umum terjadi pada awal kehamilan akibat perubahan hormon.

Naiknya produksi hormon progesteron menyebabkan aliran darah lebih berfokus pada pertumbuhan bayi. Hasilnya tekanan darah turun dan pasokan darah ke otak Moms berkurang. 

Kondisi tersebut mendorong Moms akan mengalami pusing. Lalu apakah pusing saat hamil ini normal? Atau bisa jadi tanda bahaya? Yuk, simak ulasan di bawah ini.

Apakah pusing saat hamil itu normal?

Pada awal kehamilan, peningkatan hormon menyebabkan pelebaran pembuluh darah, yang dapat menyebabkan sakit kepala ringan. Gejala ini dapat membaik atau memburuk seiring kehamilan berlanjut.

Peningkatan hormon kehamilan human chorionic gonadotropin dapat menyebabkan pusing, dan juga mual, yang biasanya membaik pada akhir trimester pertama.

Pertumbuhan janin yang memenuhi perut dan mendorong organ lain juga bisa sebabkan gejala pusing makin memburuk. Perubahan kadar gula darah juga dapat menyebabkan pusing sepanjang kehamilan.

Di awal kehamilan, beberapa wanita menemukan bahwa ketika gula darah mereka rendah, atau mereka lapar, mereka merasa pusing, gemetar, atau mual.

Menjelang akhir trimester kedua, tubuh berjuang untuk membuat dan menggunakan insulin. Masalah ini dapat menyebabkan diabetes gestasional, yang mungkin membuat beberapa wanita merasa pusing.

Penyebab pusing saat hamil

Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan Moms pusing saat hamil. Mulai dari perubahan hormon, lapar, hingga permasalahan pada pembuluh darah.

Dilansir dari Medical News Today, berikut beberapa penyebab pusing yang harus Moms waspadai selama kehamilan:

1. Pelebaran pembuluh darah

Saat hamil, tubuh Moms akan memproduksi hormon, salah satunya adalah hormon relaxin. Hormon tersebut menyebabkan pelebaran pembuluh darah. Pembuluh darah yang melebar ini meningkatkan aliran darah ke bayi yang sedang berkembang. 

Peningkatan aliran darah ke bayi ini memperlambat pasokan darah ke otak ibu. Hasilnya Moms akan sering mengalami pusing saat beraktivitas atau ketika berdiri dengan cepat.

2. Vasovagal syncope

Vasovagal syncope merupakan kondisi saat tekanan darah tiba-tiba menurun dan menyebabkan pusing hingga pingsan. Kondisi ini biasanya terjadi sebagai respons akibat gelisah dan stres.

Beberapa wanita mengalami kondisi ini untuk pertama kali selama kehamilan, karena stres tambahan yang terjadi pada tubuh. Misalnya, seorang wanita dengan fobia jarum mungkin menjadi pusing ketika menjalani tes darah rutin selama kehamilan.

Kondisi ini mungkin bukanlah pertanda dari kondisi medis serius. Namun jika Moms mengalami gejala ini segera beritahu dokter untuk memastikan kehamilan baik-baik saja.

3. Morning sickness

Mual di pagi hari pada ibu hamil kerap kali menyebabkan gejala pusing, mual, muntah, sakit kepala, hingga kombinasi dari gejala-gejala tersebut.

Pada beberapa kasus, morning sickness bisa memburuk saat ibu merasa lapar. Gejala ini menjadi semakin intens selama trimester pertama dan sembuh pada akhir trimester pertama atau kedua kehamilan.

Ibu hamil yang kerap mengalami morning sickness dan muntah secara teratur mungkin mengalami gejala hiperemesis gravidarum. Kondisi ini dapat menyebabkan dehidrasi dan komplikasi kehamilan, dan seringkali berlangsung selama kehamilan.

Jika Moms kerap alami morning sicknes dan muntah di pagi hari, serta alami penurunan berat badan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter.

4. Resistensi insulin

Insulin merupakan hormon yang bekerja mencerna glukosa dalam darah lalu mengubahnya menjadi energi. Ibu hamil rentan mengalami diabetes saat kehamilan, atau disebut juga diabetes gestasional.

Hal ini disebabkan karena saat hamil tubuh Moms memproduksi hormon yang mempengaruhi kerja insulin, dan membuat tubuh menjadi resisten terhadap insulin. 

Beberapa ibu hamil yang mengalami diabetes gestasional mengalami gejala pusing saat mereka lapar, saat kadar gula darah tinggi, atau saat obat diabetes yang dikonsumsi sebabkan gula darah menurun.

5. Tenaga ekstra

Pada masa akhir kehamilan, rahim yang mengembang bisa menyebabkan tekanan pada organ lain di perut termasuk paru-paru. Tekanan ini bisa menyebabkan paru-paru sulit mengembang penuh saat bernapas.

Sementara paru-paru kesulitan bernapas, tubuh membutuhkan lebih banyak oksigen selama kehamilan. Karena itu, wanita hamil mungkin merasa pusing saat berolahraga, bernapas berat, atau terlalu panas.

6. Lapar

Selama trimester kedua dan ketiga kehamilan Moms membutuhkan lebih banyak kalori untuk menopang tubuh Moms sendiri dan juga janin.

Maka dari itu gejala pusing kerap dialami oleh ibu hamil yang lapar. Saat glukosa darah turun, pusing dapat meningkat.

Cara mengatasi pusing saat hamil

Gejala pusing yang kamu alami jangan pernah meremehkannya. Jadi jangan ragu untuk berkonsultasi dan hindari kegiatan yang mungkin membahayakan.

Berikut beberapa tips mengatasi gejala pusing selama kehamilan:

  • Pertama, saat Moms merasakan gejala pusing datang langsung istirahat agar tidak pingsan. Berbaringlah dengan posisi kaki terangkat agar aliran darah ke kepala bisa naik.
  • Jangan buru-buru. Saat ingin bangun dari posisi tidur atau duduk, jangan berdiri dengan gerakan terlalu cepat. Karena justru bisa memicu gejala pusing datang.
  • Pastikan Moms mengonsumsi makanan sehat dan seimbang dengan campuran protein dan karbohidrat kompleks (seperti roti gandum atau pasta) di setiap makanan untuk menjaga kadar gula darah stabil.
  • Tidak ada salahnya mengonsumsi snack, untuk mencegah kadar gula darah turun. Tapi pastikan Moms memilih cemilan yang sehat ya. Bisa potongan buah-buahan atau biskuit gandum utuh.
  • Pastikan Moms mendapat asupan cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi. Sebab pusing juga bisa menjadi tanda dehidrasi. Usahakan Moms minum sekitar 12 hingga 13 gelas cairan sehari, dan lebih banyak lagi jika suhu panas atau setelah berolahraga.
  • Jangan berbaring telentang. Pada trimester kedua dan ketiga, sebaiknya Moms hindari tidur telentang. Sebab rahim yang sedang tumbuh dapat menekan vena cava yang menjadi penyebab rasa pusing.
  • Jangan lupa untuk mencari udara segar, jangan terkungkung di salah ruangan yang pengap dan panas karena bisa sebabkan pusing. Cobalah berjalan kaki lima menit di luar setiap jam atau lebih.

Moms harus selalu mendiskusikan pusing dan gejala lain dengan dokter. Dalam beberapa kasus, Moms mungkin memerlukan penanganan medis.

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

What to Expect. Diakses pada 7 Juni 2020. Dizziness During Pregnancy.

Healthline. Diakses pada 7 Juni 2020. What Causes Dizziness in Pregnancy?.

American Pregnancy Association. Diakses pada 7 Juni 2020. Dizziness During Pregnancy.

Medical News Today. Diakses pada 7 Juni 2020. What is the link between dizziness and pregnancy?.

Baby Centre. Diakses pada 7 Juni 2020. Dizziness in pregnancy.

    register-docotr