Kehamilan

8 Perawatan Setelah Operasi Caesar untuk Percepat Proses Pemulihan

September 27, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Operasi caesar merupakan prosedur medis yang dilakukan untuk mengeluarkan bayi dari dalam rahim dengan memberikan sayatan di perut calon ibu. Perawatan setelah operasi caesar sendiri hampir tak ada bedanya dengan persalinan vaginal.

Kondisi yang membedakan adalah adanya sayatan di area perut. Apa saja perawatan pascaoperasi caesar? Yuk, simak ulasannya berikut ini!

Baca juga: Prosedur Operasi Caesar dan Kisaran Biayanya

Perawatan setelah operasi caesar

Perawatan pascaoperasi caesar tidak hanya dilakukan selama berada di rumah sakit, tapi juga ketika sudah pulang. Ini dilakukan agar proses pemulihan bisa berjalan lebih cepat.

Berikut delapan perawatan setelah operasi caesar yang bisa Moms lakukan:

1. Banyak istirahat

Istirahat adalah hal penting untuk proses pemulihan setelah operasi caesar. Tapi bagi orang tua baru, istirahat bisa menjadi sesuatu yang hampir mustahil untuk dilakukan. Sebab, waktu istirahat orang tua biasanya menyesuaikan dengan jam tidur bayi yang baru lahir.

Cobalah untuk berdiskusi bersama pasangan atau keluarga untuk bergantian menjaga si kecil. Dengan begitu, Moms bisa beristirahat dengan nyenyak.

Mengutip Healthline, operasi caesar adalah prosedur medis besar yang membutuhkan waktu pemulihan. Moms biasanya diminta untuk tetap tinggal di rumah sakit selama tiga hingga empat hari pascaoperasi caesar.

2. Kelola emosi setelah operasi caesar

Melahirkan adalah pengalaman emosional bagi wanita. Pada wanita yang melahirkan secara caesar, aspek emosi akan sangat terasa. Tak sedikit yang merasa ‘bersalah’ karena tidak bisa melahirkan secara normal melalui vagina.

Sangat penting untuk mengelola emosi dengan baik. Jika tidak, hal ini bisa saja menyebabkan stres. Lama-kelamaan, keadaan tersebut dapat berujung pada depresi post partum.

3. Latihan berjalan

Beberapa minggu pertama setelah operasi caesar, Moms bisa mulai latihan untuk berjalan. Dilansir dari Medical News Today, aktif bergerak beberapa hari pascaoperasi caesar dapat meminimalkan risiko pembekuan darah dan masalah jantung.

Tapi tetap ingat, jangan lakukan aktivitas yang berat seperti naik-turun tangga atau mengangkat benda yang memerlukan tenaga ekstra.

4. Perhatikan kemungkinan infeksi

Setelah operasi caesar, beberapa dokter meminta ibu baru untuk rajin mengukur suhu tubuhnya tiap 24 jam. Ini dilakukan untuk memantau kemungkinan adanya infeksi. Sebab, tanda paling umum dari suatu infeksi adalah demam atau meningkatnya temperatur tubuh.

Selain suhu tubuh, Moms juga diminta untuk memerhatikan tanda lain dari infeksi, terutama pada jahitan yang diberikan pascaoperasi caesar. Perhatikan apakah ada pembengkakan atau muncul rasa nyeri.

5. Mengatasi sembelit

Operasi caesar adalah prosedur medis berupa pembedahan perut. Seringkali, setelah operasi caesar, seorang wanita akan mendapatkan masalah tertentu di perutnya, misalnya sembelit.

Kondisi tersebut bisa diperparah dengan kurangnya gerak. Seperti yang telah dijelaskan, ibu yang baru melakukan caesar disarankan untuk banyak istirahat. Namun, tetap perlu melakukan aktivitas ringan seperti berjalan untuk meminimalkan gangguan itu.

Moms bisa rajin minum air putih, makan makanan tinggi serat, dan menggunakan obat pelunak feses jika dibutuhkan.

Baca juga: Jangan Khawatir Moms! Begini Perawatan Perut Setelah Melahirkan Agar Kembali Terlihat Cantik

6. Kelola rasa sakit setelah operasi caesar

Baik menggunakan obat-obatan atau cara alami, rasa sakit setelah operasi caesar seharusnya segera diredakan. Jika mengonsumsi obat penghilang rasa sakit, bicarakan lebih dulu kepada dokter. Sebab, beberapa obat bisa mengontaminasi air susu ibu (ASI).

American Pregnancy Association menjelaskan, pada 24 jam pertama setelah operasi caesar, Moms akan dipandu untuk bisa bangun dan mencoba ke kamar mandi sendiri. Artinya, buang air kecil sudah tak melalui kateter. Pelepasan kateter juga seringkali meninggalkan rasa nyeri.

Rasa sakit dan pusing mungkin akan terasa di awal waktu. Lama-kelamaan, tubuh akan terbiasa dengan aktivitas-aktivitas tersebut.

7. Mulai menyusui

perawatan setelah operasi caesar
Beberapa posisi dalam menyusui. Sumber foto: cdnparenting.com

ASI eksklusif sangat dibutuhkan bayi untuk proses tumbuh kembangnya. Oleh karena itu, usahakan memberinya ASI meski ini akan sedikit sulit. Jika proses ini tidak berjalan baik, mintalah bantuan orang lain.

Moms bisa menyusui dengan duduk di atas bantal empuk, bersandar, atau mengambil posisi yang nyaman. Dilansir dari American Academy of Pedriatic, ada banyak manfaat menyusui untuk ibu, di antaranya adalah mengurangi perdarahan setelah proses melahirkan.

8. Perhatikan pantangan pascaoperasi caesar

Selain beberapa perawatan di atas, ada sejumlah pantangan yang harus Moms patuhi pascaoperasi caesar agar proses pemulihan berjalan lebih cepat, yaitu:

  • Berhubungan seksual
  • Menggunakan tampon
  • Mengangkat benda yang berat
  • Naik-turun tangga
  • Tertawa terlalu kencang, karena bisa menimbulkan rasa nyeri pada perut
  • Mengonsumsi makanan pedas, makanan yang bisa menimbulkan gas di perut, minuman karbonasi, dan alkohol.

Setelah operasi caesar, Moms dianjurkan untuk banyak mengonsumsi makanan yang tinggi akan serat, zat besi, protein, dan vitamin.

Nah, itulah delapan perawatan setelah operasi caesar yang bisa Moms terapkan. Mintalah bantuan pasangan atau orang terdekat agar proses pemulihan bisa berjalan lebih cepat. Tetap jaga kesehatan, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Medical News Today, diakses 24 September 2020, How to speed up recovery from a cesarean delivery.
  2. Healthline, diakses 24 September 2020, C-Section: Tips for a Fast Recovery.
  3. American Pregnancy Association, diakses 24 September 2020, Cesarean Birth After Care.
  4. American Academy of Pedriatics, diakses 24 September 2020, Benefits of Breastfeeding.
  5. Firstcry Parenting, diakses 24 September 2020, Diet After C-section Delivery – Foods to Eat and Avoid.

    Berita Terkait
    register-docotr