Kehamilan

Perut Sakit Saat Hamil? Bisa Jadi Tanda Bahaya Lho, Yuk Kenali Gejalanya

July 22, 2020 | Nanda Hadiyanti | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Perut terasa tidak nyaman, sakit atau nyeri adalah hal yang seringkali terjadi selama kehamilan. Ada berbagai penyebab perut sakit saat hamil, ada yang umum terjadi, namun ada juga yang perlu diwaspadai. 

Penyebab perut sakit saat hamil yang paling umum adalah pengaruh perubahan hormon dan ini tidak membahayakan. Tapi ada juga rasa sakit yang disertai gejala lain seperti perdarahan. Itulah yang perlu diwaspadai. Untuk lebih memahaminya, berikut pembahasan selengkapnya.  

Penyebab umum perut sakit saat hamil

Meregangnya ligamen penopang rahim

Penyebab paling umum perut sakit saat hamil adalah meregangnya ligamen yang menopang rahim. Saat bayi semakin membesar, maka ligamen tersebut akan ikut meregang menyesuaikan ukuran rahim. 

Ligamen yang meregang akan lebih tegang dan menyebabkan nyeri. Gerakan tiba-tiba dapat memperparah sakit pada perut dan rasanya seperti tertusuk di perut. Umumnya rasa sakit akan berlangsung selama beberapa detik.

Bagaimana cara mengatasi sakit perut saat hamil?

Salah satunya tentu saja menghindari gerakan yang mendadak. Setiap kali akan mengganti posisi, seperti dari duduk ke berdiri atau dari tiduran ke duduk, diperlukan pergerakan secara perlahan. 

Selain itu, wanita hamil bisa melakukan beberapa gerakan untuk melenturkan tubuh. Peregangan atau yoga prenatal dapat membantu mengurangi nyeri perut akibat peregangan ligamen. 

Agar lebih nyaman, wanita hamil juga bisa menggunakan korset hamil yang dapat membantu menyangga kehamilan dan mengurangi nyeri pada perut. 

Gas dan sembelit

Kadar hormon progesteron wanita hamil akan memengaruhi fungsi usus dalam mencerna makanan. Usus akan memperlambat gerakan dan terkadang akan mengakibatkan peningkatan gas dan sembelit dan ini menimbulkan perut sakit saat hamil. 

Bagaimana cara mengatasinya?

Salah satu caranya dengan mengonsumsi makanan berserat tinggi. Makanan ini dapat membantu mengurangi sembelit. Selain itu, wanita hamil perlu menghindari beberapa jenis minuman tertentu, seperti:

  • Mengandung karbon dioksida seperti minuman bersoda dan atau minuman tonik.
  • Mengandung fruktosa. Fruktosa adalah campuran gula pada berbagai jenis minuman. Beberapa orang tidak dapat mencerna fruktosa dengan baik dan menyebabkan kembung dan gas di perut. 
  • Mengandung sorbitol. Sorbitol adalah pengganti gula rendah kalori. Sayangnya, meski diklaim lebih sehat dari gula biasa, pada beberapa orang mengonsumsi sorbitol dapat menyebabkan gas dan sakit perut, termasuk pada wanita hamil.

Braxton hicks

Braxton hicks disebut juga sebagai kontraksi palsu. Kondisi ini juga umum menjadi penyebab perut sakit saat hamil. Umumnya terjadi di trimester akhir kehamilan atau paling cepat di trimester kedua kehamilan. 

Jika kontraksi yang sebenarnya terjadi dengan ritme teratur dan terjadi dalam jarak yang berdekatan, kontraksi palsu umumnya hanya muncul satu dua kali dalam waktu satu jam. Selain itu, pada kontraksi yang sebenarnya, rasa sakit akan meningkat, sementara kontraksi palsu tidak. 

Bagaimana cara mengatasinya?

Jangan panik saat mengalami kontraksi palsu. Kamu perlu mengamati rasa sakit yang muncul untuk memastikan apakah itu benar-benar kontraksi palsu. Kemudian coba mengambil napas dalam-dalam dan membuangnya, lakukan berulang hingga merasa lebih tenang. 

Selain itu, untuk membuat tubuh lebih rileks dan mengatasi nyeri yang mungkin masih terasa, wanita hamil bisa mandi atau berendam dengan air hangat sekitar 20 hingga 30 menit. 

Hal yang perlu diingat adalah, saat usia kehamilan mencapai 37 minggu, kontraksi palsu dapat terjadi sewaktu-waktu. Tapi jika muncul lebih dari empat kali dalam satu jam, kamu perlu mewaspadai terjadinya persalinan prematur. 

Penyebab perut sakit saat hamil yang perlu diwaspadai

Kehamilan ektopi atau hamil di luar kandungan

Umumnya janin tidak bisa dipertahankan karena menyebabkan rasa sakit perut, kram, hingga perdarahan. Selain itu, kehamilan ektopik juga menunjukkan gejala sakit pada bahu dan rasa tidak nyaman saat buang air kecil. Untuk mengatasinya, segera konsultasikan pada dokter. 

Tanda keguguran

Sakit perut yang dirasakan umumnya sangat parah dan juga menyebabkan perdarahan. Ini mungkin terjadi saat kehamilan belum mencapai 24 minggu. Kamu perlu periksa kondisi ke dokter untuk bisa mengatasi kondisi ini.

Preeklampsia

Penyebab perut sakit saat hamil yang satu ini perlu mendapat penanganan serius karena dapat menyebabkan kejang. Preeklampsia sendiri adalah kondisi saat wanita hamil mengalami tekanan darah tinggi.

Gejalanya sakit perut, kram perut, sakit pada kaki, tangan dan kadang mengalami bengkak pada wajah. Jika mengalaminya kamu harus segera mendapatkan perawatan medis. 

Infeksi saluran kemih

Ini adalah salah satu penyakit yang seringkali terjadi pada wanita hamil. Gejalanya sakit perut, urine keruh atau berbau dan sakit saat buang air kecil. Untuk mengatasinya, kamu memerlukan obat-obatan yang diresepkan oleh dokter, seperti minocycline atau penisilin

Placental abruption

Ini adalah kondisi saat plasenta terlepas sebelum bayi lahir. Wanita hamil akan mengalami sakit perut hebat disertai perdarahan. Untuk mengatasinya, kamu harus segera mendapat tindakan medis karena berbahaya bagi ibu dan bayinya.

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Webmd diakses 17 Juli 2020 Round Ligament Pain During Pregnancy 
  2. Healthline diakses 17 Juli 2020 Abdominal Pain During Pregnancy: Is It Gas Pain or Something Else? 
  3. Verywellfamily.com diakses 17 Juli 2020  Are Stomach Pains Normal During Pregnancy?
  4. Americanpregnancy.org diakses 17 Juli 2020 Stomach Pain in Pregnancy 
    Berita Terkait
    register-docotr