Kehamilan

Kunyit sebagai KB Alami, Apakah Aman?

February 14, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Kunyit adalah bumbu dapur berwarna kuning, yang umum dipakai untuk memperkaya rasa maupun warna pada masakan.

Sejak dulu, tanaman ini juga dikenal punya manfaat yang begitu banyak bagi kesehatan. Tapi sepertinya belum banyak yang tahu bahwa kunyit juga bisa digunakan sebagai alat kontrasepsi alami.

Kunyit sebagai alat kontrasepsi

Dilansir dari Macleans, seorang dokter spesialis kandungan bernama Dr. Rajesh Naz, berupaya mencari tahu apakah kunyit memiliki efek terhadap fungsi sperma dan kesuburan.

Keinginan ini muncul karena ia tahu bahwa kunyit dapat digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit.

Rasa ingin tahunya menjadi semakin besar, ketika sebuah eksperimen ilmiah menunjukkan bahwa kunyit mampu menetralkan banyak reaksi kimia kecil pada tubuh.

Disebutkan pula bahwa kunyit bisa menghambat pertumbuhan sel-sel yang tumbuh dengan sangat cepat. Informasi ini lalu menginspirasinya untuk menguji kunyit sebagai spermisida atau obat pembunuh sperma.

“Saya membaca penelitian yang menunjukkan bahwa kunyit mampu bekerja dengan baik dalam menghambat sel kanker, yang tumbuh cepat. Sel lain yang tumbuh cepat adalah sperma. Mereka bergerak cepat dan sangat energik. Saya punya ide ini empat atau lima tahun lalu. “

Dr. Rajesh Naz, kepada Macleans.

Baca juga: 18 Manfaat Kunyit untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui

Penelitian tentang kunyit sebagai KB alami

Dilansir dari Researchgate, ada banyak literatur ilmiah yang mendukung konsep bahwa kunyit dapat memengaruhi fungsi reproduksi secara negatif.

Dr. Rajesh Naz beserta tim, juga berupaya membuktikan hal tersebut. Salah satunya dengan melakukan uji coba terhadap sperma manusia dan tikus.

Penelitian tersebut dimulai dengan mengumpulkan sperma untuk diinkubasi dengan kunyit selama waktu tertentu. Para peneliti juga memasukkan campuran kunyit di saluran vagina tikus betina sebelum dikawinkan.

Tujuannya adalah untuk mengetahui pengaruhnya terhadap gerakan sperma (motilitas), kesiapan sperma dalam membuahi sel telur (kapasitasi), dan proses pembuahan sel telur oleh sel sperma secara in vitro.

Penelitian ini juga menambahkan andrographolide, atau senyawa aktif yang bisa menghambat perkembangan berbagai sel, seperti sel kanker, sel sperma, ataupun sel telur.

Efek kunyit terhadap sperma dan sel telur yang diuji coba

Tidak lama setelah sperma dari kedua objek penelitian tersebut terpapar oleh kunyit, terlihat bahwa kunyit memiliki efek melumpuhkan sperma, dan membuat sel sperma tidak bisa berenang.

Bahkan, kombinasi antara kunyit dan andrographolide juga mampu memblokir kemampuan sperma untuk membuahi sel telur.

Hal ini membuat para peneliti memberikan penilaian awal bahwa kunyit dapat memengaruhi kesuburan, dan menurunkan potensi menghasilkan keturunan yang dimiliki oleh seseorang.

Baca juga: Ampuh Cegah Kanker, Berikut Ragam Manfaat Kunyit Putih yang Jarang Diketahui

Hasil penelitian

Dari hasil percobaan yang dilakukan, tidak ada sel telur manusia maupun tikus yang berhasil dibuahi oleh sperma yang diinkubasi dengan kunyit. Sedangkan di sisi lain, sperma tanpa kunyit terbukti bisa membuahi sekitar 75 persen sel telur.

Dilansir dari Sciencedirect, hal ini bisa terjadi karena kunyit dinilai memiliki efek antiovulasi. Ini artinya kunyit punya kemampuan untuk menghambat tubuh menghasilkan hormon estrogen.

Hasil uji coba pada tikus betina pun menunjukkan hal yang serupa. Ditemukan penurunan kesuburan pada tikus yang diuji coba sebesar 65 hingga 70 persen.

Selain itu, para tikus betina tersebut juga tidak berhasil menunjukkan lokasi implantasi dalam rahimnya, yang mana hal ini dinilai dapat menurunkan potensi jumlah kelahiran bayi secara umum.

Kesimpulan yang bisa diambil

Setelah melalui berbagai evaluasi terhadap kondisi sperma, sel telur, dan proses pembuahan itu sendiri. Para peneliti menyimpulkan bahwa kombinasi antara kunyit dan andrographolide dapat menurunkan potensi kelahiran yang cukup signifikan.

Penelitian ini juga menegaskan bahwa gabungan antara keduanya memainkan peran penting dalam pengendalian kesuburan pada tikus betina, dan memiliki efek sinergis dalam mencegah terjadinya pembuahan.

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Can curcumin provide an ideal contraceptive?, https://www.researchgate.net/publication/49851603_Can_curcumin_provide_an_ideal_contraceptive diakses pada 11 Februari 2021

Antifertility studies of curcumin and andrographolide combination in female rats, https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2305050015000160?via%3Dihub diakses pada 11 Februari 2021

From kitchen spice to contraceptive, https://www.macleans.ca/society/life/mellow-yellow/ diakses pada 11 Februari 2021

    Berita Terkait
    register-docotr