Kehamilan

Ibu Hamil Susah Tidur? Yuk Ketahui Penyebab dan Cara Tepat untuk Mengatasinya!

November 7, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Ibu hamil susah tidur sudah menjadi permasalah yang normal terjadi, terutama selama trimester pertama. Kehamilan bisa membuat tubuh merasa lelah sepanjang hari sehingga memengaruhi kualitas tidur.

Susah tidur atau insomnia dapat menjadi sangat parah pada trimester ketiga kehamilan. Nah, untuk mengetahui penyebab ibu hamil susah tidur dan cara mengatasinya yuk simak penjelasannya berikut.

Baca juga: Moms Wajib Tahu, Ini Dia Beberapa Olahraga yang Boleh dan Tidak Dilakukan saat Hamil !

Penyebab umum ibu hamil susah tidur

Dilansir dari Healthline, wanita dapat mengalami insomnia selama semua tahap kehamilan namun cenderung lebih sering terjadi pada trimester pertama dan ketiga.

Umumnya, ibu hamil susah tidur bisa terjadi karena gejala kehamilan lain meningkat dan perut membengkak sehingga tidak merasa nyaman di tempat tidur. Kombinasi rumit dari berbagai faktor dapat menyebabkan kesulitan tidur bagi ibu hamil.

Terdapat beberapa alasan yang mungkin menyebabkan ibu hamil terjaga di malam hari, seperti sering buang air kecil, mual atau muntah, sakit punggung, nyeri payudara, ketidaknyamanan di perut, sesak napas, dan kram kaki.

Penyebab ibu hamil susah tidur lainnya bisa jadi terkait dengan stres. Perasaan cemas tentang persalinan membuat ibu hamil sering terjaga di malam hari. Mungkin sulit untuk mengalihkan perhatian dari pikiran-pikiran tersebut, namun cobalah untuk tidak terlalu khawatir.

Tak hanya itu, seorang ibu hamil bisa mengalami kesulitan tidur karena adanya perubahan hormonal, mulas, dan merasa kesulitan karena tidak nyaman dengan benjolanan bayi. Untuk menghindarinya, kamu perlu mengetahui tips untuk membuat tubuh lebih rileks.

Cara mengatasi susah tidur selama kehamilan

Hal pertama yang perlu dilakukan untuk mengatasi masalah ibu hamil susah tidur adalah menghilangkan perasaan cemas. Beberapa tips mengatasi masalah sulit tidur pada ibu hamil yang perlu diketahui, antara lain:

Mengatur rutinitas waktu tidur

Cara paling tepat yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi insomnia selama kehamilan adalah mengatur kebiasan tidur. Mulailah untuk mencoba melakukan rutinitas dengan tidur pada waktu yang sama setiap malam. 

Lakukan dengan sesuatu yang menyenangkan ketika menjalani rutinitas ini untuk membantu melepas lelah. Tak hanya itu, kamu juga perlu menghindari waktu layar setidaknya satu jam sebelum tidur.

Cahaya biru dari TV, ponsel, atau tablet dapat memengaruhi ritme sirkadian tubuh sehingga cobalah ganti dengan membaca buku.

Mandi air hangat juga bisa membantu rasa kantuk muncul lebih cepat, namun hindari penggunaan air yang terlalu panas karena berbahaya untuk bayi dalam kandungan.

Perbaiki pola hidup

Memperbaiki pola hidup menjadi lebih sehat dan perbanyak olahraga diketahui bisa berdampak pada kualitas tidur. Salah satu pola hidup sehat yang bisa dilakukan adalah minum banyak air, namun minimalkan minum setelah jam 7 malam untuk menghindari nokturia.

Pastikan untuk menghindari konsumsi minuman dengan kandungan kafein mulai dari sore hari. Tak hanya itu, ibu hamil juga dianjurkan untuk tetap aktif di siang hari karena bisa membantu mendapatkan waktu beristirahat dengan nyaman pada malam hari. 

Cobalah untuk rileks

Selalu berlatih untuk merasa lebih rileks di malam hari dapat membantu mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Jika kamu sedang berbaring di tempat tidur dan tetap terjaga, alihkan perhatian dengan sesuatu sampai tubuh merasa cukup lelah dan akhirnya tertidur.

Untuk membantu tubuh mendapatkan rasa rileks yang diinginkan, maka kamu bisa mulai berlatih meditasi. Meditasi atau latihan relaksasi lainnya tak hanya membantu tubuh lebih nyaman namun juga membantu meringankan gejala stres yang mungkin dimiliki.

Apa yang aman dikonsumsi untuk susah tidur selama kehamilan?

Beberapa obat-obatan dianggap aman untuk digunakan sesekali selama kehamilan, termasuk Unisom, Tylenol PM, Sominex, Nytol, Ambien, dan Lunesta. Namun, ada pula yang tidak menyarankan konsumsi obat tidur selama kehamilan kecuali memang diresepkan oleh dokter.

Terkadang, dokter akan merekomendasikan konsumsi magnesium untuk mengatasi sembelit atau kram pada kaki. Jika masalah sulit tidur terjadi disebabkan oleh kedua hal tersebut, maka wajar untuk mengonsumsi magnesium karena bisa membantu menidurkan lebih cepat.

Baca juga: Bolehkah Mewarnai Rambut saat Hamil? Yuk Simak Faktanya

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Healthline (2018), diakses 27 Oktober 2020. How to Kick Insomnia in Early Pregnancy
  2. Whattoexpect (2019), diakses 27 Oktober 2020. Insomnia During Pregnancy
    register-docotr