Kehamilan

Bolehkah Ibu Hamil Minum Kopi? Ketahui Dulu Manfaat dan Risikonya

October 7, 2020 | Putri Prima Soraya
no-image

Bukan rahasia lagi bahwa kopi adalah minuman yang paling banyak penggemarnya. Sayangnya, kafein yang terdapat dalam kopi membuat sebagian orang, termasuk ibu hamil, khawatir untuk mengonsumsinya. Maka, tak heran jika banyak yang melarang ibu hamil minum kopi.

Pasti banyak juga yang bertanya, apakah kopi berbahaya bagi sang ibu dan janin? Agar Moms tidak penasaran, simak artikel di bawah ini!

Bolehkah ibu hamil minum kopi?

Sama seperti kondisi normal, ibu hamil minum kopi tentu saja boleh. Asalkan dengan porsi yang tidak berlebih. Moms bisa meminum dua cangkir kopi setiap harinya dengan kandungan kafein tak lebih dari 200 mg, baik itu di awal kehamilan atau minum kopi saat hamil 9 bulan.

Perlu diingat bahwa 200 mg adalah batas konsumsi kafein dari berbagai macam sumber makanan dan minuman. Ketika sudah mengonsumsi kafein lebih dari jumlah tersebut, maka ibu hamil tidak boleh minum kopi. Selain kopi, kafein terdapat di dalam teh, minuman berenergi, dan cokelat.

Meminum kopi dengan melebihi dosis tersebut dapat memengaruhi pertumbuhan bayi yang masih di dalam kandungan. Bayi berisiko lahir dengan berat badan di bawah rata-rata. Selain itu, bayi juga rentan mengalami masalah kesehatan saat usianya semakin bertambah.

Konsumsi kafein berlebih juga dapat membuat ibu hamil mengalami keguguran. Namun tingkat risiko keguguran akibat kafein masih terbilang cukup rendah.

Apakah kopi bermanfaat bagi ibu hamil?

Jika dikonsumsi dengan benar, kopi justru bisa memberi manfaat. Bagi banyak orang, kafein dalam kopi bermanfaat untuk meningkatkan stamina dan energi. Manfaat ini juga tentunya akan dirasakan ketika ibu hamil minum kopi.

Kopi juga bisa membuat suasana hati ibu hamil menjadi lebih tenang dan lebih rileks. Selain manfaat tersebut, belum ditemukan adanya manfaat khusus kopi bagi ibu hamil. 

Untuk sekadar memuaskan rasa ngidam, sesekali minumlah kopi. Namun, tetap perhatikan jumlah kandungan kafein dalam secangkir kopi yang Moms minum.

Bahaya kopi bagi ibu hamil

Jika dikonsumsi dalam kondisi tidak sedang hamil, kopi memiliki banyak manfaat, seperti dapat meningkatkan tingkat energi, meningkatkan fokus, dan bahkan meredakan sakit kepala. Namun sayangnya ada risiko bahaya kopi bagi ibu hamil.

Salah satu bahaya kopi bagi ibu hamil adalah membuat detak jantung tidak stabil. Kopi juga berisiko membuat tekanan darah ibu hamil tidak stabil.

Kondisi tersebut mungkin terjadi akibat pengaruh kandungan Kafein dalam kopi. Apalagi, semakin bertambahnya usia, ibu hamil akan lebih lambat mencerna kafein.

Risiko minum kopi saat hamil muda hingga trimester 3

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, jika minum kopi tidak melebihi batas yang sudah ditentukan, tidak memberi dampak pada kehamilan. Walaupun Moms minum kopi saat hamil muda.

Ketika minum kopi saat hamil muda, tubuh masih mencerna kandungan kafein dalam kopi seperti biasa. Namun, berbeda saat minum kopi saat hamil muda, semakin bertambah usia kehamilan tubuh semakin lambat mencerna kafein. 

Selama trimester 2 dibutuhkan waktu hampir dua kali lebih lama untuk membersihkan kafein dari tubuh Moms. Begitu juga saat minum kopi saat hamil 9 bulan atau bahkan di sepanjang trimester akhir.

Jika Moms minum kopi saat hamil trimester 3, tubuh butuh waktu hampir tiga kali lebih lama untuk mencerna kafein, dibanding saat tidak hamil. Dengan begitu, jika minum kopi saat hamil trimester 3, mungkin akan merasakan efek yang menimbulkan rasa tidak nyaman, seperti:

  • Gelisah
  • Mulas
  • Diare
  • Napas lebih cepat
  • Insomnia
  • Berisiko memproduksi asam lambung lebih.

Meski tidak memberikan efek langsung pada kehamilan atau bayi, efek kafein yang sudah disebutkan di atas bisa menjadi pertimbangan untuk mengurangi minum kopi saat hamil 9 bulan atau menjelang melahirkan. 

Risiko kesehatan lain jika ibu hamil minum kopi

Sebuah studi tahun 2003 di Universitas Sains dan Teknologi Norwegia menemukan efek minum kopi saat hamil trimester 3. Jika kandungan kafein rata-rata 280 mg kafein, dapat meningkatkan risiko melahirkan bayi dengan berat lahir rendah dua kali lipat.

Selain itu minuman ini mengandung senyawa yang membuat tubuh lebih sulit menyerap zat besi. Ini penting karena banyak wanita hamil yang sudah kekurangan zat besi. Jika Moms minum kopi, minumlah di antara waktu makan sehingga efeknya pada penyerapan zat besi tidak terlalu besar.

Selain itu, konsumsi kafein berlebihan dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil. Hal ini menyebabkan berkurangnya kadar cairan dalam tubuh Moms hingga menimbulkan dehidrasi. 

Jika dikonsumsi berlebihan, kafein pun berisiko menyebabkan perubahan pola pergerakan bayi di dalam kandungan.

Bagaimana dengan aturan minum kopi setelah melahirkan? 

Sayangnya aturan membatasi kopi saat hamil juga berlaku setelah melahirkan, jika ibu menyusui minum kopi. Meski dianggap relatif aman, namun dilansir dari Healthline, sebaiknya ibu menyusui minum kopi tidak lebih dari 300 mg per hari. 

Jika ibu menyusui minum kopi dengan jumlah besar, 10 cangkir atau lebih setiap harinya, Moms mungkin dapat melihat efeknya pada bayi. Bayi mungkin akan menunjukkan efek tertentu seperti:

  • Cepat marah
  • Pola tidur yang buruk
  • Gelisah
  • Cerewet.

Selain itu, Moms juga dapat merasakan efeknya, seperti gelisah, insomnia dan detak jantung yang tidak stabil.

Tips mengurangi konsumsi kopi saat hamil

Ibu hamil minum kopi memang tidak dilarang, tetapi perlu diperhatikan seberapa banyak kadar kafein yang diterima tubuh. Untuk menghindari efek samping dari kafein, mengurangi konsumsi kopi adalah cara terbaik. Berikut beberapa tips bisa dilakukan untuk mengurangi konsumsi kopi.

1. Apa yang membuat Moms suka kopi, kafein atau rasanya?

Cobalah cari tahu apa yang sebenarnya membuat Moms suka meminum kopi. Jika suka kopi karena rasanya, Moms bisa mencoba memakan makanan yang rasanya seperti kopi. Misalnya memakan kue tiramisu untuk mengurangi ngidam kopi.

Jika menyukai kopi karena setelah meminumnya jadi lebih bersemangat, artinya yang disukai adalah kafein. Untuk mengurangi konsumsi kopi, Moms bisa mencari sumber makanan sehat yang dapat memberi tubuh energi. 

Makanan dengan protein tinggi seperti keju, telur, dan kacang-kacangan bisa dijadikan alternatif karena memberi banyak energi. Ini adalah cara terbaik untuk mengganti asupan kafein. Selain mendapat energi lebih banyak, protein juga dapat menjaga kadar gula darah agar stabil.

2. Kurangi konsumsi kopi secara bertahap

Melarang diri untuk tidak meminum kopi selama hamil mungkin tidak mudah. Maka, cara yang dapat Moms lakukan adalah mengurangi jumlah konsumsinya.

Jika sebelumnya Moms bisa meminum sampai dua cangkir sehari, cobalah menguranginya menjadi satu cangkir saja. Kemudian, Moms bisa mengurangi konsumsi lagi dengan tidak meminum kopi setiap hari.

Sambil mengurangi porsinya, cobalah kopi dengan kadar kafein lebih rendah. Paling tidak, Moms bisa menambahkan susu untuk mengurangi kadar kafein dalam secangkir kopi.

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Healthline (2018). Diakses pada 29 Juli 2020. Caffeine During Pregnancy: How Much Is Safe?

What To Expect (2020). Diakses pada 29 Juli 2020. Can You Drink Coffee While You’re Pregnant?

Baby center (2018). Diakses pada 29 Juli 2020. Is it safe to drink coffee during pregnancy?

    Berita Terkait
    register-docotr