Kehamilan

Peluang Hamil Lebih Besar, Begini Cara Menghitung Masa Subur

October 2, 2020 | Nik Nik Fadlah | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Bagaimana cara menghitung masa subur? Banyak wanita yang mempertanyakan hal ini untuk mendapatkan kehamilan. Menghitung masa subur merupakan hal yang penting bagi wanita. Peluang untuk hamil di masa subur sangat besar.

Masa subur seorang wanita juga dipengaruhi oleh siklus menstruasi. Rata-rata siklus menstruasi yang terjadi pada wanita berkisar antara 28-32 hari. Beberapa orang memiliki siklus yang lebih pendek, sementara yang lain memiliki siklus yang lebih panjang.

Lalu, bagaimana cara menghitung masa subur? Untuk mengetahui jawabannya kamu dapat menyimak ulasan berikut ini.

Apa itu masa subur wanita?

Pada umumnya, masa subur wanita di sekitar masa ovulasi. Dokter juga menyebutkan bahwa bagian dari siklus ovulasi sebagai masa subur wanita, karena peluang untuk hamil lebih besar.

Misalnya saja, jika seorang wanita mengalami ovulasi pada hari ke-14, ia dapat hamil pada hari itu juga atau 24 jam berikutnya.

Apa itu masa ovulasi?

Masa ovulasi sendiri merupakan proses pelepasan sel telur yang sudah matang dilepaskan dan kemudian menuju tuba falopi untuk dibuahi.

Jika siklus menstruasi bulanan 28 hari, masa ovulasi terjadi sekitar 12 hingga 14 hari sebelum fase menstruasi berikutnya dimulai. Rentang waktu ini merupakan waktu dimana sangat memungkinkan untuk hamil.

Pada umumnya, wanita mengalami ovulasi diantara hari ke-11 dan ke-21 pada siklus menstruasi mereka (hari ke-1 merupakan hari pertama dimana kamu mengalami menstruasi). Hal ini berarti masa paling subur wanita akan jatuh di antara hari ke-8 dan ke-21.

Cara menghitung masa subur setelah haid

Misalkan kamu mengalami masa subur di hari ke-8, dengan kata lain, jika kamu mengalami lama menstruasi selama 5 hari, masa subur akan dimulai di hari ketiga setelah haid. Masa subur setelah haid ini berbeda-beda, tergantung dari lama hari menstruasi dan juga siklus menstruasimu.

Jika siklus menstruasi lebih pendek, kamu cenderung mengalami ovulasi dekat hari ke-11. Sedangkan, jika kamu memiliki siklus yang lebih lama, ovulasi dapat terjadi dekat hari ke-21. 

Bisa dikatakan, masa ovulasi tidak selalu terjadi pada hari yang sama setiap bulannya, dan dapat bervariasi. Untuk itu, kamu dapat menghitung masa suburmu dengan menggunakan Ovulation Calculator.

Mengetahui kapan masa subur secara pasti dapat membantumu untuk segera hamil. Karena kamu dan pasangan bisa berhubungan saat ovulasi, di mana peluang kehamilan lebih tinggi dibandingkan berhubungan di waktu-waktu lain.

Baca juga: Banyak yang Belum Tahu, Begini Cara Menggunakan Test Pack yang Benar

Ciri-ciri masa subur

Untuk mengetahui masa subur memang susah-susah gampang. Namun, jangan khawatir, karena ciri-ciri masa subur dapat diprediksi melalui sejumlah tanda yang ditunjukkan oleh tubuh.

Tubuh biasanya akan memberikan ciri-ciri atau tanda bahwa masa ovulasi akan datang atau bahkan menandakan ovulasi telah terjadi. Berikut adalah ciri-ciri masa subur dan juga masa ovulasi:

  • Peningkatan basal tubuh
  • Perubahan pada lendir serviks
  • Kram ringan atau nyeri pada perut bagian bawah
  • Indra penciuman yang lebih tajam
  • Payudara terasa sakit
  • Hasrat seksual meningkat
  • Nyeri pada panggul atau bagian perut bawah

Tanda-tanda tersebut merupakan tanda yang biasanya ditunjukkan oleh tubuh ketika kamu mengalami ovulasi. Dengan adanya tanda tersebut, kamu akan menjadi lebih mudah untuk mengetahui masa suburmu.

Cara menghitung masa subur

Ada beberapa cara yang dapat kamu lakukan sendiri untuk menghitung masa subur, diantaranya adalah:

1. Cara menghitung masa subur dengan memantau siklus menstruasi

Apakah siklus menstruasimu teratur? Jika kamu tidak yakin dengan teratur atau tidaknya siklus menstruasi, kamu dapat mengetahuinya dengan cara berikut:

  • Beri tanda pada kalendermu, pada hari pertama ketika kamu mendapatkan menstruasi. Hitung setiap hari sampai pada periode menstruasi berikutmu tiba (hari pertama saat kamu mulai mengalami menstruasi lagi).
  • Kamu mungkin melakukan hal ini selama 3 atau 4 bulan untuk mendapatkan hasil yang akurat. Siklus menstruasi rata-rata 28 hari. Tetapi siklus menstruasi normal berlangsung sekitar 23-35 hari.
  • Jangan lupa untuk menghitung lama hari menstruasi. Setelah menghitung lama hari menstruasi, kamu bisa mengetahui kapan dimulainya masa subur setelah haid.

Tak hanya itu saja, selalu ingat bahwa siklus menstruasi dapat bervariasi dari bulan ke bulan. Maka dari itu sangat penting untuk melakukan penandaan pada kalender dan menghitungnya secara rutin setiap bulan.

2. Kamu juga dapat memperkirakan hari ovulasi

Untuk memperoleh kehamilan, kunci utamanya adalah berhubungan saat ovulasi. Oleh karena itu, kamu harus mengetahui hari paling subur ketika kamu mengalami ovulasi. Berikut adalah cara untuk mengetahui hal tersebut:

Jika siklus kamu teratur:

Kamu dapat memperkirakan kapan kamu akan berovulasi dengan perhitungan yang simpel. Dalam siklus menstruasi, rata-rata ovulasi terjadi 14 hari sebelum menstruasi tiba atau dapat terjadi pada hari ke-14 pada siklus 28 hari.

Jika kamu mengurangi 14 hari dari panjang siklus yang kamu alami, kamu akan mendapatkan gambaran kapan kamu mengalami ovulasi.

Misalnya saja, siklus menstruasi teratur yang kamu alami 30 hari, lalu angka tersebut dikurangi 14, maka hasilnya adalah 16. Jadi kemungkinan kamu akan mengalami ovulasi disekitar hari ke-16.

Jika siklus kamu tidak teratur:

Namun, jika kamu mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur, kamu dapat mengetahuinya melalui tanda-tanda ovulasi yang ditunjukkan oleh tubuhmu seperti yang sudah disebutkan di atas.

Jika kamu sudah melihat adanya tanda-tanda ovulasi, sebaiknya kamu dan pasangan berhubungan di waktu tersebut. Berhubungan saat ovulasi atau 2 sampai 3 hari menjelang ovulasi dapat meningkatkan peluang kehamilan antara 20 hingga 30 persen.

Jika telah memahami tentang masa subur atau ovulasi, kamu juga perlu memerhatikan gaya hidup yang sehat, agar peluang kehamilan tinggi. Selain berhubungan saat ovulasi, hal lain yang bisa mendukung terjadinya kehamilan antara lain:

  • Hindari merokok. Tahukah Moms, bahwa penggunaan produk tembakau bisa mengurangi kesuburan dan bisa berdampak pada kesehatan serta perkembangan janin lho. Jadi selalu hindari rokok ya.
  • Batasi asupan alkohol. Selain rokok, baik Moms dan suami juga disarankan untuk membatasi konsumsi alkohol. Karena alkohol bisa mengurangi kesuburan baik pria dan juga wanita. Selain itu, alkohol juga bisa membahayakan janin.
  • Pertahankan berat badan normal. Orang dengan berat badan berlebih, atau kekurangan berat badan cenderung mengalami siklus ovulasi yang tidak teratur.

Itulah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui masa subur. Dengan mengetahui masa subur dan memerhatikan tanda-tanda ovulasi, kamu akan lebih mudah untuk memperoleh kehamilan.

Namun, jika kamu tidak kunjung mendapatkan kehamilan, sebaiknya berkonsultasilah pada dokter. Jika kamu juga mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur atau sulit untuk menentukan masa subur sendiri, cobalah untuk berkonsultasi kepada dokter.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthline (2016). Diakses pada 28 April 2020. Ovulation: When Am I Most Fertile? 

Medical News Today (2020). Diakses pada 28 April 2020. What Days Can You Get Pregnant? 

The Bump (2020). Diakses pada 28 April 2020. Ovulation Symptoms: 7 Signs of Ovulation 

Very Well Family (2020). Diakses pada 28 April 2020. 8 Signs of Ovulation That Help Detect Your Most Fertile Time 

    register-docotr