Kehamilan

4 Tips Merenovasi Rumah Selama Hamil agar Tetap Aman bagi Kesehatan

September 4, 2020 | Dewi Nurfitriyana | dr.Raja Friska Yulanda
feature image

Kehamilan mengharuskan setiap pasangan melakukan banyak perubahan. Tak hanya seputar gaya hidup, tetapi bisa juga sampai menyesuaikan area rumah agar bisa menyambut si Kecil dengan optimal.

Akan tetapi apakah merenovasi rumah selama hamil aman untuk dilakukan? Risiko apa yang muncul jika Moms melakukan berbagai perbaikan padahal sedang mengandung?

Risiko kesehatan yang muncul akibat merenovasi rumah selama hamil

Menjalani masa kehamilan mengharuskan Moms untuk tidak hanya memerhatikan kesehatan diri sendiri. Namun, juga bagaimana janin yang ada di dalam kandungan tetap sehat sampai lahir ke dunia.

Hal ini juga berlaku ketika Moms hendak melakukan renovasi rumah. Terdapat beberapa risiko kesehatan yang bisa muncul selama proses ini dilakukan.

Terpapar zat-zat kimia yang berbahaya

Ketika merenovasi rumah, seringkali Moms harus turut berkecimpung membersihkan berbagai sudut ruangan yang hendak diperbaiki.

Kondisi ini secara tidak langsung membuat Moms harus terpapar zat-zat kimia yang terdapat pada beragam produk pembersih.

Misalnya, dilansir dari Parents, pembersih jendela umum mengandung glycol yang bisa meningkatkan risiko terjadinya keguguran. Jadi ada baiknya Moms memilih produk pembersih yang organik saja.

Baca juga: Praktis dan Mudah Diolah, Apa Kandungan Gizi yang Dimiliki Telur?

Tips merenovasi rumah dengan aman selama masa kehamilan

Untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan terseut di atas, Moms dapat menerapkan beberapa tips berikut ini.

Perlindungan debu

Dilansir dari Quality-Craftsmen, selain bisa menyebabkan alergi, debu yang berasal dari dinding maupun atap, juga dapat merusak perabotan yang ada.

Untuk mengatasinya, Moms bisa melindungi diri dan perabotan dari debu dengan membuka ventilasi rumah selama proses renovasi. Menutup perabotan dengan kain basah juga bisa membantu debu menempel, dan tidak berterbangan di permukaan udara.

Dengan begitu diharapkan risiko Moms menghirup debu menjadi semakin kecil. Moms pun dapat terhindar dari risiko timbul alergi maupun gangguan pernapasan.

Cermat memilih cat

Jika Moms berencana untuk mengecat ruangan, konsultasikan hal ini terlebih dahulu kepada dokter. Kandungan VOC di dalam cat, tidak hanya bisa memicu mual tapi dapat membahayakan janin.

Usahakan untuk memilih jenis cat yang mengandung VOC rendah, atau bahkan tanpa VOC sama sekali. Selain itu, pastikan pula untuk senantiasa membuka jendela dan pintu selama proses pengecatan.

Ini akan membantu udara yang mengandung partikel-partikel VOC mengalir ke luar ruangan dengan lebih baik.

Pemasangan lantai

Jika saat ini kondisi lantai di rumah sudah rusak dan sangat perlu diperbaiki. Maka ada beberapa hal yang perlu dicatat agar proses perbaikannya berlangsung dengan aman.

Misalnya, ketika proses pembongkaran lantai, usahakan untuk memastikan setiap partikel yang berpotensi berbahaya telah terlepas seluruhnya.

Selanjutnya, Moms mungkin akan mempertimbangkan memasang lantai yang dipasangi karpet. Tujuannya, untuk mencegah Moms maupun si Kecil terpeleset saat belajar berjalan nanti. Proses ini akan melibatkan bahan-bahan kimia terutama lem yang digunakan untuk merekatkan karpet.

Pilih lem yang tidak memiliki kandungan beracun, dan cari tahu berapa lama ia menguap ke permukaan udara. Sedikit tips, kayu dan keramik juga disarankan untuk dipasang di rumah keluarga yang sedang menanti kelahiran si Kecil.

Baca juga: Daftar Tanaman Obat Diabetes yang Bisa Bantu Turunkan Kadar Gula Darah

Biarkan material kering sebelum dipasang

Jangan memasang material yang masih basah, karena bisa menyebabkannya berjamur dan pemasangan menjadi tidak sempurna.

Hal ini berlaku misalnya untuk kayu yang bisa menjadi basah selama proses penggilingan. Kayu juga bisa menjadi lembab jika terkena hujan atau embun selama konstruksi.

Ada juga banyak jenis kayu yang terkontaminasi jamur tichoderma. Oleh karena itu, kayu harus dibiarkan mengering sebelum dipasang di dalam bangunan rumah.


Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Dangers of renovating or building while pregnant and around children, https://www.iamhome.com.au/post/dangers-of-renovating-while-pregnant#:~:text=Ideally%2C%20pregnant%20women%20and%20children,with%20long%2Dlasting%20health%20consequences. diakses pada 3 Agustus 2020

Home Remodeling and Pregnancy: What to Know on Keeping Safe, https://quality-craftsmen.com/2016/05/home-remodeling-pregnancy-know-keeping-safe/ diakses pada 3 Agustus 2020

6 Hidden Home Hazards During Pregnancy, https://www.parents.com/pregnancy/my-body/is-it-safe/6-hidden-home-hazards-during-pregnancy/ diakses pada 3 Agustus 2020

 

    register-docotr