Takut Mual Saat di Perjalanan? Berikut 5 Tips yang Patut Dicoba

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Menjelang hari raya Idul Fitri umumnya kita akan disibukkan dengan rencana pulang ke kampung halaman. Salah satu persiapan yang harus kita lakukan di antaranya adalah bagaimana mengatasi mual saat mudik lebaran.

Tak hanya jarak yang menguras tenaga, perjalanan ini juga seringkali harus dilalui dengan mabuk perjalanan yang tidak menyenangkan. Untuk itu, ada baiknya kamu mencari tahu bagaimana mengatasi mual saat mudik lebaran.

Nah, berikut sejumlah tips yang patut dicoba untuk mengatasi mual saat mudik lebaran nanti.

Penyebab rasa mual

Perlu diketahui setiap gerakan yang kita lakukan akan direspons secara bersamaan melalui jalur yang berbeda-beda kepada otak. Ada yang lewat mata, telinga bagian dalam, lapisan kulit dan lain-lain.

Lain halnya ketika mual terjadi, saat itu ada ketidakseimbangan sinyal ke otak sehingga tubuh merespons dengan rasa pusing, mual, bahkan muntah.

Misalkan kalau kamu mudik menggunakan kapal laut. Apabila di perjalanan kamu hanya menunduk, telinga bagian dalam akan terasa naik turun, sementara pandangan mata tetap statis. Nah, kondisi inilah yang menyebabkan sinyal pergerakan ke otak menjadi tidak terkoordinasi.

Cara mudah mengatasi mual saat mudik lebaran

Ada banyak cara yang bisa kamu coba agar dapat menikmati perjalanan mudik dengan nyaman tanpa harus membatalkan puasa. Beberapa di antaranya adalah:

Memandang ke luar jendela

Melihat pemandangan di luar menjadi salah satu trik andalan untuk mengatasi mual saat mudik lebaran. Jarak pandang yang jauh bisa membantu saraf-saraf keseimbangan agar bisa memberi sinyal yang tepat kepada otak.

Kamu juga perlu mengatur ulang posisi duduk agar sejajar dengan arah perjalanan. Jika mudik memakai mobil, senderkan kepala ke sandaran jok agar tubuh terasa nyaman.

Selain itu, membuka sedikit jendela untuk mendapatkan udara segar juga bisa mengurangi rasa ingin muntah selama di perjalanan.

Kurangi asupan makanan sebelum lakukan perjalanan

Perut yang terlalu penuh akan membuat risiko mual selama di perjalanan semakin besar.

Ini dikarenakan makanan yang terlalu banyak akan membuat organ lain di dalam perut terdorong sehingga menimbulkan rasa mual.

Untuk itu, ada baiknya hindari makan berlebihan sebelum berangkat mudik. Usahakan untuk tidak mengonsumsi makanan yang bercita rasa pedas, terlalu berminyak, atau memiliki bau menyengat.

Semua jenis makanan tersebut bisa memicu mual pada perut selama kamu melakukan perjalanan pulang kampung.

Hindari aktivitas membaca buku atau melihat gadget

Menghabiskan waktu di perjalanan dengan membaca atau melihat media sosial memang terdengar menyenangkan. Tapi bagi kamu yang sering mabuk perjalanan sebaiknya tidak melakukan kedua kegiatan tersebut saat mudik.

Membaca di perjalanan akan membuat mata, telinga, dan otak sulit mencerna informasi secara bersamaan. Inilah yang membuat otak kebingungan menentukan respons yang harus diterima tubuh sehingga kamu jadi merasa mual.

Kamu bisa beralih pada audiobook, atau mengobrol dengan teman sebagai aktivitas membunuh waktu selama berada di dalam kendaraan.

Tidur dengan posisi yang nyaman

Rasa pusing yang muncul selama di dalam kendaraan bisa dikurangi dengan memejamkan mata sejenak.

Selain membuat tubuh rileks, tidur juga membantu sensor keseimbangan pada tubuh mengirim sinyal yang benar pada otak. Posisikan badan senyaman mungkin. Jika perlu bawa bantal leher agar perjalanan mudik semakin nyaman.

Hirup essential oil bernuansa segar

Beberapa wewangian seperti essential oil beraroma jahe, atau lavender juga bisa membantu mengatasi mual saat mudik lebaran.

Mengutip Healthline aromatheraphy jenis peppermint sudah umum digunakan untuk mengatasi mual pada pasien yang dirawat di rumah sakit.

Ada banyak cara yang bisa kamu coba untuk menerapkan tips yang satu ini. Namun yang dianggap paling minim risiko adalah dengan meneteskan beberapa drop essential oil ke mesin diffuser.

Jangka waktu maksimal penggunaan essential oil melalui mesin diffuser adalah satu jam. Jika ini tidak memungkinkan, kamu bisa menghirup essential oil tersebut dari botol secara langsung selama di perjalanan.

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar kesehatan? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Caranya, buka aplikasi Grab kemudian pilih fitur Kesehatan, atau langsung klik di sini.

What’s to know about motion sickness? https://www.medicalnewstoday.com/articles/176198#causes diakses pada 25 April 2020
10 Tips to Beat Motion Sickness
21 Motion Sickness Remedies to Ease Nausea, Vomiting, and More https://www.healthline.com/health/motion-sickness-remedies diakses pada 25 April 2020
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin