Jangan Abaikan Bekas Luka, Ternyata Ini Penyebab Keloid

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Salah satu jenis bekas luka yang mengganggu penampilan yaitu keloid. Hal tersebut karena warnanya cukup kontras dengan kulit disekitarnya dan memiliki bentuk yang tebal. Tentu saja bekas luka ini tidak timbul secara tiba-tiba, melainkan ada beberapa penyebab keloid. 

Apa itu keloid? 

Dilansir dari Healthline, ketika kulit terluka jaringan fibrosa atau yang disebut jaringan parut terbentuk di atas luka untuk memperbaiki dan melindungi cedera.

Namun dalam beberapa kasus, jaringan parut tersebut malah tumbuh secara berlebihan dan membentuk pertumbuhan yang halus serta keras. Hal itulah yang disebut sebagai keloid.

Keloid bisa jauh lebih besar dari luka aslinya. Bekas luka seperti keloid ini paling umum ditemukan pada bagian dada, bahu, telinga, dan pipi. Namun, keloid juga dapat tumbuh di bagian tubuh mana pun dan biasanya dipicu karena bekas luka. 

Meskipun keloid tidak berbahaya bagi kesehatan, namun dapat mengganggu penampilan kamu. 

Baca juga: Say Goodbye pada Bekas Luka, Begini Cara Menghilangkannya

Penyebab keloid

Sebagian besar jenis cedera kulit dapat menyebabkan jaringan parut atau yang disebut sebagai keloid. Berikut ini beberapa luka yang berpotensi besar menimbulkan keloid pada bagian tubuh. 

1. Luka bakar 

Ketika kamu mengalami luka bakar, sebaiknya segera diobati dengan benar. Jika tidak, bekas luka ini akan menimbulkan keloid yang cukup serius. 

Perlu kamu ketahui bahwa luka bakar bukan berarti hanya disebabkan karena api, tapi ketika kamu terkena air panas, paparan sinar matahari secara terus-menerus, sampai setruman listrik itu juga bisa menjadi beberapa penyebab dari keloid. 

2. Bekas luka jerawat 

Setiap orang memiliki potensi untuk terkena keloid. Bagi kamu yang memiliki lebih banyak potensi terkena keloid biasanya luka-luka akibat jerawat dan bisul pun bisa menjadi faktor penyebabnya loh. 

Demi menghindari timbulnya keloid akibat bekas luka jerawat, sebaiknya kamu jagalah kebersihan tubuh dengan benar serta menjaga asupan makanan agar tidak memicu bisul. 

3. Tindik kuping 

Menindik kuping tanpa mempertimbangkan kebersihan alat-alat yang dipakai bisa menjadi penyebab infeksi. Jika terjadi infeksi saat pemakaian alat yang digunakan untuk tindik kuping karena kurang steril bisa dengan cepat menimbulkan keloid tumbuh. 

Tak hanya itu saja, ada juga beberapa kasus yang menyepelekan prosedur perawatan sesudah melakukan tindik kuping. Misalnya sering menyentuh area yang luka tanpa cuci tangan terlebih dahulu. Tentu saja hal itu membuat bagian yang ditindik infeksi. 

Jika ingin tetap melakukannya, kamu harus disiplin pada diri sendiri untuk selalu menjaga kebersihan. 

4. Goresan 

Biasanya luka goresan ini disebabkan karena benda tajam atau operasi. Bagi kamu yang mengalami luka goresan baik karena kecelakaan kecil maupun besar, sangat berisiko menjadi keloid. 

Begitu juga ketika kamu sedang operasi, risiko keloid tersebut mungkin saja terjadi. Meskipun segala peraturan keamanan sampai kebersihan terjamin, namun bekas luka itu bisa saja timbul sebagai keloid. 

5. Penyebab Lain

Beberapa penyebab lainnya juga bisa memicu timbulnya keloid seperti bekas luka cacar air, sayatan bedah hingga akibat suntikan vaksinasi. 

Diperkirakan 10 persen orang pasti mengalami jaringan parut keloid. Baik pria dan wanita sama-sama cenderung memiliki risiko terkena bekas luka keloid. 

Faktor risiko lain yang terkait dengan pembentukan keloid meliputi orang-orang keturunan Asia, ibu-ibu yang sedang hamil, hingga orang-orang yang lebih muda dari 30 tahun. 

Keloid dan faktor genetik

Keloid cenderung memiliki komponen genetik yang berarti kamu lebih mungkin memiliki keloid, jika salah satu atau kedua orang tua memiliki bekas luka seperti itu.

Dilansir dari Healthline, Menurut sebuah penelitian, gen yang dikenal sebagai gen AHNAK dapat berperan dalam menentukan siapa yang mengembangkan keloid dan siapa yang tidak.

Para peneliti menemukan bahwa orang yang memiliki gen AHNAK lebih mungkin untuk terkena luka keloid daripada mereka yang tidak.

Jika kamu mengetahui mempunyai faktor-faktor risiko penyebab keloid, sebaiknya kamu menghindari beberapa hal seperti penindikan tubuh, operasi yang tidak perlu dan memasang tato. 

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar kesehatan kulit? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Caranya, buka aplikasi Grab kemudian pilih fitur Kesehatan, atau langsung klik di sini.

  1. Healthline.com (2019) diakses 28 Juni 2020. Everything You Need to Know About Keloid Scars
  2. Medicalnewstoday.com (2017) diakses 28 Juni 2020. How do you get rid of keloids?
  3. Aad.org (2020) diakses 28 Juni 2020. KELOIDS: WHO GETS AND CAUSES

 

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin