Benarkah Penyebab Bell’s Palsy Akibat Sering Terpapar AC? Simak Penjelasannya Berikut Ini!

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Penyebab bell’s palsy karena AC menjadi suatu kekhawatiran dan perlu diketahui akibat jangka panjangnya sejak dini. Bell’s palsy sendiri merupakan kelumpuhan atau kelemahan parah pada otot-otot di satu sisi wajah.

Biasanya, hal ini akan ditandai dengan satu sisi wajah yang tidak bisa digerakkan ketika bangun di pagi hari. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut yuk simak penjelasan mengapa penyebab bell’s palsy karena AC dapat terjadi.

Baca juga: Daftar Tanaman Obat Diabetes yang Bisa Bantu Turunkan Kadar Gula Darah

Bagaimana penyebab bell’s palsy karena AC dapat terjadi?

Seseorang yang menderita bell’s palsy umumnya akan mengalami ketidakmampuan untuk mengontrol otot di satu sisi wajah secara tiba-tiba. Sisi wajah yang terpengaruh cenderung terkulai dan kelemahan tersebut dapat memengaruhi produksi air liur, air mata, serta indera perasa.

Dilansir dari Medical News Today, umumnya kelemahan atau kelumpuhan yang mempengaruhi wajah kemungkinan adalah bell’s palsy dan bukan stroke.

Namun, perlu diketahui juga dalam kasus yang sangat jarang bell’s palsy dapat memengaruhi kedua sisi wajah. Bell’s palsy bisa terjadi akibat infeksi yang sama dengan penyebab luka dingin serta herpes genital.

Beberapa virus lain yang berkaitan dengan bell’s palsy, yakni virus cacar air, virus Epstein-Barr, virus gondong, hingga influenza B. Nah di samping itu, ada pula penjelasan penyebab bell’s palsy karena AC seperti berikut ini:

Perubahan suhu drastis

Penyebab bell’s palsy karena AC biasanya dialami oleh kebanyakan orang yang menggunakan pendingin ruangan satu ini dalam kehidupan sehari-hari.

Perubahan tiba-tiba dari suhu yang sangat hangat di luar ruangan ke suhu dingin di dalam ruangan merupakan alasan utama terjadinya bell’s palsy.

Untuk itu, bell’s palsy diketahui juga sebagai kelumpuhan yang disebabkan oleh peradangan saraf wajah di tengkorak. Tak hanya itu, bell’s palsy juga bisa mengakibatkan otot wajah terkulai, berkedut, lemas, mengeluarkan air liur, nyeri di sekitar telinga, dan meningkatkan kepekaan terhadap suara.

Nah, pada permulaan musim panas biasanya dokter menyarankan orang-orang dari segala kelompok usia untuk berhati-hati dan mencari bantuan medis jika wajah terasa mati rasa secara tiba-tiba.

Selain perubahan suhu akibat penggunaan AC, tidur di suhu yang sangat dingin ketika rambut masih basah juga bisa menyebabkan fluktuasi secara tiba-tiba. Karena itu, usahakan untuk mengeringkan rambut sebelum tidur agar terhindar dari masalah kelumpuhan otot wajah atau bell’s palsy.

Gejala dan tanda bell’s palsy mungkin datang secara tiba-tiba dan biasanya akan diawali dengan kelumpuhan ringan hingga total pada satu sisi wajah.

Beberapa gejala lainnya yang menyertai, yakni sulit membuat ekspresi wajah, tidak dapat menutup mata atau tersenyum, dan terasa sakit di sekitar rahang atau bagian belakang telinga.

Bell’s palsy merupakan kondisi yang lebih umum memengaruhi orang dengan usia 15 hingga 60 tahun, penderita diabetes, serta wanita hamil. Namun, penyebab bell’s palsy karena AC juga dapat terjadi pada pria.

Baca juga: Yuk Ketahui, Ini Dia Beberapa Jenis Gangguan Pendengaran yang Biasa Terjadi

Bisakah penyebab bell’s palsy karena AC diobati?

Kasus bell’s palsy yang ringan biasanya hilang dalam waktu satu bulan dan pemulihan kondisi parah bisa lebih lama. Nah, penyebab bell’s palsy karena AC juga bisa meningkatkan risiko terjadi komplikasi lainnya.

Beberapa komplikasi yang dimaksud adalah kerusakan permanen pada saraf wajah, kebutaan sebagian atau keseluruhan mata, dan pertumbuhan saraf tidak normal.

Untuk menghindari komplikasi lebih lanjut, ada baiknya untuk mengubah gaya hidup terutama penggunaan AC di dalam ruangan. Gaya hidup dan pengobatan rumahan yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah bell’s palsy, seperti:

Lindungi mata

Cara menangani bell’s palsy salah satunya adalah dengan menggunakan obat tetes mata pada siang hari dan salep mata di malam hari. Hal ini dilakukan untuk menjaga mata agar tetap lembab dan menghindari masalah kesehatan yang lebih serius.

Konsumsi obat pereda nyeri

Obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti aspirin dan ibuprofen atau acetaminophen bisa membantu meringankan rasa sakit akibat kelumpuhan otot wajah. Gunakan secara rutin dan sesuai dosis dengan keparahan gejala dapat membantu mengatasi masalah yang dialami.

Lakukan latihan terapi fisik

Memijat dan melatih wajah sesuai dengan saran ahli terapi fisik bisa membantu mengendurkan otot wajah. Dokter akan menyarankan terapi ini karena dapat meringankan rasa sakit dan mengatasi kelumpuhan yang terjadi.

Masalah kesehatan lainnya bisa ditanyakan pada dokter di Good Dokter. Konsultasikan juga secara online hanya di Grabhealth Apps, ya!

  1. Medical News Today (2017), diakses 6 Agustus 2020. What are the causes of Bell’s palsy?
  2. Mayo Clinic (2020), diakses 6 Agustus 2020. Bell’s palsy
  3. KhaleejTimes (2018), diakses 6 Agustus 2020. Excessive use of AC may cause facial paralysis, warn UAE doctors
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin