Pahami Jenis-jenis Kolesterol, Manfaat serta Risikonya

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Kolesterol adalah senyawa lemak yang diproduksi secara alami oleh hati. Berdasarkan fungsi, kolesterol sangat dibutuhkan oleh tubuh. Beberapa di antaranya, seperti:

  • Membantu dalam memproduksi sejumlah hormon
  • Membantu dalam membangun sel-sel sehat dalam tubuh
  • Membantu produksi empedu di hati

Selain diproduksi oleh hati, kolesterol juga bisa didapatkan melalui produk hewani seperti daging dan susu. Namun, bila kadarnya terlalu tinggi, kolesterol akan terus menumpuk di pembuluh darah dan bisa mengganggu aliran darah.

Akibatnya akan meningkatkan risiko bebeberapa penyakit tidak menular, seperti penyakit jantung dan stroke.

Jenis-jenis kolesterol

Lipoprotein adalah senyawa yang paling sering tersebut saat membicarakan kolesterol. Karena lipoprotein ini adalah senyawa yang terbuat dari lemak dan protein yang berfungsi membawa kolesterol ke seluruh tubuh.

Lipoprotein ini diproduksi oleh hati dan dikenal dengan dua istilah, yaitu Low-density lipoprotein (LDL) dan High-density lipoprotein (HDL).

Low-density lipoprotein (LDL)

LDL sering dikenal sebagai kolesterol jahat. LDL berfungsi membawa kolesterol ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah arteri (pembuluh yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh).

Menurut American Heart Association, kadar LDL yang terlalu tinggi akan membuat pembuluh darah arteri tersumbat. Penyumbatan ini akan menyebabkan terjadinya penyakit jantung atau stroke.

High-density lipoprotein (HDL)

Berbeda dengan LDL, HDL sering dikenal sebagai kolesterol baik. HDL berfungsi mengembalikan kolesterol yang berlebih kembali ke hati untuk dihancurkan dan dikeluarkan dari tubuh.

HDL juga membantu menjaga kesehatan sistem kardiovaskular dan membantu memusnahkan LDL dari arteri. Kadar HDL tinggi dalam tubuh terbukti melindungi diri kamu terhadap stroke dan penyakit jantung.

Trigliserida

Saat kamu memeriksa kadar kolesterol, selain LDL dan HDL, ada lemak lain yang juga akan ikut diperiksa, yaitu trigliserida. Trigliserida adalah jenis lemak yang juga ada dalam tubuh.

Trigliserida berguna sebagai sumber tenaga karena berasal dari aktivitas tubuh yang mengubah sisa kalori yang tidak terpakai.

Saat kamu makan, tubuh akan mengubah kalori yang tidak terpakai menjadi trigliserida, menyimpannya dalam sel-sel lemak tubuh, lalu kemudian hormon akan melepaskan trigliserida menjadi energi.

Namun, jika kamu sering mengonsumsi kalori lebih banyak daripada yang mampu dibakar oleh tubuh, kamu juga akan berisiko meningkatkan kadar trigliserida dalam tubuh.

Seperti halnya kolesterol, kadar trigliserida tinggi akan berisiko menyebabkan stroke dan penyakit jantung.

Periksakan kadar kolesterol secara rutin. Foto: Shutterstock.com

Kadar kolesterol normal

Mengetahui kadar LDL dan HDL dalam tubuh merupakan langkah penting agar kamu sadar dan peduli terhadap berbagai risiko penyakit kronis, seperti penyakit jantung dan stroke.

Untuk itu tes profil lipid atau pengukuran kadar kolesterol dalam darah perlu dilakukan.

Tes profil lipid dapat menunjukkan jumlah total dari LDL, HDL, dan jumlah trigliserida yang ada dalam tubuh.

Kadar kolesterol pada orang dewasa

Seiring bertambahnya usia, kadar kolesterol juga cenderung akan meningkat. Pria pada umumnya memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan wanita. Sedangkan wanita memiliki risiko tinggi saat mulai memasuki usia menopause.

Saat kadar estrogen meningkat selama siklus menstruasi wanita, maka kadar HDL juga ikut naik, dan kadar LDL pun menurun.

Namun saat menopause, kadar estrogen wanita cenderung menurun dan dipercaya sebagai salah satu alasan mengapa wanita lebih berisiko untuk terkena penyakit jantung.

Kadar kolesterol yang dibutuhkan pada orang dewasa

  • Kadar LDL yang baik dalam darah adalah kurang dari 100 mg/dl, dan akan membahayakan kesehatan Anda bila kadarnya mencapai 160 mg/dl atau lebih
  • Kadar HDL yang baik dalam tubuh adalah 40 mg/dl atau lebih, dan dapat dikatakan rendah bila kadarnya kurang dari 40 mg/dl
  • Kadar trigliserida yang baik dalam darah adalah kurang dari 150 mg/dl, dan termasuk dalam kategori tinggi bila kadarnya mencapai 200 mg/dl atau lebih

Total jumlah kadar kolesterol gabungan dari LDL, HDL dan trigliserida dalam setiap desiliter darah yang baik bagi tubuh orang dewasa adalah kurang dari 200 mg/dl.

Apabila kadar totalnya mencapai 240 mg/dl atau lebih maka masuk dalam kategori tinggi.

Kadar kolesterol pada anak-anak

Selain orang dewasa, anak-anak juga memiliki risiko peningkatan kadar kolesterol yang akan berujung pada timbulnya berbagai penyakit.

Berdasarkan pedoman dari Journal of the American College of Cardiology (JACC), berikut jumlah kadar kolesterol yang dibutuhkan pada anak-anak:

  • Kadar LDL yang baik untuk anak berada pada angka 110 mg/dL, dan akan berbahaya jika kadarnya sudah memasuki angka 130 mg/dL
  • Kadar HDL yang dianggap normal adalah 45 mg/dL, dan akan berbahaya jika angkanya lebih rendah seperti dari angka tersebut
  • Kadar trigliserida yang baik bagi anak 0-9 tahun adalah kurang dari 75 mg/dL dan dikatakan tinggi bila mencapai 100 mg/dL atau lebih
  • Kadar trigliserida yang baik bagi anak 10-19 tahun adalah kurang dari 90 mg/dL dan dikatakan tinggi bila mencapai 130 mg/dL atau lebih

Total jumlah kadar kolesterol gabungan dari LDL, HDL, dan trigliserida dalam setiap desiliter darah yang baik bagi tubuh anak berada pada angka 170 miligram (mg) per desiliter (dL).

Batas akhir dari kadar kolesterol yang dianggap normal adalah 170-199 mg/dL. Namun apabila angkanya mencapai 200 mg/dL atau lebih, bisa dikatakan kadar koleseterol tersebut terlalu tinggi dan tidak normal untuk anak-anak.

Bahaya kolesterol tinggi dalam tubuh

Aterosklerosis

Apabila kadar kolesterol dalam tubuh dibiarkan berada pada level yang terlalu tinggi atau berlebih, maka akan menumpuk dan membentuk plak pada dinding pembuluh arteri sehingga dinding arteri pun menyempit.

Kondisi berbahaya seperti ini biasa disebut dengan aterosklerosis atau penumpukan plak yang terjadi pada dinding pembuluh darah arteri. Jika ini terjadi, maka akan menyumbat aliran darah sebagian atau seluruhnya dan menyebabkan penyakit jantung koroner.

Jika aterosklerosis terjadi pada pembuluh darah arteri yang memasok darah ke jantung atau (arteri koroner), kemungkinan besar kamu akan mengalami rasa nyeri pada dada.

Jika tidak segera diatasi penyumbatan tersebut akan menimbulkan beberapa masalah seperti:

  • Serangan jantung
  • Penyakit arteri karotid  atau penyumbatan pembuluh darah yang mengantarkan darah ke otak dan kepala
  • Penyakit arteri perifer  atau penyumbatan pembuluh darah ke arteri yang memasok darah ke saluran usus, kaki, dan kaki
  • Stroke

Gangguan pada sistem saraf

Otak mengandung sekitar 25 persen seluruh persediaan kolesterol tubuh yang sangat dibutuhkan untuk pengembangan dan perlindungan sel-sel saraf.

Namun, meskipun begitu, kolesterol yang berlebihan dalam arteri juga dapat menyebabkan beberapa masalah pada sistem saraf, seperti:

  • Stroke
  • Kerusakan memori
  • Kesulitan mengingat
  • Kesulitan berbicara

Gangguan pada sistem pencernaan

Kolesterol merupakan elemen yang sangat penting dalam sistem pencernaan karena berfungsi untuk memproduksi empedu. Empedu mampu membantu tubuh kamu menghancurkan makanan dan menyerap nutrisi dalam usus.

Namun, kolesterol yang terlalu banyak atau berlebih dalam empedu akan membentuk kristal yang berisiko menjadi batu keras di dalam kantong empedu.

Penyebab kolesterol tinggi

Tinggi rendahnya kadar LDL dan HDL dalam tubuh disebabkan oleh alasan yang berbeda bagi setiap orang. Berikut beberapa di antaranya:

Usia

Kadar LDL pada setiap orang akan meningkat saat kamu mulai memasuki usia 20 tahun. Setelah itu, kadar LDL akan terus meningkat tergantung pada gaya hidup dan kesadaran kamu dalam menjaga kesehatan.

Semakin bertambah usia, perubahan fungsi dan metabolisme tubuh juga semakin menurun. Sehingga tidak heran orang lanjut usia akan memiliki jumlah LDL yang lebih besar daripada mereka yang masih muda.

Gaya hidup tidak sehat

Merokok dan mengonsumsi makanan yang mengandung kolesterol tinggi seperti gorengan, susu full cream, kulit ayam, dan jeroan akan menyebabkan kadar LDL kamu meningkat.

Obesitas

Orang dengan berat badan berlebih cenderung memiliki kadar LDL yang tinggi. Untuk itu menjaga berat badan ideal akan membantu tubuh kamu tetap sehat.

Riwayat kesehatan keluarga

Kolesterol tinggi dalam tubuh juga bisa diwariskan dari keluarga. Jika keluarga kamu memiliki riwayat kolesterol tinggi, maka kamu memiliki kemungkinan akan memiliki risiko yang sama.

Kapan harus ke dokter?

Bagi anak-anak sebelum usia 18 tahun, disarankan untuk rutin melakukan pemeriksaan kolesterol paling tidak satu atau dua kali.

Namun, jika keluarga memiliki riwayat penyakit jantung dan obesitas, maka rekomendasi kunjungan ini dapat berubah sesuai kondisi anak tersebut melalui anjuran dokter.

Sedangkan untuk orang dewasa dengan usia di atas 20 tahun dan tidak memiliki masalah kesehatan, maka direkomendasikan untuk melakukan pemeriksaan kolesterol setiap 4 hingga 6 tahun sekali.

Kamu juga harus mulai mempertimbangkan untuk melakukan pemeriksaan apabila mengalami hal-hal seperti:

  • Memiliki kelebihan berat badan atau obesitas
  • memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung

Cara tepat menurunkan kolesterol

Ada dua cara yang umum dilakukan untuk menurunkan kadar LDL dalam darah. Petama dengan menerapkan metode gaya hidup sehat. Kedua dengan konsumsi obat.

Therapeutic Lifestyle Changes

Metode Therapeutic Lifestyle Changes banyak dikenal orang dengan istilah TLC Diet. TLC diet adalah pola diet sehat yang direkomendasikan oleh Program Pendidikan Kolesterol Nasional.

Program ini merupakan bagian dari National Institutes of Health untuk mengendalikan hiperkolesterolemia.

Mengutip dari American College of Cardiology, TLC diet dikatakan dapat membantu menurunkan kadar LDL dalam darah melalui tiga cara, yaitu:

Diet sehat

Orang yang menjalankan diet TLC harus memiliki asupan harian kurang dari 7 persen kalori yang mengandung lemak jenuh dan kurang dari 200 miligram kolesterol makanan. Beberapa makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi adalah:

  • Buah-buahan
  • Sayuran
  • Biji-bijian
  • Produk susu rendah lemak atau tanpa lemak
  • Ikan
  • Unggas tanpa kulit
  • Daging tanpa lemak

Manajemen berat badan

Orang dengan kelebihan berat badan direkomendasikan untuk melakukan manajemen berat badan. Selain diet TLC, manajemen berat badan juga merupakan bagian penting untuk menurunkan kadar LDL.

Beberapa kriteria orang yang direkomendasikan untuk mengikuti manajemen berat badan adalah:

  • Orang yang memiliki kadar trigliserida tinggi
  • Orang dengan tingkat HDL rendah
  • Pria yang mengalami kegemukan dengan ukuran pinggang lebih dari 40 inci
  • Wanita yang mengalami kelebihan berat badan dengan ukuran pinggang lebih dari 35 inci

Olahraga

Olahraga secara teratur akan membantu kadar kolesterol tetap barada pada batas normal. Setidaknya, berolahragalah selama 30 sampai 60 menit per hari.

Selain akan membantu kamu menurunkan berat badan, olahraga juga akan meningkatkan kadar HDL yang secara langsung akan menurunkan kadar LDL dalam darah juga.

Berhenti merokok

Merokok akan menurunkan HDL baik kamu. Selain itu, tembakau dalam rokok juga dapat meningkatkan kadar trigliserida dalam darah. Selain itu, merokok juga dapat melukai dinding pembuluh darah kamu.

Berhenti merokok akan menjadi obat alami yang dapat membantu kamu mengendalikan kadar kolesterol dalam darah.

Kurangi stres

Cobalah untuk meminimalkan situasi stres sebanyak mungkin di manapun kamu beraktivitas. Tingginya tingkat stres yang kamu alami akan menyebabkan peningkatan kadar LDL secara tidak langsung.

Beberapa penelitian mengatakan bahwa tingginya tingkat stres akan menyebabkan kamu melakukan kebiasaan yang tidak sehat seperti:

  • Mengonsumsi makanan yang kurang sehat
  • Meningkatkan risiko obesitas
  • Melakukan diet yang kurang sehat

Obat penurun kolesterol

Bagi beberapa orang yang tidak cukup hanya melakukan cara-cara alami tersebut, masih ada langkah pengobatan yang bisa dilakukan seperti mengonsumsi obat-obatan sebagai berikut:

  • Statin. Obat ini berfungsi menghalangi hati dari memproduksi kolesterol
  • Sekuestran asam empedu. Obat ini mampu mengikat asam empedu untuk dibuang dari tubuh dan mengurangi jumlah lemak yang diserap dari makanan
  • Inhibitor penyerapan kolesterol. Obat ini akan menurunkan trigliserida dalam darah
  • Vitamin B3 atau niacin (niasin). Suplemen ini berfungsi untuk menurunkan trigliserida

Hal yang harus diperhatikan

Jika kamu memilih untuk mengonsumsi obat-obatan penurun kolesterol, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan. Karena banyak orang sudah merasa aman untuk mengonsumsi makanan apa saja setelah ia minum obat tersebut.

Padahal, mengonsumsi obat kolesterol tinggi juga harus sejalan dengan melakukan diet sehat.

Jadi, apabila kamu memilih untuk mengonsumsi obat penurun kolesterol, kamu juga tetap perlu menjaga kadar HDL dan LDL dalam darah dengan menerapkan pola hidup sehat.

Jika kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar kolesterol, silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Caranya, buka aplikasi Grab kemudian pilih fitur Kesehatan, atau langsung klik di sini.

1. healthline (2018) diakses 5 Mei 2020. https://www.healthline.com/health/high-cholesterol/why-is-cholesterol-needed
2. mayoclinic diakses 5 Mei 2020. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-cholesterol/in-depth/triglycerides/art-20048186
3. kemkes.go.id (2018) diakses 5 Mei 2020. http://yankes.kemkes.go.id/read-kolesterol-4619.html
4. healthline (2019) diakses 5 mei 2020. https://www.healthline.com/health/high-cholesterol/levels-by-age#adults
5. healthline (2018) diakses 5 Mei 2020. https://www.healthline.com/health/cholesterol/effects-on-body#4
6. cardiosmart.org diakses 5 Mei 2020. https://www.cardiosmart.org/Healthwise/zx34/93/zx3493
7. medicalnewstoday (2020) diakses 3 Mei 2020. https://www.medicalnewstoday.com/articles/315900#treatment-options

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin