Penyakit Ginjal: Ketahui Berbagai Penyebab, Gejala, dan Pencegahannya

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Ginjal merupakan organ terpenting manusia yang berfungsi menyaring zat berbahaya. Sayangnya, ada banyak faktor yang bisa mengganggu dan menurunkan kinerjanya. Kondisi ini bisa berujung pada penyakit ginjal.

Berdasarkan data yang dirilis World Health Organization (WHO), ada 1,7 juta orang di seluruh dunia yang meninggal akibat penyakit ginjal tiap tahunnya. Melihat tingkat prevalensi yang masih tinggi, ada baiknya kamu juga mulai memerhatikan kesehatan ginjalmu ya.

Lalu, apa saja hal yang bisa memicu penyakit ginjal? Apakah penyakit ini dapat dicegah? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Mengenal penyakit ginjal

Penyakit ginjal mengacu pada semua kondisi yang mengganggu fungsi dan kinerja ginjal. Baik itu yang ringan hingga yang terparah dengan risiko kematian.

Saat penyakit ginjal terjadi, organ tersebut tidak bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Akibatnya, racun dan zat berbahaya di dalam tubuh menjadi sulit dibersihkan. Gangguan ginjal bisa terjadi pada satu atau seluruh bagian dari organ tersebut.

Baca juga: Selain Buang Racun Tubuh, Ini 7 Fungsi Ginjal yang Wajib Kamu Tahu!

Penyebab penyakit ginjal

Penyebab dari penyakit ginjal sangat beragam, tidak terpaku pada satu faktor saja. Hal-hal yang bisa memicu gangguan pada organ ini di antaranya adalah:

  • Gaya hidup tak sehat
  • Tekanan darah tinggi
  • Kurang minum
  • Sering menahan buang air kecil
  • Merokok
  • Kadar gula tinggi
  • Terlalu banyak asupan garam

Selain itu, penyakit ginjal juga bisa disebabkan oleh komplikasi gangguan kesehatan lain, seperti diabetes, lupus, dan infeksi bakteri.

Gejala penyakit ginjal

Gejala penyakit ginjal biasanya muncul secara bertahap, dari ringan hingga berat. Oleh karena itu, sangat penting untuk memerhatikan setiap tanda yang terasa dan terlihat pada tubuh, seperti:

  • Sakit punggung, yaitu muncul rasa nyeri tak biasa di sekitar tulang rusuk bagian bawah. Gejala ini adalah tanda paling umum, karena ginjal berada di area sekitar punggung.
  • Mudah lelah, disebabkan oleh penumpukan racun yang tidak berhasil disaring oleh ginjal.
  • Sulit tidur, dipicu oleh aliran darah yang tidak normal, disebabkan adanya racun yang belum tersaring oleh ginjal.
  • Kulit kering dan gatal, disebabkan oleh tidak seimbangnya kadar mineral. Ginjal yang rusak tidak mampu menjaga kadar nutrisi di dalam darah.
  • Darah di urine, disebabkan oleh kebocoran sel darah akibat tidak ada filtrasi dari ginjal.
  • Bengkak di kaki, disebabkan oleh retensi natrium berupa menumpuknya zat tersebut di satu lokasi.
  • Sering kram, disebabkan oleh ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh. Ginjal yang rusak tidak bisa mengendalikan kadar elektrolit dengan baik.

Jenis-jenis penyakit ginjal

Gumpalan pada ginjal menyerupai batu. Sumber foto: www.zdravaprica.com

Penyakit ginjal memiliki banyak jenis, mulai dari yang ringan hingga tahapan yang bisa mengancam nyawa. Gejala dan penyebabnya juga berbeda-beda. Ini dia tujuh penyakit ginjal yang sering dialami kebanyakan orang.

1. Batu ginjal

Penyakit ini adalah salah satu gangguan ginjal yang paling sering dialami banyak orang di seluruh dunia. Kondisi ini disebabkan oleh endapan keras menyerupai batu dari mineral dan garam.

Endapan itu muncul saat urine mengandung banyak zat pembentuk kristal. Zat-zat tersebut adalah limbah yang telah diproses di ginjal, biasanya berasal dari obat-obatan atau asupan nutrisi yang tidak seimbang.

Kristal-kristal kecil biasanya bisa keluar sendiri lewat air kencing. Tapi, jika endapan tersebut sudah terlalu besar, maka perlu dilakukan penanganan medis. Gejala yang paling bisa dirasakan adalah sakit perut seolah ada benda yang mengganjal.

2. Penyakit ginjal kronis

Penyakit ginjal kronis, atau yang juga disebut chronic kidney disease (CKD), adalah gangguan ginjal yang cukup parah. Penyakit ini biasanya didahului oleh beberapa penyakit ginjal lainnya yang tak kunjung membaik.

Kondisi ini dapat dipicu oleh tekanan darah yang terus naik, sehingga mengganggu kinerja glomerulus, bagian ginjal yang bertugas membersihkan darah dari racun. Glomerulus yang bentuknya menyerupai pembuluh kapiler bisa rusak jika tekanan darah tidak stabil.

Saat glimorulus kehilangan fungsinya, ginjal juga mulai mengalami penurunan daya. Akibatnya, tidak ada proses filtrasi atau penyaringan terhadap zat-zat berbahaya. Jika dibiarkan, keadaan ini dapat berubah menjadi penyakit gagal ginjal yang memiliki bahaya lebih tinggi.

3. Gagal ginjal

Gagal ginjal merupakan kondisi saat ginjal tak bisa menjalankan fungsinya, baik parsial maupun total. Ini adalah stadium paling tinggi dari CKD.

Saat ginjal tidak mampu membersihkan racun, maka nyawa menjadi terancam. Oleh karena itu, biasanya seseorang yang sudah memasuki tahap ini telah mendapat penanganan ketat di rumah sakit.

Gagal ginjal sendiri memiliki lima stadium, yang masing-masing dibedakan berdasarkan tingkat keparahannya. Pembiaran terhadap penyakit ini bisa meningkatkan risiko kematian.

Baca juga: Cegah Risiko, Kenali Faktor-faktor Penyebab Gagal Ginjal Berikut Ini!

4. Glomerulonefritis

Glomerulonefritis adalah peradangan pada glomerulus, bagian ginjal yang berfungsi menyaring cairan, limbah, dan elektrolit dari darah. Lalu, diteruskan menuju kandung kemih menjadi urine.

Glumerulonefritis biasanya dipicu oleh penyakit atau gangguan kesehatan yang sudah ada, seperti diabetes dan lupus. Pada beberapa kasus, inflamasi dapat mereda dengan sendirinya, tapi kamu tetap harus memeriksakan diri ke dokter. Ini untuk menghindari bertambah parahnya peradangan.

Selain diabetes dan lupus, glumerulonefritis juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Bakteri dan virus bisa masuk ke organ ginjal melalui aliran darah.

5. Penyakit ginjal polikistik

Penyakit ginjal polikistik merupakan gangguan bawaan sejak lahir. Kamu bisa meminimalkan terjadinya penyakit ini dengan menerapkan pola hidup sehat, misalnya memerhatikan asupan nutrisi yang tepat.

Penyakit yang juga disebut polycystic kidney disease (PKD) ini adalah kondisi saat banyak kantung cairan menyerupai kista muncul di ginjal. Kantung tersebut membuat ginjal membesar dan mengalami penurunan fungsi.

Dalam jangka panjang, kantung cairan bisa merusak ginjal secara menyeluruh, yang berujung gagal ginjal. Penyakit ginjal polikistik dipicu oleh banyak faktor, seperti tekanan darah tinggi dan gaya hidup tak sehat.

6. Infeksi ginjal

Infeksi ginjal, atau yang juga dikenal sebagai pielonefritis adalah gangguan ginjal yang disebabkan oleh bakteri. Bakteri tersebut biasanya berasal dari kandung kemih atau uretra yang menyebar menuju satu atau seluruh bagian ginjal.

Pielonefritis perlu mendapat penanganan medis sesegera mungkin, karena bisa merusak organ tersebut secara permanen. Selain itu, bakteri juga bisa menyebar ke bagian tubuh lain melalui aliran darah serta memicu infeksi serupa.

Gejala dari infeksi ginjal bisa berupa sakit pinggang, nyeri saat buang air kecil, mual, demam, dan keluar darah pada urine.

7. Nefropati diabetik

Nefropati diabetik adalah kondisi saat nefron mengalami kerusakan akibat kadar gula darah tinggi. Nefron merupakan bagian terkecil dari ginjal yang bertugas membantu menyaring limbah dari darah serta membuang cairan yang tidak dibutuhkan oleh tubuh.

Mengutip Mayo Clinic, sekitar 25 persen pengidap diabetes tipe 1 dan tipe 2 menderita penyakit ini. Dampak dari nefropati diabetik tidak akan muncul seketika, melainkan secara perlahan. Ini yang membuat banyak pengidap diabetes tak sadar jika sedang ada masalah pada ginjalnya.

Jika tidak mendapat penanganan yang tepat, nefropati diabetik bisa berujung gagal ginjal, yang bisa meningkatkan risiko kematian. Saat sudah memasuki stadium akhir, cuci darah adalah prosedur yang biasanya ditempuh.

Baca juga: Awas, 10 Tanda Ini Bisa Jadi Ciri-Ciri Sakit Ginjal

Diagnosis penyakit ginjal

Proses biopsi ginjal. Sumber foto: www.wenwo.com

Sebelum memberikan pengobatan, dokter akan melakukan serangkaian tes untuk mengetahui jenis dari penyakit ginjal yang diderita. Pemeriksaan itu meliputi:

  • Tes urine, yaitu pemeriksaan terhadap sampel urine untuk mengetahui adanya albumin. Albumin adalah protein yang masuk ke dalam urine saat ginjal mengalami kerusakan.
  • Tes darah, yaitu pemeriksaan terhadap sampel darah untuk mendeteksi kreatinin, zat limbah pada darah yang diproduksi jaringan otot. Kadar kreatinin bisa menunjukkan adanya gangguan pada ginjal atau tidak.
  • CT Scan, yaitu pemeriksaan menggunakan alat pemindai untuk menghasilkan citra visual dari organ ginjal hingga saluran kemih. Dokter akan melihat ukuran ginjal dan kemungkinan adanya peradangan.
  • Biopsi ginjal, yaitu prosedur pengambilan sedikit jaringan dari ginjal menggunakan jarum. Ini bisa membantu dokter untuk menentukan jenis penyakit ginjal apa yang sedang terjadi.

Pengobatan penyakit ginjal

Setelah mengetahui jenis penyakit ginjal melalui pemeriksaan, dokter akan memberikan obat-obatan. Selain untuk meringankan gejala, obat-obatan ini juga berfungsi menghilangkan faktor pemicunya, seperti:

  • Obat hipertensi, digunakan untuk menstabilkan tekanan darah agar tidak memperparah gangguan ginjal. Obat-obatan ini meliputi doksazosin, atenolol, ramipril, dan irbesertan.
  • Obat diuretik, digunakan agar ginjal menghasilkan urine lebih banyak. Obat diuretik yang sering digunakan adalah furosemida.
  • Eritropoietin (EPO), obat untuk meningkatkan hormon perangsang sumsum tulang yang bisa memperbanyak sel darah merah. Sel darah merah bisa meredakan beberapa gejala penyakit ginjal.
  • Suplemen zat besi, digunakan untuk mencegah terjadinya anemia atau kekurangan darah akibat penyakit ginjal.
  • Obat pengikat fosfat, digunakan untuk mengendalikan kadar fosfat pada darah. Fosfat adalah zat kimia yang berperan dalam pembentukan struktur banyak organ. Obat-obatan ini meliputi renagel dan adkal.
  • Sodium bikarbonat, berfungsi untuk mencegah penumpukan asam di dalam tubuh. Saat ginjal bermasalah, urine menjadi berkurang. Akibatnya, asam bikabornat rentan menggumpal.

Pencegahan penyakit ginjal

pencegahan penyakit ginjal
Jaga tekanan darah bisa minimalkan penyakit ginjal. Sumber foto: www.unopening.co

Pada umumnya, gejala dari penyakit ginjal muncul secara bertahap. Ini membuat banyak orang tak sadar akan tanda-tanda itu, hingga akhirnya memasuki tahapan yang lebih parah. Gagal ginjal adalah kondisi paling kronis, bisa menyebabkan kematian.

Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan pencegahan untuk meminimalkan terjadinya gangguan organ ginjal. Yang perlu kamu lakukan hanya menjaga ginjal agar tetap sehat, dengan cara:

1. Jaga tekanan darah

Ginjal bisa mengalami kerusakan karena tekanan darah tinggi. Semakin tinggi tekanan, semakin keras kerja ginjal dalam menyaring darah. Tentu saja, ini bisa menurunkan fungsinya, baik secara parsial maupun total. Tekanan darah normal adalah 120/80 dalam satuan mmHg.

Baca juga: Waspada Hipertensi Si “Silent Killer”, Simak Hal-Hal Perlu Kamu Tahu

2. Pantau kadar gula darah

Kadar gula darah yang tinggi (hiperglikemia) bisa memicu kerusakan ginjal. Saat sel dalam tubuh tidak bisa menyerap glukosa yang kadarnya berlebih, maka ginjal akan bekerja lebih keras untuk menyaring darah.

Tanda-tanda dari rusaknya ginjal tidak bisa dirasakan pada waktu itu juga. Kamu perlu rajin mengecek kadar gula darah untuk memastikannya tetap normal.

3. Perhatikan asupan cairan

Selain dehidrasi, kekurangan cairan juga bisa memicu terbentuknya kristal yang mengendap di sekitar ginjal, atau yang biasa dikenal dengan batu ginjal. Jika kondisi ini sudah terjadi, kamu diharuskan minum air lebih banyak.

Berdasarkan saran Kementerian Kesehatan, asupan cairan yang ideal untuk orang dewasa adalah dua liter per hari.

4. Hindari rokok

Merokok bisa merusak dan menimbulkan plak pada pembuluh darah, terutama arteri. Ini akan membuat sirkulasi darah menjadi tidak optimal. Dengan begitu, darah akan lebih lambat mencapai ginjal untuk dibersihkan dari racun dan zat berbahaya.

Selain itu, merokok juga bisa meningkatkan risiko kanker paru-paru dan berbagai penyakit kardiovaskular.

5. Kontrol berat badan

Obesitas adalah pintu masuk dari berbagai penyakit, termasuk gangguan ginjal. Orang yang mengalami obesitas berisiko tinggi terkena diabetes dan hipertensi. Kedua penyakit tersebut bisa melemahkan kinerja ginjal.

Menurut Kemenkes RI, seseorang yang mengalami obesitas memiliki risiko 83 persen lebih tinggi untuk terkena penyakit ginjal kronis.

Nah, itulah ulasan lengkap tentang penyakit ginjal yang perlu kamu tahu. Yuk, terapkan pola hidup sehat agar tubuh tetap bugar dan terhindar dari penyakit ini!

Jangan ragu untuk konsultasikan masalah kesehatanmu bersama dokter profesional di Good Doctor. Akses layanannya 24/7 melalui aplikasi Grab Health sekarang juga. Kini, semua informasi kesehatan ada di genggamanmu!

  1. World Health Organization (WHO), diakses 29 Juni 2020, The global burden of kidney disease and the sustainable development goals.
  2. Healthline, diakses 29 Juni 2020, Kidney Health and Kidney Disease Basics.
  3. Healthline, diakses 29 Juni 2020, 8 Ways to Keep Your Kidneys Healthy.
  4. Kementerian Kesehatan, diakses 29 Juni 2020, Penyakit Ginjal dan Obesitas.
  5. Kementerian Kesehatan, diakses 29 Juni 2020, Berapa takaran normal air agar tidak kekurangan cairan dalam tubuh?
  6. MyKidney.org, diakses 29 Juni 2020, Medicines for kidney patients.
  7. Mayo Clinic, diakses 29 Juni 2020, Diabetic nephropathy.
  8. Mayo Clinic, diakses 29 Juni 2020, Kidney stones.
  9. Mayo Clinic, diakses 29 Juni 2020, Kidney infection.
  10. Mayo Clinic, diakses 29 Juni 2020, Polycystic kidney disease.
  11. Mayo Clinic, diakses 29 Juni 2020, Glomerulonephritis.
  12. American Kidney Fund, diakses 29 Juni 2020, Kidney disease risk factors.
  13. Kidney.org, diakses 29 Juni 2020, 10 Signs You May Have Kidney Disease.

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin