Daftar Jenis Kanker dengan Kasus Terbanyak di Indonesia, Mau Tahu Apa Saja?

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Kanker terbanyak di Indonesia yang menyebabkan kematian ada banyak jenisnya lho! Ya, kanker sendiri merupakan salah satu jenis penyakit yang dianggap paling menakutkan karena belum ditemukan obat untuk menyembuhkannya secara total.

Seseorang bisa menderita kanker karena berbagai faktor, termasuk gaya hidup yang buruk. Nah, untuk mengetahui informasi mengenai kanker terbanyak di Indonesia, yuk simak penjelasannya berikut.

Baca juga: Amankah Ibuprofen Dikonsumsi Saat Menyusui? Begini Penjelasannya!

Apa saja jenis kanker terbanyak di Indonesia?

Jenis kanker terbanyak di Indonesia yang menyebabkan kematian ada kaitannya dengan gaya hidup. Ya, gaya hidup yang buruk seperti kebiasaan merokok bisa memicu munculnya masalah kanker pada sistem pernapasan.

Dikutip dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, angka kejadian penyakit kanker di Indonesia berada pada urutan ke 8 di Asia Tenggara, sedangkan di Asia berada di urutan ke 23.

Nah, prevalensi kanker di Indonesia sendiri menunjukkan adanya peningkatan dari 1,4 per 1.000 penduduk di tahun 2013 menjadi 1,79 per 1.000 penduduk pada tahun 2018.

Kanker terbanyak di Indonesia yang menyebabkan kematian pada laki-laki dan wanita memiliki perbedaan. Angka kejadian tertinggi di Indonesia untuk laki-laki adalah kanker paru dan kanker hati.

Sementara wanita, angka kejadian tertinggi adalah kanker payudara dan kanker leher rahim. Nah, untuk lebih jelasnya berikut penjelasan dari beberapa jenis kanker tersebut.

Kanker paru-paru

Kanker terbanyak di Indonesia yang menyebabkan kematian pada pria adalah kanker paru-paru. Pada pria, angka tertinggi kejadian kanker satu ini adalah sebesar 19,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 10,9 per 100.000 penduduk.

Kanker paru-paru umumnya disebabkan oleh kebiasaan merokok atau tinggal di lingkungan perokok. Rokok dipercaya bisa mengakibatkan kanker dengan merusak sel-sel yang melapisi paru-paru.

Ketika rokok dihisap, zat penyebab kanker atau karsinogen akan masuk dan menyebabkan perubahan pada jaringan paru-paru.

Pada awalnya, tubuh mungkin dapat memperbaiki kerusakan namun jika mengalami paparan secara beruang maka sel-sel normal yang melapisi paru-paru semakin rusak.

Biasanya, gejala awal yang akan dirasakan penderita kanker paru-paru adalah batuk tidak kunjung sembuh, sesak napas, nyeri dada, dan sakit tulang.

Kanker hati

Kanker hati menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi kedua pada pria. Angka kejadian tertinggi untuk kanker jenis ini adalah 12,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 7,6 per 100.000 penduduk.

Kanker hati umumnya diklasifikasikan menjadi dua, yakni primer dan sekunder. Kanker hati primer dimulai di sel-sel hati, sementara kanker hati sekunder berkembang ketika sel kanker dari organ lain menyebar ke hati. Kanker hati ini lebih sering terjadi pada orang berusia di atas 50 tahun.

Selain itu, beberapa faktor lain yang bisa menyebabkan kamu menderita kanker hati adalah infeksi hepatitis B atau C, penyalahgunaan alkohol, diabetes, hingga obesitas.

Gejala utama kanker hati adalah ketidaknyamanan pada perut, penyakit kuning, mual hingga muntah, dan mudah lelah.

Kanker payudara

Kanker terbanyak di Indonesia yang menyebabkan kematian pada wanita salah satunya adalah kanker payudara. Angka kejadian tertinggi untuk kanker payudara adalah sebesar 42,1 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 17 per 100.000 penduduk.

Kanker payudara dapat tumbuh dan menyerang jaringan di sekitar payudara, seperti kulit atau dinding dada.

Benjolan kanker bisa tumbuh lebih besar di payudara dan menyebar ke kelenjar getah bening di dekatnya atau melalui aliran darah ke organ lain. Kanker satu ini sangat bisa disembuhkan jika ditemukan sejak awal pertumbuhan.

Biasanya, gejala kanker ini akan ditandai dengan munculnya benjolan di dekat payudara atau ketiak, perubahan ukuran pada payudara, puting susu berdarah, hingga perubahan posisi puting.

Terdapat berbagai faktor risiko yang menyebabkan seseorang menderita kanker payudara, yakni usia di atas 50 tahun, ras, hingga keturunan.

Baca juga: Obat Gatal Alergi, Mulai dari Resep Apotek Hingga Bahan Alami!

Kanker leher rahim

Kanker terbanyak di Indonesia yang menyebabkan kematian pada wanita selanjutnya adalah kanker leher rahim. Angka kejadian tertinggi pada kanker leher rahim ini adalah sebesar 23,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 13,9 per 100. 000 penduduk.

Kanker leher rahim atau biasa disebut serviks umumnya disebabkan oleh infeksi human papillomavirus atau HPV. Penularan jenis HPV penyebab kanker hampir selalu terjadi sebagai akibat dari kontak seksual dengan seorang penderitanya.

Karena itu, wanita yang memiliki pasangan seksual cenderung berisiko tinggi menderita kanker serviks. Pada tahap awal, kanker serviks tidak akan memunculkan gejala sama sekali sehingga wanita perlu melakukan tes pap smear secara rutin.

Namun jika memunculkan gejala, maka akan ditandai dengan perdarahan ketika berhubungan seksual, keputihan dengan bau menyengat, dan nyeri pada panggul.

Tanyakan masalah kesehatan lainnya bersama dokter di Good Doctor. Konsultasikan juga secara online hanya di Grabhealth Apps, ya!

  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2019), diakses 4 Agustus 2020. Hari Kanker Sedunia 2019
  2. Mayo Clinic (2020), diakses 4 Agustus 2020. Lung cancer
  3. Healthline (2018), diakses 4 Agustus 2020. Liver Cancer
  4. Webmd (2020), diakses 4 Agustus 2020. Breast Cancer
  5. Medical News Today (2018), diakses 4 Agustus 2020. What you need to know about cervical cancer
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin