Suami Tidak Mau Mengurus Si Kecil? Begini Solusinya Moms!

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Memiliki momongan merupakan hal yang menyenangkan. Tapi bagi beberapa pasangan, kondisi ini lama-lama bisa memicu pertengkaran lantaran pihak suami enggan untuk mengurus anak.

Kondisi ini sebenarnya adalah masalah umum dalam pasangan. Efek yang paling dirasakan oleh sang istri adalah kesepian dan putus asa.

Apa yang harus dilakukan oleh istri?

Langkah pertama untuk keluar dari situasi ini adalah mengetahui alasan kenapa suami enggan atau tidak mau sama sekali membantu dalam mengurus si Kecil. Setidaknya ada beberapa alasan yang mendasari sikap suami ini, di antaranya adalah:

Merasa bahwa mengurus anak adalah tugas istri

Biasanya, pasangan suami istri akan mendefinisikan peran masing-masing dalam rumah tangga. Hal ini bisa dilakukan secara sadar mulai dari saat masih berpacaran atau berkembang secara alami seiring waktu berjalan.

Dalam pembagian-pembagian tugas itu, bisa saja peran dari mengasuh anak jatuh ke pihak perempuan. Hal ini wajar jika suami memiliki kerja full-time sementara istri tidak, sehingga peluang istri untuk menemani anak lebih banyak.

Apa yang harus dilakukan untuk mengatasi hal ini?

Istri harus proaktif mengabari suami terkait perkembangan anak. Termasuk apa saja yang dilakukan oleh istri bersama anak, sehingga suami juga tahu bagaimana usaha membesarkan anak.

Istri juga harus bisa berbicara kepada suami tentang pembagian peran ini. Supaya peran-peran ini tidak menjadi sesuatu yang memberatkan bagi salah satu pihak.

Bisa saja istri dan suami berbagi porsi untuk mengasuh anak. Seperti misalnya suami diberi tugas untuk ikut mengasuh di akhir pekan, atau mengantar anak ke toilet di malam hari setelah suami sudah berada di rumah.

Suami banyak diprotes atas caranya mengasuh anak

Terkadang, suami enggan mengurus anak karena merasa dianggap sebagai guru pengganti oleh anak atau istri. Hal ini bisa terjadi ketika suami merasa inferior atas ucapan anak yang merasa papanya tidak melakukan seperti yang biasa mama lakukan.

Protes dan kritikan ini bisa berdampak pada runtuhnya upaya pengasuhan yang dijalankan suami dan istri bersama-sama. Apa lagi jika pihak suami tidak merasa menjalankan tugas dengan baik.

Apa yang harus dilakukan?

Istri harus membiarkan suami menjalankan peran mengasuh anak dengan cara mereka. Tidak ada pakem yang harus diikuti di sini, baik istri atau suami harus fleksibel dan jangan kaku.

Istri juga harus memberi pengertian pada anak untuk bisa menerima cara yang diterapkan oleh suami terhadap mereka. Dengan demikian anak pun bisa belajar beradaptasi dalam segala situasi.

Sumi lelah bekerja

Bagi seorang pekerja, pulang ke rumah di malam hari biasanya tinggal menyisakan sisa-sisa tenaga yang sudah dikuras seharian. 

Keengganan suami untuk ikut mengasuh anak biasanya menjadi wajar dalam kondisi ini, tapi jadi berat sebelah kalau ternyata istri pun juga merupakan seorang pekerja.

Bagaimana cara mengatasi masalah ini?

Istri harus bicarakan masalah ini dengan suami, terutama jika istri pun juga seorang pekerja. Atur dan bagi peran antara urusan pekerjaan dengan mengasuh anak secara adil.

Untuk istri yang tidak bekerja, bicarakan jadwal yang adil dengan suami terkait peran masing-masing. Misalnya mereka harus ikut membantu di kala akhir pekan atau pada waktu tertentu.

Cara lain menggugah suami untuk ikut mengurus anak

Parenting coach Rachel Norman, BA, MS dalam laman amotherfarfromhome.com membagikan kepada kita catatan bagaimana cara menggugah suami untuk lebih efektif membantu mengurus anak di rumah seperti berikut ini:

Tuliskan daftar catatan kegiatan

Di atas sudah disinggung bagaimana istri harus tetap memberikan informasi perkembangan pengasuhan anak kepada suami. Menurut Rachel, informasi-informasi ini bisa dijadikan panduan bagi suami.

Sebagai contoh, misalnya istri sedang keluar rumah, maka suami yang mengawasi anak jadi tahu apa yang harus ia lakukan jika melihat panduan tersebut.

Jangan memaksa atau banyak menuntut

Jika upaya yang dilakukan sebelumnya sudah mulai terlihat membuahkan hasil, maka istri jangan langsung banyak menuntut ataupun mengatur suami.

Rachel menyebut tiap istri harus menjaga ekspektasi mereka tidak terlalu tinggi, lakukan apa yang bisa istri lakukan tanpa harus menuntut kalau itu harus dikerjakan oleh suami.

Demikianlah cara untuk berbagi peran dengan suami yang tidak mau ikut mengurus anak. Ingat selalu untuk menjaga komunikasi di depan si Kecil ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin