Biar Mandiri, Berikut Cara Mengajarkan Toilet Training pada si Kecil Moms

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Toilet training atau potty training merupakan salah satu pencapaian dalam masa tumbuh kembang anak. Dalam hal ini, kamu harus mengajarkan pada anak bagaimana mereka harus menggunakan toilet untuk buang air kecil dan besar.

Untuk melakukan toilet training, kamu membutuhkan perlengkapan seperti toilet kecil serta celana training atau celana dalam.

Baca Juga: Bingung Memilih Sepeda untuk Anak? Balance Bike Bisa Menjadi Pilihan Menarik

Kapan anak siap untuk latihan ini?

Beberapa anak dipandang siap untuk melakukan potty training ketika memasuki usia 18-24 bulan. Meskipun demikian, ada juga yang tidak siap sampai dia memasuki usia 3 tahun.

Oleh karena itu, jangan terlalu terburu-buru. Kalau kamu memulainya terlalu dini, bisa jadi malah diperlukan waktu dan upaya berlebih untuk mengajarkan mereka.

Beberapa tanda berikut bisa kamu jadikan patokan untuk mengetahui apakah si Kecil sudah siap melakukan latihan ini atau tidak:

  • Apakah mereka bisa berjalan dan duduk ?
  • Popok mereka kering setidaknya selama dua jam
  • Anak memberitahukan dengan kata-kata atau isyarat kalau mereka buang air kecil atau besar di popok mereka
  • Dapat menurunkan dan menaikkan celana sendiri
  • Dapat menjalankan instruksi atau perintah-perintah sederhana yang kamu berikan.

Apabila anak banyak menunjukkan kemajuan dalam hal-hal di atas, artinya mereka sudah siap kamu ajari. Tapi jika masih banyak yang belum bisa mereka lakukan, kamu harus bersabar dulu, ya!

Perlengkapan toilet training

Berikut ini adalah perlengkapan yang kamu butuhkan untuk latihan ini:

Toilet atau potty

Dalam latihan ini kamu bisa menggunakan toilet sungguhan atau potty (perangkat yang mirip toilet untuk anak-anak). Mereka bisa menggunakan keduanya atau salah satu di antaranya.

Potty memang lebih mudah dipindahkan atau digeser ke mana-mana, anak biasanya lebih nyaman menggunakan potty karena dia tidak semenyeramkan toilet. Di sisi lain, menggunakan toilet secara langsung membuat mereka tahu pengalaman sesungguhanya seperti apa.

Kalau di rumah menggunakan kloset duduk, maka perlengkapan tambahannya adalah:

  • Dudukkan atau tempat menahan kaki yang bisa dipakai anak untuk naik ke toilet dan mengistirahatkan kaki mereka
  • Tempat duduk kecil yang dapat ditaruh di dalam tempat duduk toilet yang besar.

Celana khusus

Untuk latihan ini, anak sudah tidak perlu lagi memakai popok. Jadi kamu bisa pakaikan:

  • Training pants: Merupakan celana dalam untuk toilet training. Celana ini tidak memiliki daya serap seampuh popok, tapi bisa menahan kotoran agak besar jika tidak sengaja keluar
  • Pull-up: Popok sekali pakai yang bisa dipakai seperti celana dalam dengan lingkar pinggang yang elastis. Daya serapnya lebih tinggi dari training pants

Baca Juga: Bikin Makin Pintar, Ini Manfaat Belajar Musik untuk Tumbuh Kembang Anak!

Cara melakukan toilet training

Waktu yang terbaik untuk melakukan latihan ini adalah pada saat kamu tidak memiliki rencana untuk meninggalkan rumah. Berikut langkah yang bisa kamu lakukan:

Untuk mengajak anak ke toilet

  • Buat jadwal ke toilet, cobalah untuk membiasakan pergi ke toilet sebagai kegiatan rutin. Misalnya, ajak anak untuk menggunakan potty atau toilet di pagi hari dan sebelum atau sesudah makan.
  • Ajak anak ke toilet saat mereka menunjukkan tanda seperti menggeliat, kentut, mendadak diam atau menjauh. Akan tetapi, jangan paksa mereka.
  • Minta anak untuk ke toilet saat mereka berganti aktivitas. Misalnya kamu bisa minta mereka ke toilet sebelum mereka duduk untuk makan.
  • Jika anak tidak bisa buang air kecil atau besar setelah 3-5 menit mereka duduk di toilet, biarkan mereka pergi dari sana. Jangan biarkan mereka terlalu lama duduk di sana karena hal itu akan seperti hukuman buat mereka.

Hampir tidak ada perbedaan cara mengajari anak perempuan dan laki-laki dalam menggunakan toilet atau potty. Akan tetapi, khusus untuk anak laki-laki, kamu harus membuat mereka bisa buang air kecil sambil duduk di kloset.

Jika mereka ingin buang air kecil sambil berdiri, kamu bisa melatihnya dengan menaruh bola pingpong di kloset dan minta mereka untuk menargetkan urine yang mereka buang ke bola itu.

Ajari anak menjaga kebersihan

Menjaga kebersihan dan kehigienisan adalah keharusan. Oleh karena itu, kamu bisa lakukan langkah berikut untuk mengajarkan mereka:

  • Ajar anak untuk cebok, kamu bisa contohkan terus sampai mereka bisa lakukan itu sendiri. Ingat, cebok harus dari depan ke belakang, terutama pada perempuan.
  • Ajar anak laki-laki untuk menggoyangkan penis mereka setelah buang air kecil untuk memastikan tidak ada tetesan urine yang tersisa.
  • Imbau anak untuk mencuci tangan setelah mereka menggunakan toilet.

Demikianlah segala sesuatu tentang toilet training yang perlu kamu pahami. Jangan bosan mengajar anak sesuatu yang baru, ya!

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter kami yang sedia 24/7 di Good Doctor, ya! Caranya, buka aplikasi Grab dan pilih fitur Grab Health, atau langsung klik di sini!

  1. Kids Health, diakses 16 Oktober 2020. Toilet Training
  2. Australian Parenting Website, diakses 16 Oktober 2020. Toilet training: a practical guide
  3. MayoClinic, diakses 16 Oktober 2020. Potty training: How to get the job done
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin