Chloramphenicol

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Chloramphenicol merupakan antibiotik yang hanya boleh digunakan untuk infeksi yang serius. Obat chloramphenicol juga mengobati infeksi mata yang disebabkan oleh bakteri dan tidak akan bekerja untuk jenis infeksi mata lainnya.

Untuk apa obat chloramphenicol?

Chloramphenicol adalah obat yang digunakan untuk mengobati infeksi dan disebabkan oleh bakteri. Chloramphenicol tetes telinga bekerja dengan cara membunuh bakteri atau mencegah pertumbuhannya.

Apa fungsi dan manfaat obat chloramphenicol?

Chloramphenicol termasuk salah satu antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi mata, seperti konjungtivitis. Tak hanya itu, chloramphenicol tetes telinga juga bisa digunakan untuk mengatasi infeksi pada telinga.

Chloramphenicol dapat digunakan untuk obat tetes telinga, namun hanya dengan resep dokter. Untuk infeksi telinga, kamu akan mulai merasa baik setelah beberapa hari.

Merek dan harga obat chloramphenicol

Secara umum, chloramphenicol memiliki nama merek dagang lain yakni Chloramphenicol IV dan Chloromyectin. Obat chloramphenicol ini tersedia dalam beberapa bentuk, termasuk sirup, tablet, kapsul, obat tetes, hingga injeksi.

Harga chloramphenicol tablet akan memiliki perbedaan tergantung pada masing-masing apotek yang menjualnya. Namun, biasanya untuk cChloramphenicol tetes telinga dijual dengan harga Rp7.800 hingga Rp 20.800, atau bahkan lebih.

Bagaimana cara pakai obat chloramphenicol?

Sebagai obat tetes

Berikut merupakan cara untuk menggunakan obat tetes chloramphenicol:

  • Cuci tangan sebelum kamu meneteskan obat ke mata. Untuk menghindari kontaminasi bakteri, jangan biarkan ujung pipet tersentuh oleh tangan atau bahkan dengan mata dan permukaan lainnya
  • Jangan memakai lensa kontak saat menggunakan obat chloramphenicol
  • Miringkan kepala ke belakang, lihat ke atas, tekan jari secara lembut dengan menarik bagian kelopak mata ke bawah untuk membuat ruang, arahkan pipet langsung di atas mata dan teteskan 1 tetes. Biasanya obat tetes mata akan digunakan selama 2 sampai 6 kali dalam sehari, atau sesuai dengan anjuran dokter
  • Lepaskan kelopak mata dan tutup mata dengan lembut
  • Usahakan untuk tidak berkedip dan jangan menggosok mata
  • Tutup mata dan berikan tekanan pada sudut mata bagian dalam (dekat hidung) dengan jari, tujuannya agar obat bisa sampai ke bagian yang terinfeksi. Lakukan hal ini selama 1 sampai 2 menit
  • Kalau kamu menggunakan obat mata jenis lain seperti salep, tunggu setidaknya¬†sampai 10 menit sebelum menggunakan obat lain. Gunakan tetes mata sebelum salep berfungsi untuk memastikan obat tetes mata masuk ke dalam

Jika kamu khawatir tidak memasukkan obat tetes ke mata dengan benar, kamu bisa memasukkan satu tetes lagi ke dalam mata dengan cara yang sama.

Sebagai obat salep

  • Cuci tangan hingga benar-benar bersih terlebih dahulu
  • Miringkan kepala ke belakang
  • Tarik bagian kelopak mata dengan lembut hingga terbentuknya sebuah ruang
  • Peras salep tipis ke dalam ruang
  • Potongan salep 1 cm (sekitar 1/3 inci) biasanya sudah cukup, kecuali jika dokter memberi tahu untuk menggunakan jumlah salep yang berbeda
  • Lepaskan kelopak mata dan tutup dengan lembut
  • Tutup mata selama 1 hingga 2 menit agar salep terkena sampai ke bagian yang terinfeksi

Untuk menjaga agar obat terbebas dari kuman, jangan menyentuh ujung aplikator dengan permukaan apapun, termasuk mata. Setelah kamu menggunakan chloramphenicol salep mata, usap ujung tabung salep menggunakan tisu bersih dan jaga tutup tabung tertutup dengan rapat

Dilansir Web MD, jika kamu memiliki dosis lebih dari 1 tetes, maka ulangi langkah-langkah tersebut. Setelah menggunakan obat, maka tutup kembali pipet dan jangan mencuci bagian pipet.

Gunakan chloramphenicol salep mata secara teratur untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Agar kamu tidak lupa, maka jadwalkan pemakaian obat di waktu yang sama setiap harinya.

Berhenti mengonsumsi obat sebelum waktunya bisa membuat bakteri untuk terus tumbuh, dan mengakibatkan infeksi kembali. Segera menghubungi dokter jika kondisi kamu tidak berubah atau bahkan memburuk.

Berapa dosis obat chloramphenicol?

Dosis obat chloramphenicol biasanya berbeda untuk setiap penggunanya. Ikutilah resep dokter atau baca petunjuk pada label yang tersedia dalam kemasan.

Informasi tersebut hanya mencakup dosis rata-rata dari chloramphenicol salep kulit. Jika dosis kamu berbeda, jangan mengubahnya kecuali dokter yang menyuruh untuk melakukannya.

Jumlah obat yang diminum tergantung dosis yang disarankan setiap hari oleh dokter.

Chloramphenicol kapsul dan suspensi

  • Dewasa dan remaja :

Dosis didasarkan pada berat badan. Dosis yang digunakan biasanya 12,5 miligram (mg) per kilogram (kg) (5,7 mg per pon) dari berat badan, di minum setiap 6 jam sekali.

  • Anak-anak :
    • Bayi di bawah usia 2 minggu: dosis didasarkan pada berat badan. Dosis yang digunakan biasanya ,25 mg per kg (2,8 mg per pon) dari berat badan. Diminum setiap 6 jam sekali.
    • Bayi di atas usia 2 minggu: Dosis didasarkan pada berat badan. Dosis yang digunakan biasanya 12.5 mg per kg (5,7 mg per pon) dari berat badan, diminum setiap 6 jam sekali. Atau 25 mg per kg (11, mg per pon) dari berat badan, diminum setiap 12 jam sekali.

Chloramphenicol injeksi

  • Dewasa dan remaja:

Dosis didasarkan pada berat badan. Dosis yang digunakan biasanya 12,5 mg per kg (5,7 mg per pon) dari berat badan, dilakukan setiap 6 jam sekali.

  • Anak-anak:
    • Bayi di bawah 2 minggu: dosis didasarkan pada berat badan. Dosis yang digunakan biasanya 6,25 mg per kg (2,8 mg per pon) dari berat badan, dilakukan setiap 6 jam sekali.
    • Bayi di atas usia 2 minggu: Dosis didasarkan pada berat badan. Dosis yang digunakan biasanya 12,5 mg per kg (5,7 mg per pon) dari berat badan, dilakukan setiap 6 jam sekali, atau 25 mg per kg (11,4 mg per pon) dari berat badan dilakukan setiap 12 jam sekali

Apakah obat chloramphenicol aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Selama kehamilan, chloramphenicol tablet bisa digunakan hanya ketika sangat dibutuhkan, karena kemungkinan obat chloramphenicol bisa membahayakan bayi ketika lahir (sindrom bayi abu-abu).

Jika chloramphenicol tablet masuk ke ASI mungkin akan mempunyai efek yang tidak diinginkan pada bayi. Karena itu, chloramphenicol tablet tidak dianjurkan untuk ibu yang sedang menyusui.

Namun, jika kamu membutuhkan obat chloramphenicol, maka konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Apa efek samping obat chloramphenicol yang mungkin terjadi?

Suntikan chloramphenicol dapat menyebabkan efek samping. Beri tahu dokter kamu jika salah satu dari gejala ini parah atau bahkan tidak hilang:

  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Luka lidah atau mulut
  • Sakit kepala
  • Depresi
  • Kebingungan

Beberapa efek samping bisa serius. Jika kamu mengalami salah satu dari gejala ini, maka hubungi dokter kamu segera:

  • Gatal-gatal
  • Ruam
  • Pembengkakan pada wajah, tenggorokan, lidah, bibir, mata, tangan, kaki, pergelangan kaki, atau kaki bagian bawah
  • Suara serak
  • Kesulitan menelan atau bernapas
  • Feses berair atau berdarah (hingga 2 bulan setelah perawatan)
  • Keram perut
  • Nyeri atau kelemahan otot
  • Berkeringat
  • Perasaan mati rasa, sakit, atau kesemutan di lengan atau kaki
  • Perubahan tiba-tiba dalam penglihatan
  • Sakit dengan gerakan mata

Peringatan dan perhatian obat chloramphenicol

Sebelum memutuskan untuk menggunakan chloramphenicol salep mata, penting untuk kamu mempertimbangkannya. Inilah yang harus kamu ketahui sebelum mengkonsumsi obat tersebut:

  • Alergi

Segera beritahu dokter jika kamu pernah mengalami reaksi yang tidak biasa seperti alergi setelah menggunakan chloramphenicol salep mata sebelumnya. Untuk produk non-resep, baca label pada kemasan dengan sangat hati-hati.

Produk ini mungkin mengandung bahan-bahan yang tidak aktif, dan dapat menyebabkan reaksi alergi atau masalah lain. Konsultasikan dengan dokter kamu agar lebih jelas.

  • Kondisi medis

Obat chloramphenicol tidak boleh digunakan jika kamu memiliki kondisi medis tertentu. Kondisi medis yang dimaksud seperti, infeksi mata karena virus (herper, varicella), jenis infeksi mata lainnya (tiberkulosis, jamur), riwayat reaksi buruk terhadap chloramphenicol.

  • Riwayat kesehatan

Sebelum menggunakan chloramphenicol salep kulit, beri tahu dokter atau apoteker kamu tentang riwayat kesehatan kamu, terutama dari: penyakit hati, penyakit ginjal, anemia (sel darah merah rendah), dan terapi radiasi.

  • Penglihatan yang kabur

Setelah menggunakan obat chloramphenicol, penglihatan akan menjadi kabur untuk sementara. Oleh sebab itu, dalam keadaan seperti ini jangan kamu melakukan aktivitas apa pun yang membutuhkan penglihatan yang jelas seperti mengemudi, dan aktivitas lainnya.

Hal yang perlu diketahui jika dosis chloramphenicol salep mata terlewatkan

Kalau kamu melewatkan satu dosis, maka minumlah sesegera mungkin. Namun, jika sudah hampir waktunya untuk menggunakan dosis berikutnya, lewatilah dosis yang terlewatkan dan kembali ke jadwal dosis rutin kamu. Jangan menggandakan dosis di waktu yang bersamaan.

Cara penyimpanan obat chloramphenicol yang tepat

Agar kualitas obat tetap terjaga, kamu harus memastikan chloramphenicol tetes telinga tersimpan di tempat yang aman meliputi:

  • Simpan obat dalam keadaan wadah tertutup rapat dalam suhu kamar, taruh di tempat yang jauh terpapar sinar matahari, lembap, dan panas. Jauhkan juga dari tempat yang dingin seperti freezer.
  • Simpan di tempat yang jauh dari jangkauan anak-anak
  • Jangan menyimpan obat yang tidak habis atau obat sudah tidak lagi diperlukan

Tindakan pencegahan terhadap efek samping obat chloramphenicol

Jika gejala tidak membaik dalam beberapa hari, atau bahkan menjadi lebih buruk, segeralah hubungi dokter. Sangat penting untuk dokter memeriksa kamu untuk memastikan tidak adanya efek samping yang terkena pada darah karena mengkonsumsi chloramphenicol salep mata.

Chloramphenicol dapat menyebabkan masalah darah. Masalah-masalah ini dapat menyebabkan kemungkinan infeksi yang lebih besar, penyembuhan yang lambat, dan pendarahan pada gusi.

Karena itu, kamu harus berhati-hati saat menggunakan sikat gigi, benang gigi, dan tusuk gigi. Kamu bisa melakukan hal tersebut sebelum meminum chloramphenicol tablet atau tunda sampai jumlah darah menjadi normal.

Hal yang harus dihindari saat konsumsi obat chloramphenicol

Untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan saat menggunakan chloramphenicol tetes telinga, chloramphenicol tablet, ataupun chloramphenicol salep kulit, hindari ini ya:

  • Jangan berbagi chloramphenicol salep mata untuk orang lain
  • Obat chloramphenicol hanya diresepkan sesuai dengan kondisi. Jangan menggunakannya untuk infeksi lain, kecuali jika dokter yang merekomendasikannya
  • Lakukan pemeriksaan laboratorium atau tes medis lainnya seperti, cek darah dan cek trombosit. Kamu bisa melakukannya secara berkala untuk memantau kemajuan kondisi kamu dan memeriksa efek sampingnya

Demikian informasi tentang obat chloramphenicol yang perlu kamu ketahui. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakannya supaya lebih efektif.

Jika kamu ingin Konsultasikan dengan dokter untuk perincian lebih lanjut. Kamu bisa chat online dokter dengan cara buka aplikasi Grab lalu buka menu Grab Health. Atau kamu bisa klik disini!

  1. webmd.com . Diakses 16 Juni 2020. Chloramphenicol Drops
  2. mayoclinic.org (2020) Diakses 16 Juni 2020. Chloramphenicol (Ophthalmic Route)
  3. mayoclinic.org (2020). Diakses 16 Juni 2020. Chloramphenicol (Oral Route, Intravenous Route, Injection Route)
  4. medlineplus.gov (2016) . Diakses 16 Juni 2020. Chloramphenicol Injection
  5. NHS (2018), diakses pada 4 September 2020. Chloramphenicol
  6. Rxlist.com, diakses pada 4 September 2020. CHLORAMPHENICOL
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin