Migrain Datang Tiba-tiba? Ini Pilihan Obat yang Dapat Kamu Konsumsi

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Migrain merupakan kondisi yang sering diderita oleh banyak orang. Biasanya kondisi ini terjadi hanya pada bagian kepala tertentu. Untuk mengobatinya kamu dapat mengonsumsi obat migrain.

Migrain seringkali disertai dengan mual, muntah, serta sensitivitas ekstrim terhadap cahaya dan suara. Sakit kepala ini dapat berlangsung selama berjam-jam hingga berhari-hari, bahkan rasa sakitnya bisa sangat parah sehingga dapat menganggu aktivitas sehari-hari.

Penyebab migrain

Migrain dapat menyebabkan rasa sakit berdenyut parah atau sensasi berdenyut. Meskipun penyebab migrain tidak sepenuhnya dapat dipahami, namun faktor lingkungan dan genetika berperan terkait dengan hal ini.

Perubahan batang otak dan interaksinya dengan saraf trigeminal, jalur nyeri utama, mungkin juga dapat terlibat. Oleh karena itu, terjadilah ketidakseimbangan dalam bahan kimia otak, termasuk serotonin, yang membantu mengatur rasa sakit pada sistem saraf.

Dilansir dari Mayo Clinic, ada beberapa pemicu terjadinya migrain, di antaranya adalah:

  • Perubahan hormon pada wanita
  • Mengonsumsi alkohol
  • Stres
  • Stimulus sensorik
  • Perubahan tidur
  • Faktor fisik
  • Perubahan cuaca
  • Obat-obatan
  • Makanan
  • Aditif makanan

Baca juga: Migrain, Sakit Kepala Sebelah yang Mengganggu | Kenali Penyebab dan Pencegahannya

Beberapa pilihan obat migrain

Untuk mengatasi migrain, kamu dapat memilih untuk mengonsumsi obat. Terdapat beberapa pilihan obat migrain, namun yang perlu diingat adalah obat ini tidak menyembuhkannya, akan tetapi mengobati gejalanya.

Berikut adalah pilihan obat migrain yang dapat kamu konsumsi.

1. Aspirin

Salah satu obat migrain yang sering digunakan untuk mengatasi gejala yang ringan adalah aspirin. Aspirin atau asam asetilsalisilat (ASA) umumnya digunakan sebagai pereda nyeri untuk nyeri yang bersifat ringan serta untuk mengurangi demam.

Obat ini juga merupakan antiinflamasi dan dapat digunakan untuk pengencer darah. Pengobatan umum dari aspirin adalah sakit kepala, nyeri haid, pilek dan flu, keselo, serta kondisi jangka panjang seperti radang sendi.

2. Ibuprofen

Bagi banyak orang yang menderita sakit kepala, termasuk migrain memilih mengonsumsi ibuprofen. Obat ini merupakan obat yang dijual bebas. Advil dan Motrin merupakan merek terkenal dari ibuprofen yang digunakan untuk mengurangi rasa sakit.

Ibuprofen sendiri merupakan nonsteroidal anti-inflammatory drug (NSAID). Ini bekerja dengan mengurangi hormon yang menyebabkan peradangan dan rasa sakit pada tubuh.

Tak hanya dapat digunakan untuk mengobati migrain saja, ibuprofen juga dapat digunakan untuk menurukan demam serta mengobati rasa sakit serta peradangan yang disebabkan oleh banyak kondisi seperti sakit gigi, sakit punggung, radang sendi, kram menstruasi, atau cedera ringan.

3. Acetaminophen

Acetaminophen merupakan obat yang dijual bebas dipasaran dan dapat dikonsumsi jika kamu mengalami migrain.

Acetaminophen merupakan obat yang digunakan untuk mengobati nyeri ringan hingga sedang, mengobati nyeri sedang hingga berat bersamaan dengan opiate, atau untuk mengurangi demam.

Kondisi umum yang biasanya disembuhkan oleh obat ini adalah sakit kepala, nyeri otot, radang sendi, sakit punggung, sakit gigi, flu, dan demam.

Obat migrain yang diresepkan

Selain dapat mengonsumsi obat migrain yang dijual bebas di pasaran, kamu juga dapat mengonsumsi obat lainnya. Tetapi yang harus diperhatikan adalah obat-obatan ini tidak boleh dikonsumsi secara sembarangan dan harus dengan resep dokter.

1. Naproxen

Ada dua jenis obat resep naproxen, yakni naproxen reguler dan naproxen sodium. Baik dalam bentuk reguler maupun sodium sama-sama bekerja untuk menghilangkan rasa sakit. Perbedaan utamanya hanyalah naproxen sodium lebih cepat diserap oleh tubuh.

Naproxen sendiri merupakan obat yang termasuk golongan NSAID yang dapat meredakan peradangan dan kekakuan sendi, meskipun demikian obat ini juga dapat digunakan untuk mengobati migrain, akan tetapi efeknya tidak sebagus dengan obat migrain lainnya.

2. Triptan

Sama seperti naproxen, triptans juga merupakan obat migrain yang harus dikonsumsi dengan resep dokter. Ini adalah obat resep sama seperti sumatriptan (Imitrex, Tosymra) dan rizatriptan (Maxalt) yang juga digunakan untuk migraine karena mereka memblokir jalur rasa sakit di otak.

Selain dapat mengobati sakit kepala, triptan juga dapat digunakan untuk meredakan mual dan muntah, serta sensitivitas terhadap cahaya dan suara.

Dokter mungkin saja akan memberikan tablet triptan untuk dikonsumsi, namun kamu juga dapat menggunakannya dalam bentuk semprotan hidung atau suntikan. Kebanyakan orang merasa lebih baik dalam waktu 2 jam setelah meminumnya.

Pilihan obat migrain yang sudah disebutkan di atas dapat kamu konsumsi untuk meredakan gejala migrain. Sebelum mengonsumsi obat-obatan tersebut, berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui efek samping yang dapat ditimbulkan.

Kamu juga dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai obat migrain lainnya melalui Aplikasi Grab Health. Dokter kami akan membantumu selama 24/7.

Drugs.com. Diakses pada 20 Juni 2020. Acetaminophen

Drugs.com. Diakses pada 20 Juni 2020. Ibuprofen

Healthline (20180. Diakses pada 20 Juni 2020. Naproxen, Oral Tablet

Mayo Clinic (2020). Diakses pada 20 Juni 2020. Migraine 

Medical News Today (2017). Diakses pada 20 Juni 2020. Uses, Benefits, and Risk Of Aspirin

Medical News Today (2019). Diakses pada 20 Juni 2020. What to Know About  Naproxen 

Webmd (2020). Diakses pada 20 Juni 2020. Triptans for Migraine Treatment

Rx List (2019). Diakses pada 20 Juni 2020. Prescription Migraine Medications

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin