Bisa Jadi Cemilan Sehat, Ini 9 Manfaat Dark Chocolate untuk Kesehatan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Cokelat hitam adalah salah satu makanan yang disukai banyak orang. Selain rasanya yang unik, ternyata ada banyak manfaat dark chocolate yang baik untuk tubuh. Ini tak lepas dari kandungan yang ada padanya, seperti zat besi, mangan, seng, potasium, magnesium, dan masih banyak lagi.

Terbuat dari biji pohon kakao, dark chocolate memiliki khasiat yang telah terbukti oleh sejumlah penelitian. Apa saja? Yuk, simak berbagai efek baik yang diberikan cokelat hitam untuk tubuh.

Manfaat dark chocolate untuk tubuh

Dari banyak nutrisi yang ada, dark chocolate mempunyai senyawa antioksidan bernama flavonoid yang sangat aktif, dapat membawa banyak efek positif untuk kesehatanmu. Ini dia enam manfaat cokelat yang perlu kamu tahu.

1. Tingkatkan kemampuan otak

Menurut sebuah riset yang dilakukan pada 2018, makan 48 gram cokelat organik dengan 70 persen kakao dapat meningkatkan neuroplastisitas di otak, yang membawa efek positif pada memori, kemampuan kognitif, dan suasana hati.

Mengapa bisa seperti itu? Flavonoid pada dark chocolate mampu merangsang saraf di otak untuk mengeluarkan sejumlah hormon. Mengutip Healthline, keadaan ini juga tak lepas dari aliran darah yang maksimal menuju otak.

2. Sehatkan jantung

manfaat dark chocolate
Cokelat hitam bisa mencegah terjadinya pembengkakan pembuluh darah. Sumber foto: www.marihuana-medicinal.com

Salah satu manfaat dark chocolate yang jarang diketahui adalah kemampuannya dalam menjaga organ jantung. Sebuah riset yang dilakukan pada 2015 memaparkan, flavonoid pada cokelat berperan penting dalam pencegahan berbagai penyakit kardiovaskular.

Orang yang makan cokelat hitam lima kali dalam seminggu menurunkan risiko terkena penyakit jantung hingga 57 persen. Senyawa flavonoid diyakini mampu menghasilkan oksida nitrat yang mencegah terjadinya ketegangan dan pembengkakan pada pembuluh darah.

Saat darah mengalir normal, jantung tidak dipaksa bekerja lebih keras. Maka dari itu, jantung akan tetap memiliki fungsi terbaiknya.

Baca juga: Penyakit Jantung: Kenali Penyebab dan Cara Pencegahannya

3. Lindungi kulit dari sinar UV

Selain flavonoid, dark chocolate juga mengandung vitamin dan mineral lainnya, seperti zat besi, tembaga, mangan, dan magnesium. Nutrisi tersebut mampu menjaga elastisitas kolagen yang mampu menghasilkan kulit cerah dan sehat.

Belum lagi, antioksidan yang terkandung padanya bisa mencegah kerusakan kulit akibat sinar ultraviolet (UV) dari matahari. Efek perlindungan ini tak lepas dari bioaktif yang memacu darah untuk terus mengalir ke kulit, sehingga ia tetap terhidrasi dengan baik.

4. Pencegahan kanker

Sebuah publikasi di Perpustakaan Kedokteran Nasional Amerika Serikat memaparkan, senyawa antioksidan pada dark chocolate mampu menangkal paparan radikal bebas, yang jika dibiarkan bisa merusak sel-sel baik di dalam tubuh.

Saat sel-sel baik berkurang, sel jahat bisa menginvasi beberapa organ, lalu berubah menjadi kanker. Tanda awalnya bisa berupa peradangan ringan, dan berlanjut pada gejala yang lebih berat.

Flavonoid yang ada pada dark chocolate, yaitu quercetin dan epicatechin, sangat ampuh untuk menghambat perkembangan sel kanker di dalam tubuh, menurut sebuah riset pada Journal of American Hypertension.

5. Bantu turunkan berat badan

Sebuah penelitian yang dilakukan pada 2011 menjelaskan, dark chocolate memiliki peran aktif dalam membantu menurunkan berat badan, dengan cara mengendalikan nafsu makan.

Mengonsumsi sedikit cokelat hitam sebelum atau setelah makan dapat memicu saraf untuk mengirim sinyal ke otak bahwa perut telah kenyang.

Saat perut terasa kenyang, kamu akan cenderung menghindari makanan. Dalam jangka panjang, ini sangat bermanfaat untuk program diet menurunkan berat badan.

Belum lagi, menurut Harvard Medical School, dark chocolate adalah salah satu sumber prebiotik yang dapat meningkatkan bakteri baik di dalam usus. Artinya, organ pencernaanmu akan berfungsi maksimal dan terhindar dari berbagai masalah seperti sembelit dan diare.

Baca juga: Cara Menghitung Berat Badan Ideal yang Harus Kamu Ketahui

6. Bantu stabilkan gula darah

Bagi sebagian orang, makan cokelat tiap hari terkesan tidak menyehatkan, karena rasa yang manis sering dikait-kaitkan dengan gula. Padahal, menurut sebuah publikasi di Perpustakaan Kedokteran Nasional Amerika Serikat, kakao pada dark chocolate mampu menyeimbangkan kadar glukosa.

Dalam hal ini, kakoo berperan dalam mencegah terjadinya resistensi insulin yang merupakan salah satu tanda utama dari diabetes tipe 2. Ini tak lepas dari peranan flavonoid yang dapat mengurangi potensi stres oksidatif, sehingga sensitivitas insulin menjadi meningkat.

Sebuah penelitian yang dilakukan pada 2017 mengatakan, seseorang yang jarang atau bahkan tidak pernah mengonsumsi dark chocolate memiliki risiko dua kali lebih tinggi untuk terkena diabetes.

7. Dark chocolate untuk diet 

Siapa yang sangka kalau konsumsi dark chocolate untuk diet ternyata direkomendasikan. Penelitian menunjukkan adanya manfaat cokelat hitam untuk diet. 

Cokelat pahit dapat membantu mengurangi keinginan untuk ngemil dan meningkatkan perasaan kenyang dengan mengurangi kadar ghrelin, yakni hormon yang merangsang rasa lapar.

Dibandingkan dengan coklat putih atau cokelat susu, dark chocolate untuk diet jauh lebih baik.  Cokelat pahit ini juga memiliki kalori 17 persen lebih rendah dari pada cokelat susu. 

Penelitian lain menyebutkan bahwa konsumsi dark chocolate untuk diet dapat membuat merasa lebih kenyang dan tidak mudah lapar.

Dark chocolate untuk diet juga disarankan karena dapat meningkatkan sensitivitas insulin serta meningkatkan suasana hati yang dapat membantu penurunan berat badan. 

Bagi kamu yang ingin menurunkan berat badan, konsumsi dark chocolate untuk diet patut dipertimbangkan. 

8. Dark chocolate untuk kolesterol 

Bukan hanya untuk diet, konsumsi dark chocolate untuk kolesterol juga baik lho.

Menurut European Journal of Clinical Nutrition cokelat pahit secara signifikan diketahui mengurangi LDL atau lemak jahat serta kolesterol total. Sehingga konsumsi coklat hitam untuk kolesterol juga diperbolehkan. 

Penelitian lain juga menemukan manfaat dark chocolate untuk kolesterol. Coklat pahit yang kaya akan polifenol mampu meningkatkan HDL yakni lemak baik yang signifikan dan penurunan kolesterol total.

Di samping itu sepertiga kandungan lemak yang terdapat pada cokelat hitam berupa asam stearat.

Meski merupakan lemak jenuh, menurut penelitian, asam stearat tampaknya tidak meningkatkan kadar kolesterol, justru menurunkannya. Tidak heran, banyak informasi kesehatan yang menyarankan konsumsi coklat pahit untuk kolesterol. 

9. Dark chocolate untuk penderita diabetes

Coklat cukup identik dengan rasa manis yang banyak dipercaya orang tidak dapat dikonsumsi penderita diabetes. Tapi lain halnya dengan coklat hitam. Coklat hitam atau coklat pahit untuk penderita diabetes justru boleh dikonsumsi. 

Menurut American Diabetes Association coklat hitam ini justru dapat membantu memelihara tekanan darah dan kesehatan jantung, termasuk pada penderita diabetes. 

Coklat pahit memiliki banyak zat yang dapat membantu menurunkan kadar gula darah secara alami. Salah satunya adalah antioksidan yang dapat membantu tubuh menggunakan insulinnya secara lebih efisien untuk mengontrol gula darah.

Penelitian lain juga menunjukan manfaat dark chocolate untuk penderita diabetes. Coklat pahit ditemukan memiliki kandungan flavonoid yang mampu meningkatkan kemampuan sel tertentu untuk mengeluarkan insulin. Sehingga dapat membantu penderita diabetes.

Meski diketahui punya banyak manfaat, pemilihan dark chocolate untuk penderita diabetes harus diperhatikan karena tidak semua coklat pahit berarti sehat. Coklat hitam untuk penderita diabetes harus mengandung setidaknya 70 persen kakao atau lebih. 

Di samping itu, dark chocolate untuk penderita diabetes tidak boleh mengandung banyak karamel, toffee, maupun bahan pemanis buatan lainnya.

Dark chocolate untuk maag

Berbeda dengan penderita diabetes dan kolesterol, bagi penderita penyakit maag, konsumsi dark coklat untuk maag tidak begitu direkomendasikan. 

Secara umum konsumsi coklat memang tidak disarankan bagi pemilik penyakit maag. Namun konsumsi dark chocolate untuk maag mungkin masih bisa ditoleransi tubuh karena tidak semanis coklat susu.

Semakin manis coklat yang kamu makan, semakin banyak refluks yang ditimbulkannya. Namun karena kandungan kakaonya yang lebih tinggi coklat hitam untuk maag, mungkin menyebabkan lebih sedikit refluks. 

Gejala refluks asam lambung akan berbeda pada setiap orang. Meski diklaim lebih aman dari coklat susu, dark chocolate untuk maag tetap berisiko meningkatkan refluks atau naiknya asam lambung. Sehingga konsumsinya harus dipertimbangkan. 

Nah, itulah manfaat dark chocolate yang baik untuk tubuh. Kamu bisa mengonsumsinya secara rutin untuk meminimalkan terserang berbagai penyakit. Tetap jaga kesehatan, ya!

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

  1. Healthline, diakses 28 Juni 2020, 7 Proven Health Benefits of Dark Chocolate.
  2. Everyday Health, diakses 28 Juni 2020, 8 Healthy Reasons to Eat Dark Chocolate.
  3. Harvard Medical School, diakses 28 Juni 2020, The Microbiome.
  4. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 22 Juni 2020, Habitual Chocolate Intake and Type 2 Diabetes Mellitus in the Maine-Syracuse Longitudinal Study: (1975-2010): Prospective Observations.
  5. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 22 Juni 2020, Insulin resistence.
  6. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 22 Juni 2020, Chocolate, gut microbiota, and human health.
  7. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 22 Juni 2020, Flavanols, the Kuna, Cocoa Consumption, and Nitric Oxide.
  8. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 22 Juni 2020, Free Radicals: Properties, Sources, Targets, and Their Implication in Various Diseases.
  9. BMJ Journal, diakses 28 Juni 2020, Habitual chocolate consumption and risk of cardiovascular disease among healthy men and women.
  10. Science Daily, diakses 28 Juni 2020, Dark chocolate consumption reduces stress and inflammation.
  11. Healthline. (2020). Diakses pada 23 Oktober 2020. Dark Chocolate and Weight Loss: Is It Beneficial?
  12. Everydayhealth. (2017). Diakses pada 23 Oktober 2020.Why Dark Chocolate Is One of the Best Desserts for Diabetics
  13. Verywellhealth. (2020). Diakses pada 23 Oktober 2020. Can Dark Chocolate Lower Your Cholesterol? 
  14. Healthline. (2018 ). Diakses pada 23 Oktober 2020. 7 Proven Health Benefits of Dark Chocolate
  15. Healthline. (2020). Diakses pada 23 Oktober 2020. Can You Eat Chocolate If You Have Acid Reflux?

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin