Mau Coba Diet Jeruk Nipis untuk Menurunkan Berat Badan? Begini Caranya!

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Ada banyak program diet yang bisa dilakukan untuk menurunkan berat badan, salah satunya adalah diet jeruk nipis. Jeruk nipis adalah salah satu jenis buah sitrus yang mudah dijumpai di Indonesia, sehingga kamu akan lebih mudah untuk menjalankan diet ini.

Lalu, bagaimana cara melakukan diet jeruk nipis yang tepat? Serta, efektifkah diet ini untuk menurunkan berat badan? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Apa itu diet jeruk nipis?

Diet jeruk nipis adalah pola mengonsumsi jeruk nipis secara rutin dalam waktu tertentu. Ada banyak alasan mengapa seseorang melakukan diet ini, salah satunya adalah untuk menurunkan berat badan.

Jeruk nipis dipilih karena rendahnya kalori yang dimiliki, yaitu hanya 11 kkal pada buah seberat 44 gram. Selain itu, buah sitrus ini juga mengandung banyak nutrisi penting bagi tubuh, di antaranya adalah:

  • Vitamin A, B, C, dan D
  • Potasium
  • Kalsium
  • Magnesium
  • Serat
  • Protein
  • Karbohidrat

Jeruk nipis dikenal sebagai salah satu sumber vitamin C. Dilansir Medical News Today, satu jeruk nipis berdiameter 2 inci mengandung sekitar 32 persen dari total kebutuhan harian vitamin C.

Bahkan secara keseluruhan, satu gelas air jeruk nipis bisa memenuhi setidaknya 22 persen dari total kebutuhan gizi harian manusia. Itulah alasan mengapa diet ini kian diminati, terutama bagi yang ingin menurunkan berat badan.

Baca juga: 6 Manfaat Jeruk Nipis untuk Wajah: Atasi Jerawat hingga Penuaan Dini

Manfaat diet jeruk nipis bagi kesehatan

Tujuan utama diet jeruk nipis adalah menurunkan berat badan. Kamu perlu tahu bagaimana cara kerja buah sitrus ini dalam membantu mengontrol berat badan, yaitu dengan:

1. Mengoptimalkan pembakaran lemak

Konsumsi air jeruk nipis ternyata bisa mengoptimalkan proses pembakaran lemak. Penumpukan lemak faktor utama pemicu obesitas.

Menurut sebuah publikasi di Perpustakaan Kedokteran Nasional Amerika Serikat, semakin banyak vitamin C yang dikonsumsi, semakin besar kemungkinanmu untuk memiliki massa tubuh yang lebih rendah.

Vitamin C bisa mendukung proses pembakaran lemak hingga 30 persen. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, satu jeruk nipis berdiameter 2 inci mengandung sekitar 32 persen persen dari total kebutuhan harian vitamin C.

2. Memberi efek kenyang lebih lama

Selain vitamin C, jeruk nipis juga memiliki kandungan serat. Nutrisi ini bisa memperlambat proses pencernaan makanan di lambung. Dengan demikian, kamu akan merasakan kenyang lebih lama dari biasanya. Serat pada jeruk nipis sendiri terdiri dari serat larut dan serat tak larut.

3. Melancarkan proses pencernaan

Selain dua hal di atas, jeruk nipis juga berperan dalam mengoptimalkan kinerja usus besar. Dilansir Web MD, makanan kaya serat dapat membantu memindahkan isi usus besar lebih cepat.

Seperti diketahui, usus besar adalah bagian dari sistem pencernaan sebagai tempat pembentukan feses. Serat bisa membantu usus besar menyerap air pada sisa makanan dan melembutkan tinja. Ini akan memudahkan kotoran untuk dikeluarkan melalui buang air besar.

Menurut sebuah penelitan pada 2011, sulit buang air besar atau sembelit dalam jangka waktu yang panjang bisa menyebabkan kenaikan berat badan. Hal yang paling kentara adalah perut yang semakin hari akan terlihat membesar atau membuncit.

Baca juga: Sebelum Aktivitas Terganggu, Kenali 5 Cara Mengatasi Sembelit Berikut Ini!

Cara menerapkan diet jeruk nipis

Tak ada aturan khusus dalam diet jeruk nipis. Yang perlu diingat, diet jeruk nipis bukan berarti kamu hanya mengonsumsinya tanpa asupan lain. Konsumsi jeruk nipis berlebihan dapat menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan. Ini karena jeruk nipis adalah buah yang bersifat asam.

Menurut saran dari Amy Stephens, MS, RDN, CDE, seorang nutrisionis di New York, Amerika Serikat, gunakan dua hingga tiga jeruk nipis segar setiap harinya, lalu peras dan campur air ke dalam satu atau dua gelas.

Kamu bisa meminumnya kapan saja, baik di pagi hari, ketika sarapan, saat beraktivitas, atau sebelum tidur. Jika memungkinkan, gunakan sedotan agar air jeruk tidak menempel ke gigi. Pada jangka panjang, sifat asam pada jeruk nipis bisa merusak enamel atau lapisan luar gigi.

Lalu, berapa lama durasi untuk melakukan diet ini? Jawabannya adalah tidak terbatas. Menurut sebuah riset yang terbit di The American Journal of Clinical Nutrition, semakin lama kamu menjalankan diet jeruk nipis, efek pada penurunan berat badan akan menjadi lebih optimal.

Nah, itulah cara melakukan diet jeruk nipis dan manfaatnya untuk menurunkan berat badan. Untuk hasil terbaik, imbangi juga dengan olahraga secara rutin. Tetap jaga kesehatan, ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

  1. Medical News Today, diakses 12 Oktober 2020, What are the benefits of drinking lime water?
  2. Medical News Today, diakses 12 Oktober 2020, Everything you need to know about limes.
  3. SF Gate, diakses 12 Oktober 2020, Does Eating Limes Burn Fat?
  4. WebMD, diakses 12 Oktober 2020, Fiber and Digestion Problems.
  5. Insider, diakses 12 Oktober 2020, 4 health benefits of lemon water and how much you should drink each day.
  6. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 12 Oktober 2020, Replacing caloric beverages with water or diet beverages for weight loss in adults: main results of the Choose Healthy Options Consciously Everyday (CHOICE) randomized clinical trial.
  7. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 12 Oktober 2020, Overweight and constipation in adolescents.
  8. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 12 Oktober 2020, Strategies for healthy weight loss: from vitamin C to the glycemic response.

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin