Penyakit Jantung

Mengenal Pacemaker, Alat yang Memastikan Jantung Berdetak Normal

January 19, 2021 | Richaldo Hariandja | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Alat pacu jantung atau pacemaker merupakan peralatan medis dengan daya listrik. Untuk menggunakanya, dokter akan menanamkan alat ini ke dalam kulit kamu untuk membantu mengatasi masalah detak jantung yang tidak teratur atau aritmia.

Dengan alat pacu jantung, kamu bisa meningkatkan kualitas hidup jika selama ini jantung kamu bermasalah dengan detaknya yang lambat. Bagi sebagian orang, alat ini adalah penyelamat hidup mereka.

Secara umum pacemaker ini mengatasi dua tipe aritmia, yaitu:

  • Tachycardia atau detak jantung yang terlalu cepat
  • Bradycardia atau detak jantung yang terlalu lambat

Seperti apa alat pacu jantung atau pacemaker ini?

Pacemaker modern memiliki dua bagian. Yang pertama adalah pulse generator yang yang merupakan perangkat elektronik dengan baterai yang mengontrol detak jantung. Yang lainnya adalah lead atau kabel kecil untuk mengirimkan detak dari pulse generator ke jantung.

Perangkat alat pacu jantung ini sangat kecil, ukurannya hanya sebesar kotak korek api atau bahkan lebih kecil dengan bobot hanya 20-50 gram. Di dalam pulse generator terdapat sirkuit komputer sementara lead menempel di jantung para penggunanya.

Cara kerja pacemaker

Pacemaker akan bekerja mengirimkan sinyal ketika alat ini mendeteksi detak jantung yang tidak normal, supaya detak menjadi stabil. Sebaliknya, jika detak jantung normal-normal saja,maka alat ini tidak akan mengirimkan sinyal.

Alasan kamu butuh pacemaker

Kamu membutuhkan pacemaker jika jantung kamu memompa terlalu cepat atau lambat. Karena dalam dua kasus itu, tubuh tidak mendapatkan cukup darah yang bisa mengakibatkan:

  • Kelelahan
  • Pingsan atau pusing
  • Napas yang memendek
  • Kerusakan organ vital
  • Kematian.

Alat ini bisa merekam detak jantung kamu. Dengan demikian, dokter akan bisa mendapatkan gambaran utuh seperti apa aritmia yang kamu alami.

Tidak semua alat pacu jantung itu permanen. Kamu mungkin membutuhkan pacemaker temporer untuk mengontrol masalah khusus atau ketika kamu habis terkena serangan jantung atau melewati operasi jantung. 

Beberapa pengobatan yang menyebabkan jantung kamu berdetak lebih lambat bisa saja membuat kamu harus menggunakan alat ini. Tapi sebelumnya, dokter akan mengkaji terlebih dahulu apakah kamu membutuhkan alat ini.

Persiapan pemasangan alat pacu jantung

Beberapa tes yang harus dilewati untuk memastikan bahwa kamu membutuhkan alat ini adalah sebagai berikut:

  • Memastikan ukuran dan ketebalan otot jantung menggunakan echocardiogram
  • Menggunakan electrocardiogram, sebuah sensor yang ditempatkan di kulit untuk mengukur sinyal elektrik jantung
  • Menghitung detak jantung selama 24 jam menggunakan Holter monitoring
  • Memantau detak jantung selama kamu berolahraga .

Jika ternyata dokter mengizinkan kamu untuk memakai pacemaker, maka kamu harus mempersiapkan diri dengan cara sebagai berikut:

  • Jangan makan atau minum apapun setelah tengah malam sebelum kamu melakukan operasi
  • Ikuti instruksi dokter mengenai obat mana yang harus kamu hentikan konsumsinya
  • Pastikan untuk mengonsumsi obat yang sudah diresepkan dokter sebelum kamu melakukan tes
  • Mandi dan keramaslah, dokter mungkin akan meminta kamu untuk memakai sabun khusus yang bisa mencegah infeksi yang mungkin timbul.

Bagaimana operasi pacemaker dilakukan?

Menanamkan alat pacu jantung biasanya membutuhkan waktu satu hingga dua jam. Kamu akan menerima sedatif untuk membuat kamu rileks dan anestesi lokal untuk membuat lokasi yang akan dioperasi menjadi mati rasa. Kamu akan terjaga selama operasi dilakukan.

Selanjutnya dokter akan membuat irisan kecil di dekat pundak. Dari sini akan dimasukan kabel kecil menuju pembuluh vena yang berada dekat tulang selangka. Selanjutnya dokter akan memastikan kabel tersebut menuju jantung melewati pembuluh vena. 

Nantinya dokter akan menempelkan elektroda ke ventrikel kanan jantung menggunakan kabel tersebut. Ujung dari kabel ini akan ditempelkan ke pulse generator. Biasanya generator ini akan ditanam di bawah kulit di dekat tulang selangka, lalu menutup irisan dengan jahitan.

Risiko memakai pacemaker

Setiap prosedur medis memiliki risiko masing-masing. Dalam hal pemasangan alat pacu jantung ini, kebanyakan risikonya berasal dari operasi yang dijalani. Yaitu:

  • Alergi terhadap anestesi
  • Perdarahan
  • Memar
  • Kerusakan saraf atau pembuluh darah
  • Infeksi di lokasi sayatan dan jahitan
  • Pada kasus yang langka, bisa terjadi paru-paru kolaps
  • Kebocoran jantung, walaupun hal ini pun bisa terbilang langka.

Kebanyakan risiko dan komplikasi ini bersifat sementara.

Kisaran harga alat pacu jantung

Pemasangan alat pacu jantung bisa dibilang berbiaya tinggi. Setidaknya kamu membutuhkan kocek puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Hal itu diungkapkan oleh dokter ahli jantung, dr Vito A Damay, SpJP(K), Mkes, FIHA, FICA, FAsCC dalam laman detik.com.

“Bervariasi, intinya mencapai puluhan juta, namun untuk teknologi yang lebih advance, bisa mencapai 90-100 jutaan (rupiah),” kata dia dalam laman tersebut.

Demikianlah serba-serbi alat pacu jantung yang perlu kamu pahami. Selalu jaga kesehatan kamu dan pahami apa yang dibutuhkan jantung, ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference
  1. Healthline, diakses 12 Januari 2021. Heart Pacemaker: Purpose, Procedure, and Risks
  2. NHS, diakses 12 Januari 2021. Overview – Pacemaker implantation
  3. Detik, diakses 15 Januari 2021. Pasang Alat Pacu Jantung, Berapa Sih Biayanya?
    register-docotr