Menyusui

Pompa ASI Elektrik vs Manual, Mana Lebih Banyak Hasilnya dan Cepat? Simak Yuk Moms

September 10, 2020 | Putri Prima Soraya | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Memberikan air susu ibu atau ASI melalui payudara langsung adalah cara umum dan jadi pilihan banyak ibu. Tapi ada beberapa hal yang membuat menyusui langsung jadi tidak bisa dilakukan sehingga membutuhkan alat bantu yaitu pompa ASI elektrik maupun manual.

Bagi ibu yang ASI-nya sulit keluar atau harus bekerja ini adalah cara terbaik agar buah hati tetap bisa mendapatkan ASI ekslusif. Nah, bagaiamana tips memompa ASI agar hasilnya bisa maksimal dan apa alat pompa ASI terbaik, manual atau elektrik? Simak yuk, di bawah ini!

Baca Juga: Agar Produksi Melimpah, Ini 7 Makanan Pelancar ASI untuk Ibu Menyusui

Kenapa ASI harus dipompa?

Memompa ASI membantu bayi mendapatkan nutrisi ASI yang diperlukan terutama di awal-awal kelahirannya. Ada beberapa kondisi yang mengharuskan ibu memompa ASI.

Seperti ibu yang harus bekerja, susu yang kurang lancar, sampai membantu agar susu tidak menumpuk di payudara hingga mengakibatkan pembengkakan.

Tips memompa ASI

Memompa bisa menjadi strategi yang sangat penting untuk meningkatkan pasokan ASI Moms. Tapi masih banyak wanita yang kesulitan saat memompa sehingga ASI tidak keluar dengan maksimal. 

Berikut ini beberapa tips memompa ASI yang bisa Moms coba agar hasil pompa ASI maksimal.

1. Pilih dan gunakan pompa ASI yang tepat

Penggunaan pompa ASI yang tepat sangatlah penting. Pastikan pompa yang Moms pilih akan memenuhi kebutuhan. Ibu yang perlu memompa hanya sesekali memiliki kebutuhan yang sangat berbeda dari ibu yang memompa beberapa kali sehari.

Pastikan pompa flensa (pelindung), bagian dari pompa yang menutupi payudara dan puting, pas untuk kamu. Menggunakan flensa payudara yang terlalu besar atau terlalu kecil dapat menyebabkan masalah payudara seperti puting yang sakit atau jaringan payudara yang rusak.

Selain itu, Moms juga harus memerhatikan instruksi yang diberikan pada buku panduan agar tahu bagaimana menggunakan pompa dengan tepat. 

2. Santai

Stres dapat menghambat kemampuan alami tubuh Moms untuk melepaskan ASI.  Sebelum memompa, pastikan Moms santai, ya. Temukan tempat yang tenang untuk memompa.

Moms juga bisa melakukan pijatan pada payudara untuk mengurangi ketegangan atau bisa juga dengan mengompresnya dengan air hangat.

3. Pompa lebih sering

Semakin banyak Moms memompa, semakin banyak susu yang akan dihasilkan. Lalu bagaimana jika harus bekerja? Cobalah untuk menambahkan sesi ekstra di siang hari, misalnya, jika Moms memompa dua kali sehari, pompa tiga kali.

Atau bisa juga menggunakan pompa payudara ganda membantu merangsang produksi ASI sekaligus mengurangi waktu pemompaan hingga setengahnya. Menekan payudara dengan lembut saat memompa dapat membantu mengosongkannya.

4. Jangan lewati jadwal

Tahukah Moms, melewati sesi pompa punya dampak negatif bagi persediaan ASI? Jadi sebisa mungkin, jangan pernah melewatkan sesi pompa walau beberapa menit saja.

Jika Moms terjebak tanpa pompa, Moms dapat mencoba untuk mengekspresikan dengan tangan dan menggunakan wadah alternatif (seperti gelas bersih atau botol air).

5. Pompalah pada pagi hari

Banyak wanita yang memiliki volume susu paling banyak di pagi hari. Moms dapat memompa di pagi hari sebelum si kecil bangun. Jika pagi hari tidak berhasil untuk kamu, kamu juga dapat mencoba memompa pada malam hari setelah waktu tidur bayi.

6. Pompa selama 10 hingga 15 Menit 

Agar payudara benar-benar kosong, untuk itu cobalah memompa selama 10 hingga 15 menit pada masing-masing payudara.Untuk memastikan ASI benar-benar kosong, tetaplah memompa selama 2 menit.

Pompa ASI elektrik

Pompa ASI elektrik merupakan salah satu pilihan pompa yang akhir-akhir ini banyak digandrungi para ibu. Alasannya selain praktis saat dipakai, jenis pompa ini juga tersedia dalam berbagai fitur yang bermanfaat.  

Adapun jika Moms hendak memilih pompa ASI elektrik, beberapa hal yang bisa Moms pertimbangkan sebelum memilih pompa yang paling sesuai dengan kebutuhan Moms adalah.

  1. Double pumping, ini berarti pompa bisa dipakai untuk memompa dua payudara secara bersamaan
  2. Apakah pompa ASI elektrik tersebut memiliki penyedot yang kekuatannya bisa disesuaikan dengan tingkat kenyamanan Moms
  3. Berapa jumlah sedotan yang dilakukan pompa per menitnya
  4. Cara memasang dan membersihkan peralatan pompa, apakah setelah dilepas untuk dicuci mudah untuk dipasang kembali atau tidak.

Cara pompa ASI elektrik

Cara pompa ASI elektrik umumnya sama dengan pompa biasa pada umumnya. Hanya saja mengingat ia menggunakan tenaga listrik, maka daya hisap per menitnya juga terbilang lebih banyak dibandingkan pompa ASI manual.

Dilansir dari Aeroflowbreastpupms, rata-rata bayi menghisap payudara untuk mendapatkan ASI sebanyak 50 sampai 90 kali per menit. Jumlahnya akan menurun seiring dengan ASI berhasil mengalir.

Adapun cara pompa ASI elektrik bekerja kurang lebih mengikuti siklus tersebut. Jadi pompa akan menghasilkan satu tarikan per detik untuk mendorong ASI mulai mengalir.

Pompa ASI manual

Meski pompa ASI elektrik memiliki banyak penggemar, ini bukan berarti pompa ASI manual tidak dilirik sama sekali. Bagi para ibu yang memiliki anggaran terbatas, atau lebih senang memerah ASI sendiri, pompa ASI manual tetap menjadi pilihan yang banyak diambil.

Cara pompa ASI manual

Dilansir dari Parents, terdapat beberapa langkah yang perlu diperhatikan terkait cara memakai pompa ASI manual, di antaranya:

  1. Cuci tangan terlebih dahulu dan pastikan semua bagian pompa telah steril dan higienis
  2. Cari tempat yang membuat Moms merasa santai
  3. Bayangkan si Kecil atau hal-hal yang membuat Moms merasa bahagia untuk merangsang hormon oksitosin pemicu terjadinya ASI
  4. Tempatkan pelindung payudara yang terpasang di payudara Moms, pastikan itu berada di tengah putting
  5. Mulai lakukan pompaan dan tukar pada payudara lainnya setiap 5 menit sekali
  6. Setelah selesai, lepaskan pelindung payudara dan bersihkan.

Tips memilih pompa ASI yang bagus

Memilih pompa ASI yang bagus di antara sekian banyak pilihan pompa yang ada tentu membingungkan. Tak perlu khawatir, Moms, karena dilansir dari Mayoclinic, ada beberapa tips memilih pompa ASI yang bagus berikut ini:

1. Seberapa sering kamu melakukan pompa ASI

Jika kamu hanya melakukan pompa ASI sesekali saja, pompa manual bisa menjadi pilihan yang tepat. 

Tetapi, jika kamu melakukan pompa ASI secara rutin, setiap hari atau kamu sudah harus masuk kerja setelah cuti melahirkan. Pompa ASI elektrik bisa menjadi pilihan sehingga kamu bisa menghemat waktu karena membantu mereka mengeluarkan ASI lebih cepat daripada pompa manual.

2. Tingkat mobilitas

Bila kamu seseorang yang sering berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya, pompa manual bisa jadi pilihan karena pompa elektrik tidak se-portable pompa manual, pompa elektrik juga lebih berat. 

Selain itu, jika Moms tidak berada di dekat stop kontak atau kehabisan daya baterai, Moms masih dapat mengeluarkan ASI jika menggunakan pompa manual.

3. Kemudahan perawatan

Salah satu yang tidak bisa diabaikan adalah masalah perawatan dari pompa ASI. Apakah pompa elektrik lebih sulit untuk dibersihkan dari pompa manual? Untuk kedua jenis ini, keduanya membutuhkan perawatan yang sama.

4. Tingkat kecepatan

Untuk kecepatan, tentu saja sudah jelas pompa elektrik lebih cepat dari pompa manual. Apalagi sudah ada pompa elektrik ganda, yang mengambil ASI dari kedua payudara secara bersamaan.

Selain lebih cepat, pompa ASI ganda rata-rata menghasilkan 18 persen lebih banyak susu daripada memompa dari masing-masing payudara secara bergantian. Menurut penelitian, susu yang dihasilkan juga memiliki kandungan lemak dan kalori yang lebih tinggi.

Baca Juga: Rentan Terjadi pada Ibu Menyusui, Kenali Ciri-ciri Mastitis Payudara Sejak Dini

ASI pompa bertahan berapa jam

Pertanyaan ini mungkin adalah hal yang paling sering terlintas di kepala para ibu pekerja. Adapun dilansir dari Breastpump, acuan ASI pompa bertahan berapa jam adalah sebagai berikut:

  1. ASI yang baru diperah dan disimpan di suhu ruangan bisa bertahan selama 6 jam, namun lebih baik digunakan dalam jangka waktu 4 jam setelah diperah
  2. ASI yang baru diperah dan disimpan dalam plastik tersegel dan diberikan bongkahan es di sekelilingnya bisa bertahan selama 24 jam
  3. ASI yang baru diperah dan disimpan dalam plastik tersegel dan langsung disimpan di lemari es bagian pintu samping bisa bertahan selama 5 hari.

Tips ASI lancar dan deras

Salah satu yang menjadi alasan mengapa Moms menggunakan pompa ASI adalah ASI yang tidak bisa keluar dengan lancar dan deras. Jika Moms mengalami hal ini, jangan dahulu berputus asa.

Karena ada beberapa tips yang bisa Moms coba agar produksi ASI menjadi lancar dan deras. seperti berikut:

1. Jangan merokok

Apakah Moms seorang perokok? Jika iya, sebaiknya Moms mulai berhenti, hal ini karena rokok dapat mengurangi pasokan ASI, bahkan kandungan nikotinnya juga bisa masuk ke dalam ASI dan mengubah rasa susu.

2. Makanlah makanan yang seimbang

Ibu menyusui membutuhkan ekstra 500 kalori per hari. Pilih makanan bergizi yang memberi kamu energi, seperti makanan kaya protein. Makan-makanan yang kaya akan nutrisi ketika menyusui dipercaya dapat membuat ASI lancar dan deras. 

3. Penuhi kebutuhan vitamin

Bisa jadi, penyebab ASI Moms tidak lancar dan sedikit adalah karena kurangnya vitamin. APP merekomendasikan Kalsium, Vitamin D, Zat Besi, Asam Folat sebagai vitamin dan mineral penting untuk ibu menyusui.

4. Cobalah untuk memompa disela waktu menyusui

Menambahkan sesi memompa setelah atau di antara sesi menyusui bisa sangat membantu. Memompa sangat penting ketika bayi tidak menyusu secara efisien atau cukup sering.

Tujuan memompa adalah mengeluarkan lebih banyak susu dari payudara dan atau meningkatkan frekuensi pengosongan payudara. 

5. Gunakan herbal

Ada beberapa bahan herbal alami yang bisa membuat ASI lebih lancar dan deras, seperti salah satunya yang sudah umum kita kenal adalah daun katuk. Selain itu, Moms juga bisa mencoba mengonsumsi jahe atau juga bawang putih.

Menyusui adalah komitmen, ketika kamu mengalami keluhan tentang menyusui, cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthline (2018). Diakses pada 03 Agustus 2020. 5 Ways to Increase Breast Milk Production

Medala (n.d). Diakses pada 03 Agustus 2020. How to choose a breast pump

Verywell Family (2019). Diakses pada 03 Agustus 2020. 7 Tips to Make Breast Pumping Easier

Verywell Family (2020). Diakses pada 03 Agustus 2020. How to Increase Breast Milk Supply by Pumping

Mayo Clinic (2020). Diakses pada 03 Agustus 2020. Breast-feeding and pumping: 7 tips for success

Mother (n.d). Diakses pada 03 Agustus 2020. 9 natural ways to boost your milk supply

Baby Center (2017). Diakses pada 03 Agustus 2020. Expressing breastmilk

 

Buying an electric breast pump, https://www.babycentre.co.uk/a568506/buying-an-electric-breast-pump diakses pada 10 Agustus 2020

A Beginners Guide to Breast Pumping, https://aeroflowbreastpumps.com/beginners-guide-breastfeeding-pumping#:~:text=The%20average%20baby%20sucks%20about,breast%20milk%20begins%20to%20flow. diakses pada 10 Agustus 2020

How to Use a Manual Breast Pump, https://www.parents.com/baby/breastfeeding/breast-pumping/how-to-use-a-manual-breast-pump/ diakses pada 10 Agustus 2020

How Long Does Pumped Milk Last? https://breastpumps.byramhealthcare.com/blog/2018/04/28/how-long-pumped-milk-last diaskes pada 10 Agustus 2020

    Berita Terkait
    register-docotr