Menyusui

Mengenal Infeksi Mastitis pada Payudara: Gejala, Penyebab dan Cara Pengobatannya

September 18, 2020 | Nanda Hadiyanti
no-image

Bukan cuma kanker atau kista payudara, masalah yang mungkin terjadi pada payudaramu. Kamu juga perlu mengenal mastitis, infeksi pada payudara yang biasa dialami oleh ibu menyusui.

Meski tidak separah kanker payudara dan umumnya juga tidak memerlukan perawatan khusus, tetapi kamu perlu waspada. Karena mastitis dapat menyebabkan bengkak dan nyeri payudara. Untuk lebih lanjut mengenal mastitis, berikut penjelasan selengkapnya.

Apa itu mastitis?

Mastitis adalah infeksi pada jaringan payudara, yang menyebabkan nyeri. Jika terjadi pada ibu yang sedang menyusui, maka akan menghambat proses pemberian ASI.

Dilansir dari Cleveland Clinic, mastitis memengaruhi satu dari 10 ibu menyusui. Jika terjadi pada ibu menyusui maka biasanya disebut sebagai mastitis laktasi.

Sementara itu, mastitis juga bisa terjadi pada wanita yang sedang tidak menyusui. Kondisi tersebut dikenal dengan istilah mastitis periductal.

Apa penyebab terjadinya mastitis?

Ada dua penyebab mastitis yang paling umum, yaitu:

  • Saluran ASI yang tersumbat. Ini bisa terjadi saat ASI tidak dikeluarkan sepenuhnya. ASI menumpuk dan menyebabkan penyumbatan, yang kemudian berakhir menjadi infeksi.
  • Infeksi bakteri. Bakteri bisa masuk ke dalam saluran ASI melalui mulut atau kulit bayi yang bersentuhan langsung dengan payudara. Kemudian bakteri berkembang dan menyebabkan infeksi.

Saat infeksi mulai berkembang, akan muncul gejala berupa:

  • Payudara terasa nyeri saat disentuh
  • Pembengkakan payudara
  • Penebalan jaringan payudara atau adanya benjolan payudara
  • Sensasi terbakar terus-menerus
  • Rasa tidak nyaman saat menyusui
  • Kemerahan pada kulit
  • Demam hingga 38 derajat Celcius atau lebih

Faktor yang meningkatkan risiko mastitis

Selain dua penyebab yang sudah disebutkan, ada beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan seseorang mengalami mastitis. Faktor risiko tersebut antara lain:

  • Wanita yang baru beberapa minggu menyusui
  • Mengalami puting pecah-pecah atau bermasalah
  • Salah posisi menyusui
  • Menggunakan bra yang terlalu ketat
  • Pernah mengalami mastitis sebelumnya
  • Kelelahan ekstrem

Bagaimana penanganan mastitis?

Jangan khawatir, karena mastitis bisa diatasi dengan pengobatan di rumah atau pun menggunakan obat yang dijual bebas di apotek.

Pengobatan di rumah

Meski payudara terasa nyeri, tapi ternyata tetap menyusui bisa menjadi salah satu cara pemulihan. Jadi tetaplah memberikan ASI secara langsung pada bayi karena akan membantu proses penyembuhan.

Selain itu, peras ASI jika memang diperlukan. Karena mastitis bisa terjadi karena penumpukan ASI yang kemudian menyumbat aliran ASI dan menyebabkan infeksi.

Kompres payudara dengan air hangat atau dingin. Mengompres dapat membantu mengurangi nyeri yang timbul akibat infeksi.

Pengobatan dengan obat yang bisa dibeli di apotek

Wanita yang mengalami mastitis biasanya akan mengalami bengkak payudara, nyeri dan seringkali juga demam. Untuk mengatasi gejala tersebut, kamu bisa mengonsumsi obat pereda nyeri, seperti ibuprofen.

Pengobatan di dokter

Pada umumnya mastitis akan membaik dengan sendirinya, jika memang disebabkan penyumbatan saluran ASI. Namun, dalam beberapa kasus dibutuhkan perawatan lebih lanjut.

Biasanya dokter akan merekomendasikan perawatan dengan ahli laktasi. Serta memberikan resep antibiotik dan juga obat pereda nyeri. Sementara pada beberapa kasus, dapat terjadi komplikasi berupa munculnya abses atau kumpulan nanah di sekitar payudara.

Dokter mungkin akan merekomendasikan tindakan sayatan drainase. Sayatan drainase berupa prosedur dengan membuat sayatan kecil agar dokter bisa menghilangkan abses (rongga bernanah) yang timbul akibat infeksi.

Bagaimana cara mencegah terjadinya mastitis?

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya mastitis, khususnya pada ibu menyusui:

  • Kosongkan payudara. Jangan biarkan ASI menumpuk di dalam payudara.
  • Gunakan pompa. Memompa ASI jika merasa payudara sudah cukup penuh juga bisa menghindari terjadinya penyumbatan, yang berdampak pada infeksi.
  • Mencari posisi menyusui senyaman mungkin. Posisi akan menentukan perlekatan bayi menghisap ASI. Jika posisi nyaman maka bayi dapat mengeluarkan simpanan ASI dengan maksimal.
  • Mastitis juga mungkin terjadi saat kondisi puting pecah-pecah, karena itu usahakan untuk memerhatikan kondisi puting selama menyusui.

Selain pengobatan dan pencegahan yang sudah disebutkan di atas, penggunaan bra yang tepat juga dapat membantu pemulihan mastitis.

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Mayoclinic, diakses 17 September 2020 Mastitis

Clevelandclinic, diakses 17 September 2020 Mastitis

Healthline, diakses 17 September 2020 Mastitis

    Berita Terkait
    register-docotr