Menyusui

Berbagai Manfaat Daun Katuk Selain Melancarkan ASI yang Perlu Kamu Tahu

June 10, 2020 | Nanda Hadiyanti | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Di Indonesia, tanaman ini dikenal dengan sebutan katuk. Daunnya biasa dikonsumsi dan diolah menjadi sayur, yang biasanya dikonsumsi ibu menyusui. Sebab, manfaat daun katuk yang paling terkenal adalah untuk melancarkan ASI.

Di luar negeri, katuk memiliki berbagai macam penyebutan. Ada yang menyebutnya star gooseberry, sweet leaf atau menyebutnya dengan nama ilmiah, yaitu sauropus androgynus.

Di balik berbagai penyebutan itu, daun katuk dikenal dengan berbagai manfaatnya. Sebab, daun katuk mengandung banyak nutrisi mulai berbagai jenis vitamin, kalsium, kalium, magnesium, saponin flavonoid, dan alkaloid. Semua kandungan itu baik bagi tubuh.

Manfaat daun katuk

Beberapa manfaat daun katuk di bawah ini bisa menjadi alasan kamu mengonsumsinya, tanpa perlu menunggu saat menjadi ibu menyusui. Manfaat daun katuk tersebut antara lain:

Melancarkan ASI

Manfaat daun katuk yang paling terkenal adalah dapat melancarkan ASI. Daun katuk juga dapat meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Ini karena daun katuk mengandung banyak nutrisi seperti asam folat, vitamin A, B, dan C yang mampu meningkatkan hormon prolaktin.

Selain itu, kandungan polifenol dalam daun katuk juga meningkatkan kadar prolaktin. Namun, daun katuk bukan satu-satunya kunci meningkatkan produksi ASI. Ibu menyusui juga perlu mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang untuk membantu meningkatkan produksi ASI.

Anti peradangan

Kandungan daun katuk juga dipercaya memiliki khasiat untuk mengatasi peradangan. Ekstrak daun katuk dalam bentuk patch memiliki efek yang relatif sama dengan natrium diklofenak dalam penyembuhan radang.

Natrium diklofenak adalah obat jenis nonsteroidal anti-inflammatory drug (NSAID) yang digunakan untuk mengurangi zat dalam tubuh yang menyebabkan sakit dan peradangan.

Menghambat pertumbuhan bakteri

Kandungan etanol pada daun katuk dianggap dapat melawan mikroorganisme yang dapat merugikan tubuh. Kemampuan ini telah melalui uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol pada daun katuk.

Setidaknya kandungan etanol dapat menghambat pertumbuhan dua jenis bakteri yaitu staphylococcus aureus dan escherichia coli, dengan penggunaan jumlah konsentrasi tertentu. Staphylococcus aureus dapat menyebabkan penyakit kulit dan endokarditis atau infeksi lapisan bagian dalam jantung.

Sementara escherichia coli adalah bakteri yang umum ditemukan di dalam usus. Namun, beberapa diantaranya dapat menimbulkan infeksi yang cukup serius serta menyebabkan keracunan pada seseorang.

Mengatasi anemia

Kandungan klorofil pada daun katuk dianggap memiliki potensi sebagai alternatif pengobatan anemia hemolitik. Ini dimungkinkan karena klorofil diyakini meningkatkan sel darah merah dalam tubuh dan membantu regenerasi sel darah dengan membantu sel membawa lebih banyak oksigen.

Antioksidan

Kandungan flavonoid pada daun katuk menjadikannya antioksidan yang baik bagi tubuh. Sebab, antioksidan dapat menangkal efek buruk radikal bebas. Radikal bebas dalam jumlah tinggi di dalam tubuh dapat merusak sel dan mengakibatkan berbagai penyakit, salah satunya adalah kanker.

Membantu mengatasi penyakit jantung

Kandungan daun katuk dipercaya dapat menjadi salah satu obat alternatif untuk penyakit jantung koroner atau yang biasa disebut antitrombotik. Penelitian masih perlu dikembangkan karena saat ini baru dilakukan pada tikus, terbukti bahwa daun katuk dapat digunakan sebagai antitrombotik.

Sebagai afrodisiak herbal

Masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut pada manusia, tetapi daun katuk dipercaya berpotensi menjadi salah satu afrodisiak herbal. Afrodisiak adalah zat yang digunakan untuk merangsang daya seksual.

Daun katuk memiliki kandungan saponin, flavonoid dan alkaloid yang mendukungnya menjadi afrodisiak. Saponin dan flavonoid berperan meningkatkan kadar hormon testosteron. Sementara alkaloid berperan dalam pelebaran pembuluh darah yang berkaitan dengan daya seksual.

Saat ini, penelitian mengenai efektivitas daun katuk sebagai obat perangsang herbal baru dilakukan pada hewan. Di mana seekor tikus jantan mengalami peningkatan libido setelah pemberian daun katuk selama 14 hari.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. PKHT IPB diakses 8 Juni 2020 Katuk
  2. Jurnal Medis Universitas Lampung diakses 8 Juni 2020 Potensi daun katuk
  3. Jurnal UNPAD diakses 8 Juni 2020 Aktivitas Farmakologi Daun Katuk 
  4. Indonesia Natural Research Pharmaceutical Journal (INRPJ) diakses 8 Juni 2020 Uji Aktivitas Antibakteri pada Daun Katuk
    Berita Terkait
    register-docotr