Menyusui

Jangan Salah, Berikut Cara Menyimpan ASI agar Tahan Lama

July 2, 2020 | Nanda Hadiyanti | dr. Raja Friska Yulanda
no-image

Ibu menyusui yang memiliki aktivitas di luar rumah seringkali memompa dan menyimpan ASI, untuk bisa diberikan kepada si kecil setelah kembali ke rumah. Simak penjelasan bagaimana cara menyimpan ASI supaya tetap layak dikonsumsi.

Itu sebabnya Moms perlu mengetahui waktu penyimpanan ASI dan mengetahui cara menyimpan ASI yang tepat. Beberapa faktor memengaruhi ketahanan ASI loh, Moms. Seperti apa cara yang tepat? Berikut penjelasannya.

3 Cara menyimpan ASI yang tepat

ASI adalah asupan utama bagi bayi dan merupakan nutrisi terbaik. Menyimpan ASI dengan tepat dapat membantu mencukupi kebutuhan asupan bayi. Berikut cara menyimpan ASI yang tepat agar tahan lama:

1. Gunakan wadah yang tepat

Moms bisa menggunakan wadah botol gelas, plastik atau kantung plastik khusus untuk ASI. Apapun wadahnya perlu diperhatikan kesterilannya. Moms bisa melakukan sterilisasi menggunakan perangkat elektronik khusus, yang kini sudah mudah didapatkan.

Atau Moms bisa melakukan sterilisasi manual dengan cara merebus botol penyimpan ASI. Namun, pastikan produk botol aman untuk direbus. Moms dapat merebus botol selama 10 menit dalam air mendidih. Pastikan semua bagian botol terendam air.

Selain langsung bersihkan ketika sudah tidak digunakan. Cuci menggunakan sabun untuk peralatan bayi, sikat dengan bersih dan simpan di tempat bersih. Sterilkan terlebih dahulu sebelum memakainya kembali.

Kebersihan dan sterilnya wadah ASI perlu diperhatikan karena jika disimpan dalam suhu ruangan, semakin bersih wadah maka ASI akan semakin tahan lama.

2. Perhatikan tempat penyimpanan

Cara menyimpan ASI agar tahan lama tergantung dari tempat penyimpanannya. Moms bisa memilih lemari es biasa atau freezer. Berikut tips penyimpanan ASI seperti dilansir dari healthychildren.org:

Lemari es

  • Jika disimpan pada lemari es bersuhu minimal 39 derajat Fahrenheit atau 3,8 derajat Celcius, ASI dapat bertahan mulai dari empat hingga delapan hari.
  • Sebelum memberikan ASI pada si kecil, rendam terlebih dahulu menggunakan air hangat.

Freezer

  • Jika disimpan pada freezer dengan suhu 0 derajat Fahrenheit atau -17 derajat Celcius, ASI dapat bertahan hingga 9 bulan.
  • Bila ingin menggunakan ASI beku, pindahkan dulu ke lemari es satu malam sebelumnya.
  • Cairkan ASI beku dengan merendamnya dalam air hangat atau perangkat elektronik khusus untuk menghangatkan ASI. Jangan cairkan ASI dengan memanaskannya di kompor atau jangan gunakan microwave.
  • Setelah dicairkan ASI harus digunakan dalam waktu 24 jam.

Deep freezer

  • Jika disimpan dalam deep freezer dengan suhu -4 derajat Fahrenheit atau -20 derajat Celcius, ASI dapat bertahan hingga 12 bulan lamanya.
  • Saat menggunakan deep freezer pastikan moms memilih wadah yang tepat. Karena saat dibekukan ASI akan mengembang, pastikan wadah cukup menampung ASI beku.
  • Bila ingin menggunakan ASI beku, pindahkan dulu ke lemari es satu malam sebelumnya.
  • Cairkan ASI beku dengan merendamnya dalam air hangat. Jangan cairkan ASI dengan memanaskannya atau jangan gunakan microwave.
  • Setelah dicairkan ASI harus digunakan dalam waktu 24 jam.
  • Catatan yang perlu diperhatikan, jangan memasukan kembali ASI ke dalam freezer atau deep freezer jika sebelumnya sudah pernah dibekukan.

Meskipun ASI mampu bertahan selama 12 bulan, tapi Moms perlu mengetahui bahwa semakin lama disimpan maka akan semakin besar jumlah vitamin C yang hilang dalam ASI.

3. Berikan penanda

Berikan pengingat tanggal saat ASI dipompa. Ini akan memudahkan Moms untuk menggunakan ASI berurutan sesuai dengan tanggal. Sehingga ASI yang ada di dalam penyimpanan bisa awet hingga batas waktu yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Jika tidak didinginkan, berapa lama ASI dapat bertahan?

ASI yang baru dipompa dapat bertahan hingga 6-8 jam dalam suhu 25 derajat Celcius.

Jika Moms tidak ingin mendinginkan ASI dalam kulkas atau freezer, sebaiknya tempatkan ASI dalam ukuran 2 hingga 4 ons atau sebanyak 60 hingga 120 mililiter. Ukuran ini menyesuaikan kebutuhan bayi sekali minum, untuk mengurangi ASI terbuang.

Karena jika ada sisa ASI pada botol yang sudah tidak diminum dalam 2 jam, harus segera buang. Karena berpotensi telah terkontaminasi.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Healthline diakses 26 Juni 2020 How Long Can Breast Milk Sit Out? 
  2. Kidshealth.org diakses 26 Juni 2020 Breastfeeding FAQs: Safely Storing Breast Milk 
  3. Healthychildren.org diakses 26 Juni 2020 Tips for Freezing & Refrigerating Breast Milk 
    Berita Terkait
    register-docotr