Menyusui

Apakah Alergi ASI dapat Terjadi pada si Kecil?

March 16, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Air susu ibu memiliki banyak manfaat, mulai dari menyediakan nutrisi yang ideal bagi bayi hingga membuat sistem kekebalan tubuh si Kecil menjadi lebih kuat. Akan tetapi, sebagian bayi justru tidak cocok ASI. Lantas, apakah reaksi alergi yang disebabkan oleh ASI dapat terjadi?

Baca juga: Demi Kesehatan Ibu dan Bayi Tetap Terjaga, Ini 7 Tips Menjalani Diet saat Menyusui

Apa penyebab bayi tidak cocok ASI?

Sebagian besar ahli kesehatan merekomendasikan pemberian ASI eksklusif setidaknya selama 6 bulan atau lebih. Sebab, ASI mengandung semua yang dibutuhkan oleh bayi untuk 6 bulan pertama kehidupannya.

Meskipun demikian, beberapa bayi menunjukkan ciri-ciri atau gejala tidak cocok ASI, apa penyebabnya?

Berdasarkan laman Healthychildren.org, pada dasarnya ASI tidak menyebabkan reaksi alergi pada bayi yang sedang menyusui. Namun, reaksi alergi yang ditimbulkan tersebut kemungkinan berasal dari makanan yang dikonsumsi oleh Moms.

Sebab, makanan yang dikonsumsi oleh Moms akan melewati sistem dan tersalurkan ke dalam ASI. Salah satu sumber penyebab alergi adalah produk susu. Biasanya, ini disebabkan oleh protein kasein yang terdapat di dalam susu sapi atau produk susu.

Ciri-ciri bayi tidak cocok ASI

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa reaksi alergi yang ditimbulkan dapat berasal dari makanan yang dikonsumsi oleh Moms. Dikutip dari Livestrong.com, alergi makanan dapat menimbulkan gejala tertentu.

Adapun ciri-ciri bayi tidak cocok ASI yang disebabkan oleh alergi makanan di antaranya adalah:

  • Timbulnya ruam kulit
  • Ketidaknyamanan di perut
  • Diare
  • Rewel
  • Perut kembung
  • Kesulitan untuk tidur
  • Pada reaksi alergi yang parah, ini dapat menyebabkan gangguan pernapasan.

Makanan yang dikonsumsi dapat tersalurkan pada si Kecil melalui ASI. Perlu Moms ketahui bahwa terdapat beberapa makanan yang menjadi pemicu alergi paling umum, ini termasuk telur, susu sapi, ikan dan kerang, gandum, hingga kacang-kacangan.

Meskipun demikian, ada beberapa makanan yang bisa menimbulkan ketidaknyamanan pada pencernaan bayi, tetapi ini berbeda dengan reaksi alergi, beberapa di antaranya adalah makanan pedas, kubis, dan brokoli.

Tak hanya itu, jika sensitivitas makanan terjadi, bayi mungkin saja menjadi lebih rewel atau bahkan menyusu lebih sering. Reaksi tersebut dapat berlangsung kurang dari 24 jam.  

Bagaimana dengan intoleransi makanan?

Intoleransi makanan dapat berarti tubuh sulit mencerna makanan tertentu dengan baik. Ini menyebabkan reaksi atau gejala yang membuat si Kecil tidak nyaman. Namun, intoleransi makanan tidak sama dengan alergi makanan.

Sebab, pada kasus intoleransi makanan tidak ada reaksi sistem kekebalan yang terjadi. Dikutip dari Nct.co.uk, berikut ini adalah beberapa ciri-ciri dari intoleransi makanan.

  • Diare
  • Kram perut
  • Perut kembung atau sering buang angin.

Intoleransi yang paling sering dicurigai pada bayi dan anak kecil adalah intoleransi laktosa. Pada kasus intoleransi laktosa, si Kecil tidak cukup menghasilkan enzim laktase yang mana dibutuhkan oleh tubuh untuk mencerna laktosa.

Baca juga: 8 Tips Merawat Diri saat Menyusui

Cara menangani bayi yang tidak cocok dengan ASI

Berikut ini adalah cara yang bisa Moms lakukan untuk menangani bayi tidak cocok ASI akibat alergi makanan.

1. Mengidentifikasi sumber penyebab alergi

Metode yang dapat Moms lakukan untuk mengidentifikasi bayi tidak cocok ASI yang disebabkan oleh alergi makanan adalah dengan membuat catatan mengenai makanan yang Moms konsumsi. Catat semua yang Moms konsumsi serta waktu makan Moms dan si Kecil.

Ketika menyusui, perhatikanlah apakah terdapat tanda-tanda alergi yang muncul atau tidak. Ketika Moms melihat tanda alergi pada bayi, coba lihat kembali catatan yang Moms buat mengenai makanan yang terakhir kali Moms konsumsi sebelum menyusui.

2. Menghindari sumber penyebab alergi

Penting untuk tidak berhenti memberikan ASI pada si Kecil. Sebab, ASI memberikan nutrisi terbaik yang dibutuhkan oleh bayi. Namun, jika reaksi alergi terjadi, Moms harus lebih selektif dalam mengonsumsi makanan.

Sebaiknya, hindarilah makanan yang menjadi penyebab alergi dan cobalah perhatikan apakah setelah Moms menghindari konsumsi makanan penyebab alergi tersebut bayi tetap menunjukkan tanda alergi atau tidak.

3. Menghubungi dokter

Apabila reaksi alergi tetap terjadi, sebaiknya segeralah hubungi dokter. Meskipun jarang terjadi terutama pada bayi yang menyusui, alergi tertentu, seperti susu sapi dapat berlangsung parah dan ini harus diwaspadai.

Dokter akan membantu menemukan penyebab serta penanganan yang tepat jika bayi tidak cocok ASI akibat alergi makanan tertentu. Selain itu, dokter juga akan memberikan saran terkait perubahan pola makan dengan tetap menjaga asupan semua nutrisi yang Moms dan si Kecil butuhkan.

Demikian beberapa informasi mengenai penyebab, ciri-ciri, serta penanganan bayi tidak cocok ASI. Jika Moms memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar kondisi ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya!

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar kesehatan Moms dan si Kecil? Silakan chat mitra dokter kami melalui Aplikasi Good Doctor. Mitra dokter kami siap membantu Moms dengan akses layanan 24/7. Jangan ragu untuk berkonsultasi, ya!

Reference

Happy Family. Diakses pada 09 Maret 2021. IS YOUR BABY REACTING TO SOMETHING IN YOUR MILK? 

Healthychildren.org (2009). Diakses pada 09 Maret 2021. Infant Allergies and Food Sensitivities 

Healthline (2020). Diakses pada 09 Maret 2021. 11 Benefits of Breastfeeding for Both Mom and Baby 

Hello Motherhood (2017). Diakses pada 09 Maret 2021. Can an Infant Be Allergic to Breast Milk? 

Livestrong.com. How Can I Tell if My Baby Is Allergic to What I’m Eating? 

NCT (2019). Diakses pada 09 Maret 2021. Food intolerances in babies 

    register-docotr