Kesehatan Anak

Mengenal Kartu Menuju Sehat (KMS): Fungsi dan Cara Membacanya

December 3, 2020 | Anisya Fitrianti | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Moms, tumbuh kembang si Kecil merupakan hal yang wajib untuk selalu dipantau, terutama pada aspek tinggi dan berat badan. Nah, salah satu cara untuk memantau tumbuh kembang anak adalah dengan menggunakan KMS atau Kartu Menuju Sehat. 

KMS merupakan alat yang mudah digunakan dan akurat untuk mengukur pertumbuhan anak. Dengan menggunakan KMS, orang tua dapat melihat apakah gizi anak sudah tercukupi atau justru sebaliknya.

Supaya lebih paham, simak informasi seputar KMS dan manfaatnya di bawah ini yuk! 

Mengenal tentang Kartu Menuju Sehat (KMS)

Kartu Menuju Sehat untuk anak laki-laki. (Sumber: Kemenkes RI)

KMS merupakan kartu berisikan grafik pertumbuhan anak yang diukur berdasarkan jenis kelamin, berat badan serta umur. KMS diperuntukkan bagi anak berusia 0 hingga 5 tahun. 

Fungsi Kartu Menuju Sehat (KMS) 

Berdasarkan peraturan dari Kemenkes RI, KMS setidaknya punya tiga fungsi utama yaitu:

  1. Sebagai alat pemantauan pertumbuhan anak. Di dalam KMS ada kumpulan data perkembangan dan pertumbuhan anak. Data ini dapat mengindikasikan apakah anak sudah memiliki gizi dan berat badan yang cukup, kurang atau justru berlebih. 
  2. Sebagai catatan pelayanan kesehatan anak. Selain tinggi dan berat badan anak, di dalam KMS juga ada catatan imunisasi anak, pemberian ASI, hingga vitamin untuk anak. 
  3. Sebagai alat edukasi. KMS juga dilengkapi informasi seputar perawatan serta asupan gizi anak.  

KMS digunakan sejak tahun 1970-an untuk memantau perkembangan anak. Namun saat ini KMS sudah bisa digunakan secara online di kms-online.web.id.

Moms hanya perlu memasukkan nama anak, jenis kelamin, berat badan, tinggi badan dan tanggal lahir nantinya Moms bisa melihat apakah status gizi anak sudah baik atau belum. 

Baca juga: 5 Cara Mencegah Stunting demi Jaga Pertumbuhan Anak Sejak Masa Kehamilan   

Cara membaca Kartu Menuju Sehat (KMS)

Ada dua jenis kartu menuju sehat. Pertama, KMS dengan tabel berwarna merah muda, untuk anak perempuan. Kedua, KMS dengan tabel berwarna biru untuk anak laki-laki. 

Biasanya, dokter atau perawat akan mengisi KMS setelah mengukur tinggi dan badan anak. Isian KMS berupa titik yang akan membentuk grafik yang dapat dibaca oleh para orang tua.  

Cara membaca KMS pun cukup sederhana lho, Moms. Bila Moms masih bingung, berikut adalah panduan cara untuk membaca KMS:

  • Grafik berada di bawah garis merah. Jika grafik pertumbuhan dan perkembangan anak ada di bawah garis merah, artinya si Kecil mengalami kurang gizi dalam kategori sedang hingga berat. Untuk mengatasinya, Moms perlu memperbaiki pola makan anak. 
  • Grafik berada di area berwarna kuning. Jika grafik pertumbuhan dan perkembangan anak berada di area yang berwarna kuning, artinya si Kecil mengalami kurang gizi ringan. Kondisi ini harus diatasi dengan perbaikan asupan makanan anak. 
  • Grafik berada di area berwarna hijau. Jika grafik pertumbuhan dan perkembangan anak berada di area yang berwarna artinya si Kecil memiliki status gizi yang sudah cukup dan baik.
  • Grafik berada di atas area hijau tua. Terakhir, jika grafik pertumbuhan dan perkembangan anak berada di atas warna hijau tua artinya si Kecil mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Moms harus segera mengatasinya karena obesitas dapat membuat anak rentan terkena berbagai penyakit lain. 

Ketika anak mengalami peningkatan berat badan, biasanya KMS akan ditandai dengan huruf N. Sementara ketika anak mengalami penurunan berat badan, biasanya KMS akan ditandai dengan huruf T. 

Bila Moms menemukan anak tidak memiliki grafik yang ideal, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Pasalnya, kondisi malnutrisi ataupun obesitas pada anak dapat memberikan pengaruh besar pada proses tumbuh kembangnya. 

Bukan hanya itu, anak juga lebih rentan mengalami permasalahan kesehatan saat dewasa bila mengalami obesitas sejak dini. 

Baca juga: Sarapan Sereal dapat Meningkatkan Kesehatan Anak, Mitos atau Fakta Ya?

Manfaat KMS bagi pertumbuhan bayi dan balita

Berdasarkan data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), gangguan pertumbuhan anak masih menjadi masalah kesehatan yang sering terjadi. Mulai dari stunting, kurang gizi, obesitas maupun underweight.

Nah, penggunaan KMS dapat mendeteksi perkembangan anak secara berkala untuk mencegah atau mengatasi gangguan tumbuh kembang anak. 

Jika Moms tidak menggunakan KMS, baik dokter maupun orang tua akan kesusahan memeriksa perubahan pada anak. Padahal perubahan yang sedikit pun bisa berarti bila terjadi dalam waktu yang lama.

Misalnya, ketika berat badan anak menurun sedikit demi sedikit setiap bulan, berarti ada sesuatu yang perlu diperbaiki dari pola makan atau asupan gizi anak. 

Bagaimana Moms sudah tahu kan seberapa penting penggunaan KMS untuk anak? Pastikan untuk selalu membawa KMS ya setiap kali melakukan pemeriksaan rutin pada si Kecil!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
    register-docotr