Kesehatan Anak

Epilepsi pada Anak: Cara Bedakan Kejang sebagai Gejala Awal dan Cara Pengobatannya

July 6, 2020 | Fitri Chaeroni | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Pastikan untuk mengecek kesehatanmu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Periksa kesehatan anak dengan mitra dokter spesialis kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Epilepsi pada anak adalah kondisi neurologis (mempengaruhi otak dan sistem saraf) di mana seseorang memiliki kecenderungan untuk mengalami kejang yang dimulai di otak.

Biasanya epilepsi pada anak akan sembuh sebelum mereka memasuki usia remaja. Namun, jika tidak, ada beberapa pilihan perawatan yang bisa dilakukan.

Untuk mengetahui seluk beluk epilepsi pada anak, mulai dari penyebab, diagnosis, hingga pengobatan, langsung saja simak ulasan berikut ini.

Epilepsi dan kejang pada anak

Otak terdiri dari jutaan sel saraf yang menggunakan sinyal listrik untuk mengontrol fungsi, indera, dan pikiran tubuh. Jika sinyal terganggu, orang tersebut mungkin mengalami kejang epilepsi yang kadang-kadang disebut dengan ‘serangan’.

Tidak semua kejang adalah epilepsi. Kondisi lain yang dapat terlihat seperti epilepsi di antaranya adalah pingsan (sinkop) karena penurunan tekanan darah, dan kejang demam karena kenaikan suhu tubuh yang tiba-tiba ketika seorang anak kecil sakit.

Kedua kondisi tersebut bukan termasuk serangan epilepsi karena tidak disebabkan oleh aktivitas otak yang terganggu.

Apa yang terjadi selama kejang?

Ada banyak jenis kejang epilepsi. Jenis kejang epilepsi yang dialami seorang anak tergantung pada area otak mana yang terpengaruh.

Dua jenis kejang yang paling sering terjadi yakni kejang fokal (kadang-kadang disebut kejang parsial) dan kejang umum. 

Kejang fokal hanya mempengaruhi satu sisi otak dan kejang umum mempengaruhi kedua sisi otak. Pada beberapa jenis kejang, seorang anak mungkin sadar akan apa yang terjadi.

Dalam tipe lain, seorang anak akan pingsan dan tidak memiliki memori kejang sesudahnya.

Penyebab epilepsi pada anak

Penyebab epilepsi secara pasti tidak ada karena belum ada studi yang menunjukkan gejala yang sama pada banyak penderita epilepsi pada anak.

Penyebab potensial atau faktor yang berkontribusi menyebabkan epilepsi pada anak di antaranya:

  • Gangguan perkembangan, termasuk autisme
  • Genetika, karena beberapa jenis epilepsi diturunkan dalam keluarga
  • Demam tinggi di masa kecil yang menyebabkan kejang, dikenal sebagai kejang demam
  • Penyakit menular, termasuk meningitis
  • Infeksi ibu selama kehamilan
  • Gizi buruk selama kehamilan
  • Defisiensi oksigen sebelum atau selama kelahiran
  • Trauma pada kepala
  • Tumor atau kista di otak

Faktor-faktor tertentu dapat memicu kejang pada mereka yang menderita epilepsi. Pemicu umum meliputi:

  • Kegembiraan
  • Lampu berkedip 
  • Kurang tidur
  • Melewatkan satu dosis obat anti kejang
  • Dalam kasus yang jarang terjadi: musik atau suara keras, seperti lonceng gereja
  • Melewatkan makan
  • Stres

Cara mendiagnosis epilepsi pada anak

Diagnosis epilepsi dapat dipertimbangkan jika anak Moms mengalami lebih dari satu kali kejang. Moms biasanya akan diarahkan untuk menemui ke dokter anak.

Moms (dan anak jika mereka bisa) dapat diminta untuk menjelaskan secara rinci apa yang terjadi sebelum, selama, dan setelah kejang. Memiliki rekaman video saat anak kejang dapat membantu dokter anak memahami apa yang terjadi.

Dokter anak juga dapat menyarankan beberapa tes untuk membantu diagnosis. Tes saja tidak dapat mengkonfirmasi atau mengesampingkan epilepsi.

Tetapi mereka dapat memberikan informasi tambahan untuk membantu mencari tahu mengapa anak Moms mengalami kejang. Berikut tahapan yang mungkin akan Moms butuhkan dan harus dilewati saat membawa anak berkonsultasi ke dokter anak:

  • Riwayat medis keluarga yang lengkap
  • Rincian kejang
  • Pemeriksaan fisik
  • Tes darah
  • Pemindaian dan pengukuran otak, termasuk CT scan, MRI, dan electroencephalogram (EEG)

Pengobatan epilepsi pada anak

Kebanyakan orang dengan epilepsi memerlukan obat antiepilepsi untuk mengendalikan gejala mereka.

Obat-obatan ini dapat menghentikan kejang, tetapi tidak menyembuhkan, dan tidak dapat menghentikan kejang saat gejalanya terjadi.

Obat antiepilepsi tidak mengendalikan kejang pada semua anak. Dalam kasus ini, perawatan lain mungkin diperlukan.

Berikut beberapa perawatan yang biasanya disarankan pada anak yang menderita epilepsi:

1. Diet keto

Jika obat-obatan tidak mencukupi, beberapa anak mungkin dapat mencoba diet ketogenik, atau “diet keto,” untuk mengendalikan kejang mereka. 

Namun, untuk melakukan terapi ini, Moms harus melakukan konsultasi dengan dokter anak dan juga ahli gizi.

2. Neurostimulasi

Jika epilepsi tidak berespons terhadap obat, dokter dapat merekomendasikan neurostimulasi. Dalam terapi ini, perangkat khusus digunakan untuk mengirim arus listrik kecil ke sistem saraf.

Saat ini ada tiga jenis neurostimulasi untuk perawatan epilepsi. Mulai dari stimulasi saraf vagus, neurostimulasi responsif, hingga stimulasi otak yang dalam.

3. Operasi

Dalam beberapa kasus, anak-anak tertentu dapat menjalani operasi untuk mengangkat sebagian otak. Operasi-operasi ini dapat mencegah atau mengurangi kejang.

Risiko masalah medis lain

Epilepsi dapat meningkatkan peluang anak untuk memiliki gangguan suasana hati atau gangguan belajar.

Sakit kepala, ulcer, dan kondisi fisik lainnya juga sering terjadi. Penting bagi orang tua untuk mengetahui kemungkinan “komorbiditas” dan berbicara dengan dokter anak tentang masalah apapun yang terjadi pada anak.

Pastikan untuk mengecek kesehatanmu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Periksa kesehatan anak dengan mitra dokter spesialis kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Healthly Children. Diakses pada 2 Juli 2020. Epilepsy in Children: Diagnosis & Treatment

Medical News Today. Diakses pada 2 Juli 2020. What to know about epilepsy in children

Epilepsy Society. Diakses pada 2 Juli 2020. Epilepsy In Childhood

John Hopkins Medicine. Diakses pada 2 Juli 2020. Seizures and Epilepsy in Children

    register-docotr