Info Parenting

Tips Mudah Mengajarkan Anak Mandiri agar Tak Jadi Orangtua Overprotektif

September 30, 2020 | Nik Nik Fadlah | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Moms, mengajarkan anak agar menjadi mandiri merupakan hal yang penting lho, agar orangtua tak menjadi overprotektif. Anak-anak membutuhkan waktu untuk belajar membuat keputusan yang terbaik untuk dirinya sendiri.

Dengan mengajari kemandirian sejak dini, anak-anak mulai dapat mengenal diri mereka sendiri lebih baik dan memahami apa yang benar-benar membuat mereka bahagia.

Baca juga: 8 Tips Jaga Emosi Tetap Terkendali Saat Menemani Anak Belajar di Rumah

Tips membesarkan anak agar mandiri

Moms, salah satu keuntungan mengajari anak agar mandiri adalah ia dapat merasa kompeten dan mampu mengurus dirinya sendiri.

Di bawah pengawasan orang tua, si Kecil dapat tumbuh dan berkembang di berbagai tahapan pertumbuhan serta perkembangan, yang mana hal ini menjadikan mereka lebih percaya diri untuk menjadi diri sendiri.

Berikut adalah beberapa tips membesarkan anak agar mandiri yang wajib Moms ketahui.

1. Berhentilah melakukan segala sesuatu untuk si Kecil

Moms, melakukan segala sesuatu untuk anak dan tidak dapat mengajarkan apa pun kepada anak soal pembagian tugas di rumah. Sebaiknya tunjukkanlah tugas dan ajari mereka, kemudian biarkan mereka menangani berbagai hal sendiri.

Jika si Kecil membutuhkan bantuan, biasanya ia akan memintanya. Kemandirian harus dimulai dari diri sendiri.

Sebagai contoh jika Moms ingin mengadakan piknik, Moms dapat memberikan tugas sederhana seperti membuat daftar barang yang mungkin diperlukan atau Moms juga bisa memintanya untuk mengemasi tasnya sendiri.

2. Biarkan anak membuat keputusannya sendiri

Untuk mengajarkan anak agar mandiri juga perlu keterlibatan dalam pengambilan keputusan.

Moms, sebaiknya berikanlah anak sedikit kebebasan dalam aspek yang lebih kecil, seperti memilih apa yang ingin ia kenakan, atau makanan apa yang ingin dimakan di malam hari. Biarkan ia memutuskannya.

3. Memberikan dukungan pada mereka

Si Kecil baru saja belajar untuk mandiri dan ini bukanlah hal yang mudah bagi mereka. Sebaiknya, hindarilah memarahi atau merendahkan anak jika ia gagal melakukan sesuatu yang sederhana.

Moms, harus selalu memberikan dukungan, tanpa menghakimi agar si Kecil dapat melakukan tugasnya lebih baik lagi.

4. Jangan jadikan kegagalan masalah yang besar

Moms, anak-anak dapat gagal dan melakukan kesalahan, mereka mungkin akan mengulanginya bahkan setelah diperingatkan. Hindarilah terlalu fokus dengan kegagalan.

Moms harus memberitahu anak apa yang seharusnya bisa ia lakukan dengan lebih baik. Namun, jangan hubungkan kegagalan dengan dirinya, ini dapat sangat menghambat kepercayaan diri anak.

5. Ajarkan anak memecahkan masalah secara mandiri

Baik itu masalah yang berhubungan dengan sekolah atau masalah lainnya yang ia miliki dengan saudara atau teman, sebaiknya beritahu anak bahwa masalah tertentu harus diselesaikan dan Moms tidak dapat membantunya.

Jika perlu, bimbinglah si Kecil dengan memberikan sudut pandang pada situasi yang berbeda. Tak hanya itu, sebaiknya berilah ia waktu sendiri saat membutuhkannya. Waktu sendiri dapat membantu anak mengumpulkan pikirannya, memikirkan langkah selanjutnya, dan membuat rencana.

6. Ajari negosiasi

Anak-anak cenderung melihat dunia sebagai proporsi menang dan kalah. Sebaiknya, ajarkanlah anak negosiasi dan kompromi, ia akan mulai memahami untuk mengambil yang terbaik dari situasi yang dihadapi.

Selain itu, ini juga akan membantunya memprioritaskan hal yang lebih penting atas pilihannya sendiri.

7. Buatlah rutinitas yang baik

Jika Moms menginginkan si Kecil agar lebih mandiri, Moms juga dapat mengajarkan mereka mengenai aturan dengan menyiapkan rutinitas harian. Anak-anak dapat melakukan yang terbaik ketika mereka tahu apa yang diharapkan.

Sebagai contoh, setiap pagi Moms dapat mengajarkan kepada anak beberapa rutinitas, seperti mandi, berpakaian, dan sarapan. Di waktu tidur menyikat gigi dan membacakan mereka sebuah cerita.

8. Jangan lupa berikan apresiasi

Ketika si Kecil melakukan hal-hal yang ia janjikan dengan cara yang benar dan ia melakukannya sendiri, jangan ragu untuk mengatakan kepadanya betapa ia membuat Moms bangga.

Umpan balik yang positif adalah hal yang sangat penting dalam membentuk kepribadian anak dengan cara yang benar. Dan apresiasi yang diberikan oleh orang tua sangat berpengaruh terhadap hal ini.

9. Luangkan waktu untuk berbicara dan mendengarkan

Anak-anak akan merasa penting ketika orang dewasa meluangkan waktu untuk berbicara dengan mereka. Membiarkan anak sering bicara tentang berbagai hal dapat membantu menumbuhkan kepercayaan diri pada anak.

Jangan lupa juga untuk selalu menanyakan mengenai pertemanan dan aktivitas apa yang disukai olehnya.

Moms, juga dapat memberitahu anak bahwa tidak apa-apa untuk membicarakan perasaan sedih yang dirasakannya. Ini dapat membantu mengajarkan anak bahwa terdapat suka duka dalam kehidupan.

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Firstcry,com (2018). Diakses pada 29 September 2020. 10 Effective Tips to Make Your Child Independent 

Healthychildren.org (2009). Diakses pada 29 September 2020. Growing Independence: Tips for Parents of Young Children 

Thrive Global (2017). Diakses pada 29 September 2020. 7 Tips for Raising Independent Children 

 

    register-docotr