Info Parenting

7 Tips Sukses Membimbing Anak Kidal Agar Lebih Percaya Diri

March 27, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Sama halnya seperti anak yang lebih dominan menggunakan tangan kanan, anak kidal juga memiliki keistimewaan dan kelebihannya tersendiri. Ada beberapa hal yang perlu Moms lakukan jika si Kecil lebih dominan menggunakan tangan kiri atau kidal, apa saja?

Menurut Better Health Channel, ketika usia bayi, anak-anak seringkali menggunakan kedua tangannya dengan seimbang. Kebanyakan anak, memilih untuk menggunakan tangan yang lebih dominan pada usia sekitar 2 atau 3 tahun.

Pada dasarnya, para ahli masih belum mengetahui penyebab pasti dari tangan kidal. Namun, ada beberapa teori penyebab dari anak kidal, termasuk gen.

Baca juga: 6 Tahap Perkembangan Anak yang Wajib Diketahui Orangtua

Apa yang perlu dilakukan jika anak kidal?

Sekitar 10 persen dari populasi lebih dominan menggunakan tangan kiri atau kidal. Ini berarti bahwa anak kidal istimewa. Ketika Moms mengetahui bahwa si Kecil lebih dominan menggunakan tangan kiri, Moms perlu membimbingnya dengan tepat agar tumbuh kembang si Kecil optimal.

Berikut ini adalah beberapa tips mengasuh anak kidal:

1. Berikan perhatikan maksimal pada anak

Anak kidal memiliki kelebihan dan keistimewaannya tersendiri layaknya anak yang dominan menggunakan tangan kanan. Sebaiknya, berikanlah perhatian maksimal pada anak. Sebab, ini berpengaruh terhadap perkembangannya.

Pada umumnya, jika tangan kiri lebih dominan dibandingkan dengan tangan kanan, ini dapat berarti bahwa otak kanan lebih dominan. Perlu Moms ketahui bahwa otak kanan berfungsi untuk mendukung intuisi, emosi, imajinasi, kreativitas, serta pemikiran holistik.

2. Mengajari anak dengan pendekatan kreatif

Karena anak kidal memiliki otak kanan yang lebih dominan, Moms dapat menggunakan teknik pendekatan kreatif untuk mengasah keterampilan anak. Tak hanya itu, pendekatan kreatif juga dapat membantu perkembangan visual, spasial, serta meningkatkan kekuatan otak mereka.

3. Menerima kondisi anak agar ia percaya diri

Mayoritas masyarakat lebih dominan menggunakan tangan kanan, ini membuat kidal menjadi hal yang tabu. Maka dari itu, penting bagi Moms untuk membuat si Kecil lebih percaya diri.

Anak-anak yang dominan menggunakan tangan kiri tidaklah berbeda dengan anak-anak yang dominan menggunakan tangan kanan.

Hanya karena mereka lebih dominan menggunakan tangan kirinya dalam melakukan aktivitas tertentu, ini tidak menjadikan anak kidal berbeda. Sebaliknya, anak kidal memiliki keistimewaan.

Dikutip dari Healthline, penelitian terhadap 400 ribu orang menemukan bahwa seseorang yang dominan menggunakan tangan kiri mungkin memiliki keterampilan verbal yang lebih baik. 

4. Bimbing anak saat mengalami kesulitan

Ketika si Kecil mengalami kesulitan, misalnya saja terhadap hal-hal tertentu, bimbingan dari Moms sangat diperlukan untuk membantu anak menyesuaikan diri.

Misalnya saat Moms mengajari anak untuk melakukan sesuatu, sebaiknya atur posisi tepat berada di hadapan anak, bukan di sampingnya. Ini bertujuan agar si Kecil mudah untuk meniru gerakan Moms.

Jika anak kesulitan melakukan sesuatu, misalnya saja mengikat tali sepatu, sebisa mungkin gunakan petunjuk yang tidak ada hubungannya dengan kanan atau kiri. Sebagai contoh, Moms bisa mengajari si Kecil mengikat tali sepatu dengan menggunakan gerakan tertentu yang mudah dipahami.

Membimbing anak dapat membantu si Kecil beradaptasi dan berkembang, terlepas dari apapun situasinya.

Baca juga: Kenali ‘Mother Wound’: Saat Anak Kurang Mendapatkan Kasih Sayang dari Sosok Ibu

5. Jangan paksakan anak supaya tidak kidal

Sebaiknya, janganlah paksa si Kecil untuk beralih menggunakan tangan kanannya. Sebab, memaksakan anak untuk menggunakan tangan yang pada dasarnya tidak dominan baginya dapat membuat anak tertekan dan merasa terbebani.

Alih-alih memaksakan anak agar tidak kidal, sebaiknya biarkanlah ia menentukan apa yang akan dilakukan dengan masing-masing tangan. Sebagian anak lebih nyaman untuk menulis dengan tangan kiri, tetapi melakukan sebagian besar aktivitas dengan kedua tangan.

Dr. Stephanie O’Leary, seorang psikolog klinis mengatakan bahwa anak-anak akan belajar untuk beradaptasi dengan percaya diri. Namun, ia dapat merasa terpinggirkan jika pola dominasi tangan mereka tidak dihormati.

6. Dukung keterampilan khusus yang dimiliki

Penting bagi Moms untuk memberikan dukungan pada keterampilan khusus yang dimiliki oleh anak. Tak hanya berlaku bagi anak yang dominan menggunakan tangan kiri saja, ini juga berlaku bagi semua anak.

Dukungan Moms sangat berarti bagi buah hati, sebab ini membantunya membangun kepercayaan diri dan harga diri.

7. Latih anak menulis dengan cara khusus

Bagi anak kidal, menulis adalah salah satu rintangan terbesar. Kebanyakan buku catatan atau barang-barang tertentu tidak dirancang untuk anak kidal, sehingga ini membuat mereka kesulitan dalam memosisikan tangan dengan benar.

Melansir laman Parenting First Cry, ada beberapa tips untuk mengajari anak kidal menulis, di antaranya adalah:

  • Ajari anak untuk memegang pensil dengan benar. Moms dapat mengajari anak memegang pensil dengan menggunakan teknik pegangan tripod (tiga jari), yakni dengan menjepit pensil menggunakan ibu jari dan telunjuk, kemudian menggunakan jari ketiga untuk menopangnya
  • Bantulah anak mengatur posisi tangan dengan benar
  • Membimbing anak untuk menempatkan kertas dengan benar. Anak-anak kidal biasanya lebih nyaman untuk meletakkan kertas di sisi kiri, sehingga ini dapat memudahkan mereka untuk melihat apa yang mereka tulis

Itulah beberapa informasi mengenai cara mengasuh anak yang kidal. Ingat ya, membimbing si Kecil merupakan dukungan terbaik dari Moms!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Better Health Channel (2011). Diakses pada 16 Maret 2021. Left-handedness 

Firstcry.com (2018). Diakses pada 16 Maret 2021. Raising Left-Handed Child in Right-Handed World 

Flo (2019). Diakses pada 16 Maret 2021. Left-Handed Babies: How to Raise a Happy Left-Handed Child 

Healthline (2021). Diakses pada 16 Maret 2021. Are Left-Handed People Smarter? 

Healthline (2019). Diakses pada 16 Maret 2021. Are Left Handers Less Healthy Than Right Handers? 

Parents (2013). Diakses pada 16 Maret 2021. Raising a Left-Handed Child in a Right-Handed World 

She Knows (2017). Diakses pada 16 Maret 2021. 5 Parenting Tips for Raising a Left-Handed Child 

    register-docotr