Gizi Anak

Ketahui Sebelum Terlambat, Ini Dia Ciri-Ciri Anak Kurang Gizi

June 22, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Ario W. Pamungkas
feature image

Pastikan untuk mengecek kesehatanmu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Konsultasi seputar gizi dan tips diet dengan mitra dokter spesialis kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Perlu diketahui lebih awal, ciri-ciri anak kurang gizi bisa terlihat dari penampilan fisiknya, lho! Ya, kurang gizi merupakan kondisi yang serius karena tubuh tidak mendapatkan cukup nutrisi.

Kekurangan gizi bisa terjadi pada anak karena tidak terpenuhinya gizi yang telah berlangsung sejak lama bahkan saat masih berada di dalam kandungan. Karena itu, sejak kelahiran hingga anak berusia 2 tahun harus mendapatkan perhatian khusus dan tidak boleh disepelekan.

Baca juga: Cara Mengempeskan Bisul yang Aman, Salah Satunya dengan Bahan Alami!

Apa saja ciri-ciri anak kurang gizi?

Kurang gizi biasanya disebabkan karena tidak mendapatkan cukup protein, kalori, atau zat gizi mikro. Tak hanya itu, dilansir dari Healthline orang dengan kondisi kurang gizi sering mengalami kekurangan vitamin dan mineral, terutama zat besi, seng, vitamin A, dan yodium.

Kondisi ini bisa menyebabkan beberapa masalah kesehatan jangka pendek dan panjang. Selain itu, bisa juga memperlambat pemulihan dari luka serta penyakit, risiko infeksi lebih tinggi, hingga sulit fokus dalam suatu pekerjaan.

Nah, jika anak yang mengalami kurang gizi, biasanya akan ditandai dengan beberapa ciri seperti:

Wasting atau kurus

Menurut WHO, wasting atau kurus didefinisikan sebagai berat badan rendah untuk tinggi badan anak-anak yang seusia. Biasanya, hal ini sering menunjukkan penurunan berat badan secara drastis, namun bisa juga bertahap dan bertahan untuk waktu yang lama.

Wasting dapat terjadi ketika anak tidak mendapatkan makanan dengan kualitas dan kuantitas memadai. Karena itu, anak yang kekurangan gizi akibat terpenuhinya nutrisi pada tubuh menjadi mudah terserang berbagai macam penyakit dan terjadi secara berkepanjangan.

Untuk kondisi ini, anak harus segera mendapatkan perhatian khusus terutama pada asupan nutrisi yang masuk ke tubuh. Jika dibiarkan tanpa penanganan tepat, maka bisa berisiko menyebabkan bahaya kesehatan yang mengancam anak.

Stunting atau pencek

Stunting atau pendek adalah kondisi di mana badan berat badan anak tidak sesuai dengan usianya. Hal ini umumnya disebabkan karena tubuh tidak mendapatkan gizi yang tepat untuk pertumbuhan pada tulangnya.

Selain itu, stunting juga merupakan hasil dari kekurangan gizi kronis atau berulang. Biasanya, masalah ini berkaitan erat dengan kemiskinan, kesehatan dan gizi ibu yang buruk, serta pemberian makan atau perawatan tidak tepat sejak awal kehidupan.

Tubuh pendek harus segera ditangani sebelum anak beranjak dewasa karena akan sulit dilakukan saat sudah besar. Stunting sendiri juga berbahaya karena dapat mencegah anak-anak mencapai potensi fisik dan kognitif. 

Underweight atau kurang berat

Kurang berat atau underweight ditandai dengan tidak setaranya berat normal anak dengan kelompok di usianya. Dalam kondisi ini, dapat diartikan, jika berat badan yang dimiliki anak terlalu ringan dengan ukuran tinggi badan yang dimiliki.

Anak yang memiliki berat badan di bawah normal biasanya akan rentan terserang penyakit. Tubuh akan terlihat semakin kurus karena penyakit diam di dalam tubuh untuk waktu lama. 

Underweight cukup berbahaya karena bisa menyebabkan terhambatnya pertumbuhan anak. Karena itu, masalah ini harus segera dilakukan penanganan tepat sebelum menyebabkan kondisi yang lebih serius. 

Kekurangan mikronutrien

Kekurangan mikronutrien dapat diartikan sebagai kurangnya vitamin dan mineral yang penting untuk fungsi tubuh. Fungsi tubuh yang dimaksud, seperti memproduksi enzim, hormon, dan zat lain yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan.

Nah, ada beberapa risiko penyakit yang bisa menyerang anak akibat kekurangan asupan vitamin. Bagi anak yang kekurangan vitamin A, biasanya akan mengalami berbagai masalah yang berkaitan dengan penglihatan.

Ada beberapa hal lain yang bisa terjadi jika kurang nutrisi, seperti seng yang menyebabkan pertumbuhan terhambat dan zat besi yang menyebabkan gangguan pada fungsi otak.

Tak hanya itu, anak yang kekurangan yodium bisa mengakibatkan terjadinya pembesaran kelenjar tiroid.

Selain gejala-gejala di atas, terdapat pula beberapa tanda kekurangan gizi pada anak yang lain seperti:

  • Mata cekung
  • Perut buncit
  • Rambut dan kulit yang kering
  • Lemah
  • Sulit berkonsentrasi
  • Gangguan tumbuh dan kembang

Baca juga: Moms, Pahami Penggunaan Susu Formula Bayi Berdasarkan Bahan Dasarnya

Bagaimana mencegah masalah kurang gizi pada anak?

Pencegahan untuk mengurangi risiko kurang gizi umumnya dilakukan dengan mengatasi penyebab yang mendasarinya.

Untuk membantu mencegah kekurangan gizi pada anak bisa diawali dengan memberikan makanan yang mengandung cukup karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. 

Di sisi lain, mengobati anak yang kurang gizi lebih sering melibatkan pendekatan secara individual dan sesuai kebutuhan.

Misalnya, bila anak mengalami kekurangan berat badan, maka hal yang harus segera dilakukan adalah memberikan makanan yang tinggi kalori atau lemak. Hal ini harus dilakukansekaligus juga memberikan jenis nutrisi lain untuk dapat memperoleh gizi lengkap.

Kebutuhan nutrisi dan target berat badan yang dituju berbeda-beda pada setiap anak.

Orang tua harus memperhatikan dengan cermat pemenuhan gizi anak.

Berikan makanan yang bervariasi namun lengkap nutrisi seperti karbohidrat, protein, lemak, mineral, dan vitamin kepada anak.

Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter ahli gizi agar masalah kurang gizi pada anak dapat teratasi dengan tepat. Biasanya, ahli gizi akan merekomendasikan jadwal dan menu makan yang tepat, seperti menambahkan suplemen dalam menu makanan anak.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Healthline (2018), diakses 18 Juni 2020. Malnutrition: Definition, Symptoms and Treatment
  2. Medical News Today (2020), diakses 18 Juni 2020. Malnutrition: What you need to know
  3. WHO, diakses 18 Juni 2020. Malnutrition
    register-docotr