Gizi Anak

5 Cara Mencegah Stunting demi Jaga Pertumbuhan Anak Sejak Masa Kehamilan

June 30, 2020 | Dewi Nurfitriyana | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Tubuh anak yang pendek seringkali dianggap sebagai hal yang biasa terjadi. Padahal bisa saja ini menjadi salah satu tanda kegagalan pertumbuhan yang tidak perlu terjadi jika menerapkan beberapa cara mencegah stunting.

Istilah stunting sendiri mungkin masih terdengar asing di telinga Moms. Padahal ini adalah hambatan utama yang memengaruhi tumbuh kembang anak-anak di seluruh dunia.

Cara mencegah stunting pada anak

Moms perlu lebih giat melakukan berbagai cara mencegah stunting mulai dari sekarang. Apa saja cara mencegah stunting yang bisa dilakukan? Simak ulasan lengkapnya berikut.

1. Memenuhi kebutuhan gizi saat kehamilan

Momen di mana anak berada dalam kandungan, adalah modal awal pertumbuhan selanjutnya setelah bayi lahir. Ini karena organ tubuh berkembang pesat dan sangat membutuhkan nutrisi yang cukup agar kelak bayi bisa tumbuh dengan optimal.

Dilansir dari kemkes.go.id, pemenuhan kebutuhan gizi sejak masa kehamilan sendiri merupakan tindakan yang relatif ampuh mencegah stunting pada anak.

Oleh karena itu, ibu hamil selalu disarankan untuk mengonsumsi makanan sehat maupun suplemen atas anjuran dokter. Ini tak lain bertujuan untuk memberikan asupan gizi terbaik pada calon bayi yang berada di dalam rahim.

Selain itu, ibu hamil juga sebaiknya rutin memeriksakan kesehatannya ke dokter atau bidan. Hal ini bertujuan agar perkembangan janin dan ibu bisa dipantau secara berkala. Sehingga ketika ada sesuatu yang berjalan tidak semestinya dapat diberikan penanganan sedini mungkin.

2. Pemberian ASI eksklusif

Dilansir dari promkes.kemkes.go.id, Veronika Scherbaum, seorang ahli nutrisi dari Universitas Hohenheim, Jerman, menyatakan ASI ternyata berpotensi mengurangi peluang stunting pada anak berkat kandungan gizi mikro dan makro yang ada di dalamnya.

Hal ini didukung oleh hasil penelitian Universitas Aisyiah Yogyakarta. Di situ disebutkan bahwa ASI memiliki kadar kalsium, fosfor, natrium, dan kalium yang lebih rendah daripada susu formula.

Sedangkan tembaga, kobalt, dan selenium terdapat dalam kadar yang lebih tinggi. Kandungan tersebut sesuai dengan kebutuhan bayi sehingga dapat memaksimalkan pertumbuhan bayi termasuk tinggi badan.

Oleh karena itu, hasil penelitian ini merekomendasikan para ibu untuk memberikan ASI eksklusif bagi bayi agar dapat terhindar dari stunting.

3. Mendampingi ASI dengan menu MPASI bergizi

Masalah stunting sangat dipengaruhi oleh rendahnya akses terhadap makanan dari segi jumlah, variasi, dan kualitas gizi. Pengetahuan keluarga yang kurang mengenai memilih makanan yang baik juga ikut meyebabkan pertumbuhan anak menjadi tidak optimal.

Dilansir dari p2ptm.kemkes.go.id, bagi anak-anak dalam masa pertumbuhan, memperbanyak sumber protein sangat dianjurkan, di samping tetap membiasakan mengonsumsi buah dan sayur.

Berikut zat vitamin dan mineral dalam ASI yang menunjang pertumbuhan linear (tinggi badan) adalah vitamin A kalsium, vitamin B1 (tiamin) Fosfor, vitamin B2 (riboflavin) Magnesium, vitamin B3 (niacin) Zinc, vitamin B5 (asam pantotenat), vitamin B6 (piridoxin), vitamin B7 (biotin), vitamin B9 (asam folat), vitamin B12 (cyanocobalamin), vitamin C, dan vitamin D.

4. Pola asuh yang benar

Peran orangtua dan pengasuh juga sangat besar dalam menerapkan cara-cara mencegah stunting pada anak.

Bukan hanya dalam hal pemenuhan gizi atau pemberian ASI, tapi juga pemilihan tempat bersalin, pemberian inisiasi menyusui dini (IMD), sampai pengetahuan tentang stimulasi tumbuh kembang anak.

Oleh sebab itu, penting bagi para ayah dan ibu untuk membekali diri dengan berbagai ilmu pengetahuan seputar perkembangan anak. Hal ini termasuk mengenai pemberian imunisasi dan pembiasaan pola hidup bersih untuk mencegah terjadinya berbagai infeksi penyakit.

5. Memantau perkembangan anak secara berkala

Tumbuh kembang anak di masa-masa awal kehidupannya terjadi dengan sangat kompleks dan pesat. Agar setiap tahap perkembangan tersebut tidak ada yang terlewat, maka orangtua disarankan untuk terus memantaunya secara berkala.

Hal ini dapat dilakukan secara mandiri, maupun dengan berkonsultasi ke tenaga kesehatan di posyandu maupun di rumah sakit. Dengan begitu, ayah dan ibu bisa mengetahui apakah anak telah berkembang sesuai dengan yang diharapkan atau tidak.


Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Pencegahan Stunting Pada Anak, http://promkes.kemkes.go.id/pencegahan-stunting diakses pada 25 Juni 2020

Cegah Stunting dengan Perbaikan Pola Makan, Pola Asuh dan Sanitasi, http://p2ptm.kemkes.go.id/post/cegah-stunting-dengan-perbaikan-pola-makan-pola-asuh-dan-sanitasi diakses pada 25 Juni 2020

HUBUNGAN PEMBERIAN ASI ESKLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA2-3 TAHUN DI DESA KARANGREJEKWONOSARI GUNUNGKIDUL http://digilib.unisayogya.ac.id/2480/1/dira%20Naskah%20Publikasi%20.pdf diakses pada 25 Juni 2020

PERAN ASI DAN MPASI DALAM MENCEGAH STUNTING DAN OBESITAS, http://yankes.kemkes.go.id/read-peran-asi-dan-mpasi-dalam-mencegah-stunting-dan-obesitas-6405.html diakses pada 25 Juni 2020

    register-docotr