Parenting

Daycare Tutup Selama Pandemi COVID-19, Bagaimana Menyiasatinya untuk Ibu Bekerja?

July 23, 2020 | Husni Efendi
no-image

Banyak ibu bekerja menggunakan layanan daycare untuk menjaga anak sebelum masa pandemi COVID-19. Namun hal ini sulit dilakukan pada masa pandemi sebab banyak daycare tutup.

Saat ini, Indonesia tengah menjalani fase normal baru atau adaptasi kebiasaan baru. Orang dewasa khususnya para pekerja, dibolehkan kembali beraktivitas di kantor dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dan pembatasan yang sudah diatur oleh pemerintah.

Baca Juga: Seperti Apakah Pola Asuh Tepat untuk Anak? Ini Penjelasan Ahli

Tips menyiasati pengasuhan saat daycare tutup selama pandemi COVID-19

Tantangan baru pun kembali muncul untuk ibu bekerja, sebab tidak lagi Work From Home (WFH) dan perlu kembali beraktifitas bekerja di luar rumah. Di sisi lain, masih bingung jika harus meninggalkan anak dan solusi untuk pengasuhan anak, di saat daycare masih banyak yang tutup.

Lalu bagaimana menyiasatinya? Berikut beberapa tipsnya untuk ibu bekerja:

Negosiasi dengan kantor

Di masa pandemi ini, semakin bermunculan dorongan untuk dunia usaha bisa menerapkan kebijakan kerja yang lebih ramah keluarga. Mungkin kamu bisa juga coba bernegosiasi dengan kantor atau atasan kamu, tentang kemungkinan waktu kerja yang lebih fleksibel.

Misalnya, kamu bisa bertanya sejauh mana kemungkinan untuk bisa bekerja dengan sistem bergiliran masuk kerja sehingga tidak harus setiap hari ke kantor.

Atau apabila kamu menjalani profesi yang betul-betul tidak bisa meninggalkan pekerjaan kantor, tanyakan apakah ada kemungkinan penyediaan daycare di kantor, dan kebijakan kerja ramah keluarga lainnya.

Diskusikan dengan suami

Tentunya kamu perlu berdiskusi dengan suami, terkait apa saja opsi-opsi yang dimiliki.

Sampai di mana kemungkinan untuk berbagi tugas, apakah suami punya keleluasaan lebih untuk tetap WFH sembari menjaga anak di rumah, atau apabila suami dan istri harus kembali bekerja kantoran, bagaimana mencari pendamping anak?

Jika kamu dan suami harus kembali bekerja di kantor, perlu didiskusikan detail terkait waktu, pola pengasuhan, kesehatan keluarga, juga solusi dalam hal finansial, termasuk dana jika harus mencari pengasuh anak yang baru.

Siapkan pendamping

Bila kamu sudah harus bekerja dari kantor saat ini, pastikan anak memiliki pendamping, selama mereka harus bersekolah virtual dari rumah. Mungkin anak bisa dititipkan bersama orang terpercaya dan terdekat, misalnya pada anggota keluarga atau kerabat lain, atau mungkin tetangga dekat.

Namun pada saat menitipkan anak pada orang lain, selalu pastikan kamu waspada dan mematuhi protokol kesehatan dengan ketat. Anak juga telah dibekali dengan informasi yang cukup, begitu juga pendampingnya, sehingga kamu bisa lebih tenang saat meninggalkannya untuk bekerja.

Bantuan asisten atau pengasuh anak

Apabila anggota keluarga, kerabat atau tetangga dekat kamu memiliki kesibukan sendiri sehingga tidak bisa membantu, kamu mungkin harus mencari bantuan penuh waktu lainnya, yakni Asisten Rumah Tangga (ART) atau pengasuh anak.

Kalau terpaksa menggunakan jasa ART atau pengasuh anak yang didatangkan dari daerah lain, penting untuk kamu agar lebih dulu melakukan tes COVID-19.

Penggunaan jasa ART atau pengasuh anak di rumah ini tergolong cukup ideal untuk ibu bekerja, agar anak bisa tetap terjaga, sekaligus bisa tetap konsentrasi bekerja. Hanya saja kamu perlu memastikan pencarian ART atau pengasuh yang cocok, beserta persiapan dananya.

Bekali pengetahuan anak

Jika terpaksa harus menitipkan anak ke orang lain, kamu perlu membekali anak dengan pengetahuan tentang kesehatan dan keamanan selama pandemi.

Kebanyakan di rumah bisa membuat anak-anak merasa jenuh, dan bahkan rewel meminta keluar rumah, atau pergi jalan-jalan. Penting untuk kamu membekali informasi pada anak bahwa guna memutus rantai persebaran virus Corona, anak-anak sebisa mungkin perlu tetap berada di rumah saja.

Anak perlu mengerti rambu-rambunya, misalnya tentang menjauhi tempat yang ramai, rajin cuci tangan, hindari menyentuh barang di tempat umum, intinya memastikan kamu dan anak selalu dalam keadaan sehat dengan menaati protokol kesehatan.

Selektif memilih daycare saat pandemi

Apakah aman menitipkan anak pada daycare di masa pandemi COVID-19? Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sesungguhnya tidak merekomendasikan daycare beroperasi, sama halnya seperti kegiatan sekolah.

Pertimbangannya, orang dewasa saja mungkin belum bisa sepenuhnya mematuhi protokol kesehatan dengan disiplin, dan bagi anak-anak, hal ini akan lebih sulit.

Namun apabila kamu kesulitan mencari pendamping, baik dari anggota keluarga, kerabat, tetangga, ART ataupun pengasuh, mungkin menitipkan anak pada daycare menjadi opsi terakhir untuk diambil.

Memang saat ini sejumlah daycare kembali membuka layanannya dengan berbagai aturan yang lebih ketat, karena permintaan dari kalangan orang tua juga yang membutuhkannya, seiring dengan perkantoran dan bidang pekerjaan lain yang membuat para orangtua harus bekerja di luar rumah.

Apabila menitipkan anak di daycare menjadi opsi kamu, penting untuk kamu betul-betul selektif memilih daycare. Pastikan daycare tersebut telah memiliki protokol kesehatan, bahkan telah disetujui lewat layanan kesehatan setempat, untuk membantu menjaga anak-anak dan staf seaman mungkin.

Baca juga: Begini Cara Ampuh Lindungi Bayi saat Pandemi Virus Corona

Daycare harus terapkan protokol kesehatan

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyampaikan beberapa hal terkait panduan untuk layanan perawatan anak yang tetap buka selama pandemi COVID-19.

Di antaranya sebagai berikut: daycare perlu menyediakan tempat dan alat mencuci tangan, pengecekan kesehatan berkala untuk staf dan anak-anak, staf daycare selalu menggunakan masker, daycare menyediakan alat pelindung diri cadangan, dan daycare melakukan disinfeksi rutin.

Selain itu, daycare tidak mencampur peralatan pribadi anak, pembatasan jumlah anak yang didampingi, penetapan kelompok dan staf, pembatasan drop-off dan pick-up, kebijakan daycare saat anak sakit, kebijakan daycare saat staf sakit, dan ketersediaan ruang isolasi dan kontak tenaga medis.

Coba komunikasikan juga dengan pengelola daycare, apabila anak kamu juga perlu didampingi untuk kegiatan bersekolah virtual atau jarak jauh. Satu yang pasti, walau orangtua harus bekerja dan menitipkan anak, kesehatan si kecil tidak boleh diremehkan dan dipertaruhkan.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  • ABC11, Is it safe to send your child back to daycare? Here’s what the experts say https://abc11.com/coronavirus-update-daycare-child-care-us/6264719, diakses 21 Juli 2020
  • CDC, Guidance for Child Care Programs that Remain Open https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/community/schools-childcare/guidance-for-childcare.html, diakses 21 Juli 2020
  • CNN, Disappearing daycare slots are hitting parents trying to get back to work https://edition.cnn.com/2020/07/13/us/coronavirus-no-childcare-working-parents-wellness/index.html, diakses 21 Juli 2020
  • Fast Company, How 3 sets of parents found childcare workarounds during COVID-19 https://www.fastcompany.com/90521204/how-3-sets-of-parents-found-childcare-workarounds-during-covid-19, diakses 21 Juli 2020
  • Healthy Children, Is it safe to send my child to child care during COVID-19? https://www.healthychildren.org/English/tips-tools/ask-the-pediatrician/Pages/Is-it-safe-to-send-my-child-to-child-care-during-COVID-19.aspx, diakses 21 Juli 2020
  • Suara, Amankah Orangtua Pekerja Titipkan Anak di Daycare Saat Ini? https://www.suara.com/health/2020/06/05/073500/amankah-orangtua-pekerja-titipkan-anak-di-daycare-saat-ini, diakses 21 Juli 2020
    Berita Terkait
    register-docotr