Kesehatan Wanita

Sering Nyeri Saat Haid? Hati-hati, Ini Bisa Jadi Gejala Varises Panggul!

September 2, 2020 | Arianti Khairina | dr. Raja Friska Yulanda
no-image

Ketika menstruasi datang, sebagian wanita bisa mengalami sakit perut yang luar biasa. Kondisi ini bisa disebabkan oleh varicose veins on pelvic area alias varises di bagian pelvis atau panggul.

Untuk lebih memahami tentang kondisi ini, yuk simak penjelasan berikut!

Apa itu varises panggul?

Sindrom varises panggul adalah suatu kondisi yang menyebabkan nyeri panggul kronis. Hal ini diduga disebabkan oleh adanya masalah pada pembuluh darah di area panggul. Kondisi ini terjadi di bagian perut bawah.

Jika ini terjadi, pembuluh darah di panggul bisa membesar dan berubah bentuk, seperti varises. Efeknya bisa memicu nyeri dan gejala sindrom varises panggul lainnya.

Kondisi varises panggul kebanyakan terjadi pada wanita usia produktif. Kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita yang telah melahirkan lebih dari satu anak dan saat menstruasi datang.

Penyebab varises panggul

Salah satu penyebab yang paling sering adalah kehamilan. Hal ini karena pembuluh darah vena membesar selama kehamilan untuk mendukung peningkatan aliran darah. 

Hormon juga berperan dalam varises panggul. Estrogen membuat dinding pembuluh darah menjadi lebih lemah. Kondisi ini tidak jarang terjadi setelah menopause, karena kadar estrogen dalam tubuh yang sudah mulai menurun.

Baca juga: Ini Lho, Penyebab Sering Sakit Perut yang Mengganggu Aktivitas Orang Dewasa dan Anak-anak

Tanda dan gejala varises panggul

Gejala utama sindrom ini adalah nyeri panggul. Nyeri ini sering kali pertama kali dimulai selama atau setelah kehamilan. Ini mungkin memburuk setelah kehamilan selanjutnya. Rasa sakitnya mungkin terasa berat. 

Biasanya kamu akan mengalami nyeri hanya di satu sisi saja, dan pada umumnya hanya pada sisi kiri. Terkadang kamu juga merasakannya di kedua sisi.

Rasa sakitnya seringkali lebih bertambah parah ketika :

  • Sesudah berdiri lama
  • Akan memasuki siklus haid
  • Saat atau setelah berhubungan sex
  • Lebih terasa nyeri di malam hari

Beberapa wanita juga mengalami gejala seperti:

  • Nyeri saat menstruasi
  • Pegal-pegal dan sakit pinggang
  • Vagina atau klitoris membengkak

Pemeriksaan dan diagnosis varises panggul

Sindrom varises panggul tidak mudah untuk didiagnosis. Nyeri panggul sering terjadi dan ada banyak penyebab yang berbeda-beda.

Demi mengetahui diagnosis yang benar, pada umumnya kamu akan melewati beberapa tes berikut ini: 

  • Tes urine untuk memeriksa masalah dengan sistem kemih
  • Tes darah untuk memeriksa kehamilan, infeksi menular seksual (IMS), anemia, dan kondisi lainnya
  • USG panggul untuk mencari pertumbuhan di panggul
  • USG Doppler untuk memeriksa aliran darah di pembuluh darah panggul
  • CT scan atau MRI untuk gambar yang lebih detail
  • Laparoskopi diagnostik untuk menyingkirkan penyebab lain nyeri panggul
  • Prosedur untuk mengambil sinar-X dari vena panggul (venografi)

Cara mengatasi varises panggul

Pada umumnya obat yang diberikan oleh dokter ketika kamu mengalami varises panggul tergantung dari gejalanya. Berikut ini obat yang biasa diberikan bagi para penderita varises panggul: 

  • NSAID (obat untuk mengurangi nyeri)
  • Gabapentin atau amitriptilin (obat untuk mengurangi nyeri kronik)

Baru baru ini di dapatkan, pengobatan yang paling terbaik untuk mengatasi sindrom ini adalah prosedur operasi kecil atau minimal yang di sebut pelvic vein embolization (PVE) dengan cara memblok vena yang menyebabkan timbulnya rasa sakit.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Cedars-sinai.org (2020) diakses 31 Agustus 2020. Pelvic Congestion Syndrome
  2. Healthline.com (2017) diakses 31 Agustus 2020. Pelvic Congestion Syndrome 
    Berita Terkait
    register-docotr