Kesehatan Wanita

Vagina Terasa Gatal dan Barbau Amis? Mungkin Kamu Terkena Vaginosis Bakterialis

August 21, 2020 | Dewi Nurfitriyana | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Tubuh perempuan yang unik dan istimewa, tak membuat ia terbebas dari berbagai serangan penyakit.

Salah satunya adalah vaginosis bakterialis, atau terganggunya keseimbangan bakteri normal dalam vagina. Meski menyebabkan rasa sakit, gangguan kesehatan ini dapat diatasi secara alami maupun dengan obat-obatan.

Apa itu vaginosis bakterialis?

Dilansir dari womenshealth.gov, vaginosis bakterialis adalah kondisi di mana jumlah bakteri baik dalam organ kewanitaan jauh lebih sedikit dibandingkan bakteri jahat.

Penyebabnya bermacam-macam, mulai dari gaya hidup seksual yang tidak aman, pemakaian obat-obatan antibiotik hingga salah memilih sabun mandi.

Meski begitu hal ini wajar dan penanganannya pun terbilang mudah. Namun jika dibiarkan begitu saja, kondisi tersebut bisa menjadi semakin parah dan menyebabkan penyakit menular seksual.

Siapa yang berisiko terkena vaginosis bakterialis?

Gangguan kesehatan ini paling banyak menyerang perempuan dalam rentang usia 15 sampai 44 tahun. Akan tetapi kamu dianggap terpapar risiko yang lebih besar atas penyakit ini jika mengalami:

  1. Memiliki kebiasaan bergonta-ganti pasangan
  2. Salah menggunakan sabun cair saat membersihkan vagina
  3. Mengalami perubahan hormon akibat sedang mengandung
  4. Menggunakan alat kontrasepsi IUD yang membuat siklus menstruasi menjadi tidak wajar

Gejala vaginosis bakterialis

Beberapa perempuan yang mengalami gangguan ini tidak merasakan keluhan. Namun ada pula yang mengeluhkan beberapa gejala khusus seperti:

  1. Rasa panas saat buang air kecil
  2. Gatal-gatal di permukaan luar vagina
  3. Iritasi pada vagina
  4. Vagina mengeluarkan cairan dalam warna dan jumlah yang tidak wajar. Bisa berwarna putih susu, abu-abu, berbusa, atau menyerupai air. Cairan tersebut kadang memiliki bau amis dan keluar setelah berhubungan seksual

Gejala-gejala di atas cenderung memiliki kemiripan dengan infeksi jamur pada vagina atau masalah kesehatan lainnya. Oleh sebab itu, untuk memastikannya kamu harus memeriksakan diri secara langsung pada dokter.

Diagnosis vaginosis bakterialis

Ada beberapa tes yang bisa dilakukan untuk memastikan apakah kamu terserang gangguan kesehatan ini atau tidak. Biasanya sebagai langkah awal dokter akan mengambil sample cairan vagina untuk dilihat melalui mikroskop.

Selanjutnya hasil pemeriksaan tersebut akan diteliti lebih lanjut di laboratorium. Untuk mendapatkan hasil tes akurat, kamu disarankan untuk tidak melakukan beberapa berikut sebelum pemeriksaan:

  1. Mencuci vagina dengan sabun
  2. Menggunakan pewangi pada vagina
  3. Sedang menstruasi.

Penanganan vaginosis bakterialis

Kamu bisa mencoba beberapa cara alami maupun obat-obatan kimiawi untuk menangani masalah kesehatan khas perempuan ini. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

Yogurt

Dilansir dari healthline.com, yogurt adalah probiotik alami yang kaya akan bakteri baik.

Mengonsumsi yogurt secara rutin dapat membantu menambah bakteri baik ke dalam tubuh, termasuk menyeimbangkan jumlah bakteri di dalam vagina.

Bawang putih

Bumbu dapur satu ini dikenal memiliki kandungan anti bakteri yang ampuh. Hal ini membuat bawang putih telah lama digunakan untuk mengobati vaginosis bakterialis.

Sebuah penelitan menyebutkan, konsumsi suplemen berbahan bawang putih bisa membantu mengatasi penyakit ini.

Tea tree oil

Selain bersifat anti bakteri, tea tree oil juga mampu membunuh jamur yang menyebabkan terjadinya vaginosis bakterialis.

Untuk memanfaatkannya, kamu harus mencampurnya dengan minyak kelapa, almon, atau zaitun terlebih dulu.

Obat metronidazole (flagyl, metrogel-vaginal, dan lainnya)

Mengutip mayoclinic.org, metronidazole dijual dalam bentuk pil yang diminum, maupun kapsul yang dimasukkan langsung ke dalam vagina.

Obat clindamycin (cleocin, clindesse, dan lainnya)

Obat ini tersedia dalam bentuk krim yang harus dimasukkan ke dalam vagina. Perlu diingat bahwa Clindamycin dapat mengurangi efektifitas fungsi kondom yang terbuat dari bahan latek.

Obat tinidazole

Tinidazole digunakan dengan cara diminum, obat ini juga bisa menimbulkan efek samping berupa sensasi mual, muntah, sampai keram pada perut.

Itulah beberapa hal yang perlu kamu ketahui mengenai vaginosis bakterialis.

Jika kamu memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan lainnya jangan ragu bertanya lebih lanjut kepada dokter profesional di layanan konsultasi melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Home Remedies for Bacterial Vaginosis, https://www.healthline.com/health/home-remedies-forbacterial-vaginosis#tea-tree-oil diakses pada 19 Oktober 2020

Bacterial vaginosis, https://www.womenshealth.gov/a-z-topics/bacterial-vaginosis diakses pada 19 Oktober 2020

Bacterial vaginosis, https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bacterial-vaginosis/diagnosis-treatment/drc-20352285 diakses pada 19 Oktober 2020

 

 

 

 

    Berita Terkait
    register-docotr