Hidup Sehat

Wajib Tahu! Ini Bahaya dan Pertolongan Pertama Menangani Tersambar Petir

August 19, 2020 | Husni Efendi | dr. Raja Friska Yulanda
no-image

Tak cuma muncul saat hujan badai, petir juga bisa muncul dalam sejumlah kejadian lain seperti letusan gunung berapi, kebakaran hutan, ledakan nuklir, badai besar, hingga badai salju.

Oleh karena akibat tersambar petir yang bisa mematikan, kamu perlu segera berlindung ketika petir bergemuruh di langit.

Tersambar petir bisa membahayakan karena menyebabkan kematian, lalu seperti apa pertolongan pertama yang harus dilakukan saat tersambar petir?

Cedera dan efek berbahaya tersambar petir

Cedera akibat petir berkisar pada luka bakar parah. Mulai dari kerusakan otak permanen, hingga kehilangan ingatan dan perubahan kepribadian.

Diperkirakan ada 50 kejadian orang tersambar petir per detik di seluruh dunia, dan ada sekitar 24 ribu kasus kematian setiap tahunnya.

Lebih dari sepertiga kematian akibat sambaran petir terjadi di sektor pertanian, selain tempat umum lainnya seperti lokasi industri.

Petir juga paling sering menyerang orang yang bekerja atau beraktivitas di luar ruangan. Penanganan konstruksi dan material seperti bongkar muat merupakan contoh aktivitas pekerjaan yang paling umum terkena sambaran petir.

Pertolongan pertama pada kejadian tersambar petir

Jika memungkinkan, berikan pertolongan pertama kepada korban sambaran petir sambil menunggu perhatian medis profesional. Namun ingat, pastikan bahwa aman untuk menyentuh tubuh korban sambaran petir.

Ikuti langkah-langkah berikut sebagai tindak pertolongan pertama saat ada kejadian orang tersambar petir:

1. Segera hubungi kontak darurat

Orang yang tersambar petir mungkin mengalami serangan jantung, jadi membantu menyadarkan kembali dengan cepat bisa meningkatkan kelangsungan hidup.

Panggil bantuan kontak darurat secepatnya dan berikan petunjuk arah ke lokasi kamu, serta berikan informasi tentang kondisi korban.

2. Pastikan situasi aman

Sambil menunggu bantuan profesional, yang terpenting adalah keselamatan sebagai prioritas. Kamu harus waspada akan bahaya petir yang terus berlanjut, baik bagi korban maupun penyelamat.

Jika area tempat korban berada terbilang berisiko tinggi (misalnya, pohon yang terisolasi atau lapangan terbuka), korban dan penyelamat bisa berada dalam bahaya.

Oleh karena itu, tunggu hingga bahaya berlalu atau jika memungkinkan pindahlah ke tempat yang lebih aman.

3. Lakukan resusitasi jantung paru (RJP)

Petir sering menyebabkan serangan jantung, sehingga kamu perlu memeriksa apakah korban bernapas dan memiliki detak jantung.

Tempat terbaik untuk memeriksa denyut nadi adalah arteri karotis yang terletak di leher tepat di bawah rahang.

Jika orang tersebut tidak sadar dan tampaknya tidak bernapas dengan normal atau tidak bernapas, segera mulai bantuan pernapasan dari mulut ke mulut.

Namun jika korban tidak memiliki denyut nadi, lakukan juga tindakan resusitasi jantung paru alias RJP. Tahapan melakukan tindakan penyelamatan melalui RJP disingkat dalam C-A-B atau compression, airways, dan breathing

Compression atau kompresi adalah tahap menekan dada, airways adalah membuka jalur pernapasan, dan breathing yakni memberi bantuan napas.

4. Redakan trauma

Redakan trauma atau syok korban, baringkan korban dengan kepala sedikit lebih rendah dari bagian tubuh dan kaki.

5. Dampingi hingga perawatan lebih lanjut

Setelah tim medis datang, tetap dampingi korban jika memang diperlukan. Tim medis akan menilai kondisi korban. Selanjutnya, di rumah sakit korban akan diperiksa untuk melihat cedera internal dan luka bakar.

Langkah-langkah menghindari sambaran petir

Supaya kamu terhindari dari sambaran petir, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan:

1. Menunduk

Menunduk dan berjongkok bisa dilakukan untuk menghindari petir yang menghantam tanah, sekaligus memastikan kamu tidak berada dalam posisi yang tertinggi.

Jangan menunduk terlalu rendah dan berbaring di tanah, karena sambaran petir yang menghantam tanah berisiko mengenai tubuh kamu juga.

2. Tutup telinga dengan tangan

Petir bisa terdengar sangat keras jika tepat di atas kepala. Terkena guntur dapat menyebabkan gangguan pendengaran, jadi cobalah lindungi telinga kamu.

3. Jaga rambut

Jika rambut kamu baik di tubuh atau kepala mulai berdiri tegak, atau jika kamu mulai merasakan sensasi kesemutan, itu bisa jadi pertanda petir akan menyambar.

Apabila tidak ada tempat untuk pergi demi keamanan, segera berjongkok atau masuk ke dalam mobil. Mobil adalah salah satu tempat teraman di tengah badai petir, sebab logam mobil akan mengarahkan listrik ke sekitar di luar kamu.

4. Jangan terlalu jauh mencari perlindungan

Sejumlah kematian yang disebabkan oleh sambaran petir terjadi ketika para korban hanya tinggal beberapa langkah dari tempat berlindung, atau dalam proses lari ke sana.

Jika mobil kamu atau tempat berlindung lain berjarak lebih dari beberapa langkah, akan lebih aman untuk berjongkok dan mengambil posisi aman daripada mencoba dan menyeberang jarak.

5. Tidak berada di bawah pohon

Meskipun tampak aman dan bisa menjadi tempat berlindung, namun pohon dapat menarik sambaran petir. Selain itu, pohon juga bisa jatuh menimpa kamu jika tersambar.

6. Tetap jaga diri di dalam rumah

Jika kamu berada di dalam ruangan atau di rumah saat petir menyambar, kamu bisa tetap berlindung, meski tetap perlu waspada dan belum sepenuhnya aman.

Jauhi telepon rumah dan peralatan listrik. Jangan menggunakan air di rumah, sebab petir dapat menyebar melalui kabel telepon, kabel listrik, dan pipa ledeng.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Lightning safety tips https://www.health.ny.gov/publications/3109.pdf, diakses 18 Agustus 2020

Lightning Strike Treatment https://www.webmd.com/first-aid/lightning-strike-treatment, diakses 18 Agustus 2020

Lightning: First Aid Recommendations https://www.cdc.gov/disasters/lightning/firstaid.html, diakses 18 Agustus 2020

Lightning Injuries https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK441920, diakses 18 Agustus 2020

Lightning: Victim Data https://www.cdc.gov/disasters/lightning/victimdata.html, diakses 18 Agustus 2020

First Aid for Lightning Strikes https://www.cprcertified.com/blog/first-aid-for -lightning-strikes, diakses 18 Agustus 2020

    Berita Terkait
    register-docotr