Kesehatan Seksual

Selaput Dara Buatan, Yuk Ketahui Lebih Jelas Pengertian serta Efek Sampingnya!

November 24, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Selaput dara buatan kini telah menjadi alternatif bagi beberapa wanita yang ingin kembali seperti saat masih perawan. Perlu diketahui, selaput dara sendiri merupakan lapisan tipis yang membentang di sepanjang vagina.

Biasanya, selaput dara buatan bisa dimiliki dengan melakukan tindakan operasi. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai selaput dara buatan ini yuk simak penjelasan lengkapnya berikut ini.  

Baca juga: Perubahan pada Warna Lidah, Yuk Ketahui Penyebab dan Penanganannya!

Apa itu selaput dara buatan?

Selaput dara buatan merupakan selaput dara palsu yang terbuat dari material gelatin berisikan darah palsu. Material ini bertujuan agar ketika melakukan hubungan seksual maka akan mengeluarkan cairan berwarna merah layaknya darah.

Selain akibat berhubungan seksual, selaput dara atau hymen dapat robek karena berbagai hal seperti olahraga, peregangan, hingga bersepeda. Wanita umumnya ingin memiliki selaput dara buatan agar tampak kembali utuh seperti semula.

Dilansir dari Lybrate.com, hymenoplasty menjadi cara yang banyak dipilih untuk memulihkan keutuhan selaput dara yang robek sehingga indikasi keperawanan dapat diperkirakan. Tindakan ini adalah operasi yang dilakukan untuk rekonstruksi selaput dara pada wanita.

Bagaimana prosedur pemasangan selaput dara buatan?

Saat ini, sudah banyak produk selaput dara buatan berbentuk strip yang perlu dimasukkan ke dalam vagina jika kamu ingin menghindari operasi.

Caranya, cuci tangan terlebih dahulu dengan sabun, letakkan satu kaki di atas toilet, letakkan selaput dara buatan di jari telunjuk, dan gunakan tangan lainnya untuk membuat lipatan vagina.

Setelah itu, kamu bisa menyisipkan produk ini sedalam mungkin. Hal ini biasanya bertujuan agar ketika berhubungan seksual, wanita bisa mengeluarkan darah. Namun, jika ingin melakukan operasi maka kamu bisa mencoba hymenoplasty di rumah sakit. 

Pertama, hal yang perlu dilakukan adalah menjadwalkan konsultasi dengan dokter untuk membahas prosedur operasi selaput dara. Dokter akan memberikan wawasan mengenai operasi bersamaan dengan instruksi yang perlu dipersiapkan. Beberapa prosedur yang biasanya dilakukan, antara lain:

Teknik dasar

Jika terdapat sisa selaput dara, maka dokter biasanya akan menjahit kembali. Anestesi lokal atau terkadang total akan diberikan untuk mencegah rasa sakit dan ketidaknyamanan. Setelah itu, ahli bedah akan menjahit bagian yang robek dimana biasanya jahitan ini bisa larut. 

Keseluruhan operasi selaput dara buatan memakan waktu sekitar 30 hingga 40 menit dan biasanya dilakukan pada pasien rawat jalan. Wanita bisa melakukan aktivitas seperti biasa, namun pastikan tidak terlalu berat dan perbanyak istirahat agar tidak menyebabkan nyeri.

Teknik alloplant

Teknik ini akan dilakukan jika sisa-sisa selaput dara yang robek sudah tidak dapat dijahit kembali. Dokter bedah akan memasukkan biomaterial ke dalam vagina yang berfungsi sebagai selaput dara.

Umumnya, prosedur pengembalian selaput dara ini memakan waktu sekitar dua jam dan akan dibius lokal. Setelah menjalani prosedur operasi dengan teknik alloplant, pastikan kamu beristirahat dengan total untuk mempercepat proses pemulihan.

Rekonstruksi selaput dara

Dalam prosedur operasi selaput dara satu ini, dokter bedah akan membuat selaput dara baru menggunakan jaringan dari bibir vagina. Namun, metode ini mengharuskan kamu untuk tidak melakukan hubungan seksual minimal tiga bulan.

Karena itu, diskusikan dengan pasangan ketika ingin melakukan rekonstruksi selaput dara. Prosedur operasi ini memiliki banyak efek samping yang mungkin akan dimiliki di masa depan sehingga perlu berkonsultasi terlebih dahulu sebelum membuat keputusan.

Adakah efek samping hymenoplasty?

Sama seperti prosedur operasi pada umumnya, rekonstruksi selaput dara atau hymenoplasty memiliki efek samping.

Beberapa kemungkinan efek samping dari prosedur operasi untuk membuat selaput dara buatan, antara lain pembengkakan, nyeri serta memar, perdarahan, perubahan warna selaput dara, dan mati rasa.

Namun, umumnya hal ini termasuk ke dalam efek samping ringan dan tim medis akan memastikannya dengan tindak pencegahan.

Pencegahan sendiri dilakukan untuk menghindari masalah kesehatan lebih serius dan mengurangi ketidaknyamanan. Untuk mencegahnya, berikut perawatan pasca operasi yang perlu diketahui.

  • Jaga kebersihan area kemaluan dan gunakan antibiotik untuk mencegah infeksi.
  • Aplikasikan kompres hangat atau kompres es untuk meredakan nyeri dan bengkak.
  • Hindari hubungan seksual hingga sekitar 8 minggu setelah operasi dilakukan.
  • Tidak mandi 2 sampai 3 hari setelah melakukan operasi hymenoplasty.

Selaput dara buatan tidak benar-benar mengembalikan keperawanan karena kemungkinan untuk berdarah saat berhubungan seksual juga kecil. Karena faktanya, seorang wanita tidak harus mengalami perdarahan pada hubungan seksual pertama kali.

Baca juga: Bolehkah Anak Mengonsumsi Makanan Pedas dan Asam? Simak Dulu Faktanya!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Medlife.com (2019), diakses 13 November 2020. Can You Get Your Virginity Back?
  2. Lybrate.com (2020), diakses 13 November 2020. Hymenoplasty Treatment, Procedure And Side Effects
  3. The Plastic Surgery Clinic, diakses 13 November 2020. Hymen Repair
    Berita Terkait
    register-docotr