Kesehatan Seksual

Fakta & Mitos Cara Membesarkan Penis: Mulai Obat hingga Alat Pompa

November 4, 2020 | Richaldo Hariandja | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Mitos terkait cara membesarkan penis tidak pernah berhenti berembus, selalu saja ada produk dan teknik untuk memperbesar alat vital pria. Namun, jangan termakan janji manis, produk-produk dan teknik ini justru bisa mencederai penis kamu.

Hal pertama yang perlu diingat adalah jangan pernah berpikir kalau penis kamu kecil, yang benar adalah penis kamu berukuran normal. Yang kedua, beberapa cara membesarkan penis yang sering beredar sebenarnya adalah palsu.

Berikut ulasan tentang fakta dan mitos tentang cara membesarkan penis yang perlu kamu tahu!

Berapa ukuran penis normal?

Tak ada data resmi yang bisa dijadikan acuan untuk menentukan ukuran penis normal. Ukuran penis bisa dipengaruhi oleh banyak hal, salah satunya adalah etnis atau ras.

Data yang sering dijadikan rujukan ukuran penis adalah angka rata-rata panjang alat kelamin dari sebagian pria di seluruh dunia.

Berdasarkan penelitian yang melibatkan 15.521 pria pada 2015, terungkap fakta bahwa ukuran rata-rata penis saat ereksi adalah 13,12 cm. Sedangkan saat dalam kondisi tidak tegang adalah 9 cm.

Hanya saja, ada satu kondisi bernama mikropenis, di mana penis memiliki ukuran di bawah angka rata-rata tersebut. Ukuran penis yang masuk dalam kategori ini adalah di bawah 4 cm saat sedang ereksi pada usia anak dan tidak lebih dari 9 cm pada orang dewasa.

Baca juga: Apakah Ukuran Penis Kamu Normal? Yuk, Kenali Bentuk dan Teksturnya

Penyebab penis kecil

Bicara soal mikropenis, kondisi ini sebenarnya sudah bisa terdeteksi sejak lahir. Sebab, menurut Medical News Today, faktor utama penyebab penis kecil adalah masalah hormonal pada masa kehamilan. Artinya, mikropenis terbentuk ketika janin masih berada di dalam kandungan.

Hormon human chorionic gonadotrophin (hCG) yang rendah pada ibu hamil dapat memengaruhi kadar testosteron di tubuh janin. Sebab, salah satu tugas dari hormon tersebut adalah merangsang testosteron.

Bayi biasanya mengalami lonjakan testosteron sekitar 0 hingga 3 bulan pascalahir. Ini adalah periode penting untuk pertumbuhan penis. Jika masih terganggu oleh faktor hormonal, hampir bisa dipastikan bahwa kondisi mikropenis akan bertahan hingga dewasa.

Beragam cara membesarkan penis secara alami

Berbagai cara membesarkan penis terus dicoba oleh sebagian pria. Pertanyaannya, benarkah ukuran penis bisa diperbesar?

Menurut American Urological Association, hampir tidak ada cara yang efektif untuk membesarkan penis. Sama seperti tinggi badan, panjang penis akan berhenti tumbuh ketika sudah usia dewasa. Meski, beberapa penelitian yang menemukan fakta tentang keberhasilan pembesaran penis.

Namun, pembesaran itu hanya bersifat sementara dan hanya menambah panjang yang sedikit, bukan bagian lingkarnya. Hal yang bisa dilakukan adalah menjaga kesehatan penis itu sendiri agar bisa terlihat lebih besar. Beberapa caranya adalah:

1. Jaga berat badan

Selama ini, tak sedikit orang yang percaya bahwa pria gemuk cenderung memiliki penis kecil. Anggapan tersebut tak sepenuhnya benar. Obesitas dan bentuk tubuhlah yang membuat penis terlihat lebih kecil.

Jika kamu berhasil membakar lemak, terutama pada bagian perut dan selangkangan, lihatlah perubahan pada penis. Bukan ukurannya, tapi perubahan secara visual.

Maka dari itu, jika kamu merasa memiliki penis kecil, cobalah untuk menghitung kembali berat badanmu, apakah sudah ideal atau belum.

2. Konsumsi makanan bergizi

Hal berikutnya yang bisa kamu lakukan untuk menjaga kesehatan penis adalah mengonsumsi makanan bergizi. Beberapa di antaranya adalah:

  • Bayam, mengandung asam folat yang setara dengan 66 persen dari total kebutuhan gizi harian. Nutrisi ini berperan penting dalam mengalirkan darah ke penis.
  • Alpukat, memiliki kandungan vitamin E dan seng yang tinggi. Kedua nutrisi tersebut berperan aktif dalam meningkatkan kadar testosteron dan kualitas sperma.
  • Tomat, mempunyai zat likopen tinggi, bisa meminimalkan sejumlah masalah pada organ reproduksi yang dapat mengurangi tingkat ketegangan saat ereksi.
  • Wortel, mengandung karotenoid yang dapat meningkatkan kadar testosteron dan meningkatkan jumlah sperma.

Berbagai mitos tentang cara membesarkan penis

Hingga saat ini, ada banyak mitos seputar cara membesarkan penis yang masih dipercaya banyak pria. Mulai dari minum obat, hingga terapi khusus menggunakan alat pompa. Berikut beberapa mitos tersebut:

1. Obat pembesar penis dan losion

Losion dan obat pembesar penis sering dianggap bisa memengaruhi ukuran alat vital pria.

Faktanya, mengutip Mayo Clinic, belum ada obat pembesar penis dan losion yang terbukti dapat menambah ukuran alat kelamin pria.

Obat tersebut biasanya memberikan iming-iming dengan keterangan mengandung vitamin, mineral, herbal, dan penambah hormon. Selalu ingat bahwa tidak ada satu produk yang terbukti bisa memperbesar penis. Sebaliknya, mungkin kamu justru akan merasakan dampak buruknya.

2. Teknik jelqing

cara membesarkan penis
Teknik jelqing. Sumber foto: www.alicdn.com

Jelqing merupakan langkah yang dipercaya oleh banyak orang untuk membesarkan ukuran penis secara alami. 

Teknik ini dilakukan dengan memijat menggunakan tangan untuk menggerakan aliran darah di kepala penis dan meregangkannya. Cara ini biasa disebut dengan gerakan ‘memerah’.

Faktanya, belum ada cukup penelitian yang bisa membuktikan teknik tersebut dalam membesarkan penis. Teknik ini memang aman, tapi bisa membuat nyeri, lecet atau rusaknya jaringan pada penis jika dilakukan terlalu sering atau agresif.

3. Pemanjang penis

Pemanjang penis ini merupakan perangkat noninvasif yang menggunakan daya penarik untuk meregangkan penis. Berdasarkan sebuah studi di Iran, perangkat ini disebut mampu menambah lebih dari 1,5 cm panjang penis setelah 3 bulan pemakaian.

Faktanya, belum ada bukti lain yang mendukung efektivitas dari riset tersebut, termasuk tentang tingkat keamanannya. Pemakaian alat ini rumit dan tidak nyaman. Serta, jika terlalu meregang, dapat terjadi memar, rusak saraf atau pembekuan darah di pembuluh darah di penis.

4. Pompa vakum

Mitos cara membesarkan penis yang satu ini dilakukan dengan menggunakan alat berbentuk silinder yang terkadang dipakai untuk mengatasi disfungsi ereksi. Beberapa orang menggunakannya untuk melatih penis secara sengaja.

Alat ini bekerja dengan menarik atau menyedot lebih banyak darah ke penis, lalu membuatnya ereksi dan terlihat lebih besar. Kamu kemudian akan menjepit penis dengan cincin yang ketat untuk mencegah darah itu kembali ke tubuh.

Faktanya, jika penjepit dilepas, efek dari alat ini akan hilang. Bahkan, penggunaan alat di atas 20 hingga 30 menit dapat menyebabkan kerusakan jaringan pada penis.

5. Meregangkan dengan pemberat

Menggantungkan pemberat di penis dipercaya bisa membuat batang alat kelamin menjadi sedikit meregang. Tapi, cara ini tidak menambah massa di penis, termasuk pada ototnya.

Cara ini mengharuskanmu mengikatkan pemberat ke penis hingga 8 jam selama 6 bulan.

Faktanya, meski mungkin terlihat ada penambahan panjang setengah inci, cara ini berisiko merusak jaringan dan pembuluh darah penis. Akibatnya, bukan makin membesar, penis justru bisa mengalami kelainan bentuk dan kesulitan ereksi.

6. Operasi penis

Mitos cara membesarkan penis yang terakhir adalah dengan operasi. Operasi ini dipercaya dapat menambah ukuran batang alat kelamin pria.

Faktanya, operasi pada penis sebenarnya bertujuan untuk memperbaiki kerusakan, mengatasi cedera, atau meningkatkan fungsi dari penis. Dokter tidak akan memberi rekomendasi melakukan operasi untuk membesarkan atau memperpanjang penis.

Operasi membesarkan penis ini merupakan prosedur yang langka dan kontroversial. Ada risiko infeksi, meninggalkan bekas luka, dan kehilangan fungsi penis.

Kalaupun berhasil, kemungkinan hanya akan menambah sekitar satu sentimeter pada penis. Tapi, sampai saat ini, belum ada cukup kajian untuk menjelaskan risiko atau keuntungan dari operasi ini, terutama tentang keamanan dan efektivitasnya.

Berdasarkan fungsinya, operasi ini dibeadakan menjadi dua jenis, yaitu:

Operasi pemanjangan

Prosedur yang biasa dilakukan adalah dengan memotong ligamen yang menyambungkan penis ke tulang panggul. Hal ini akan membuat batang alat kelamin akan terlihat lebih panjang karena ikatannya dilepas.

Sebenarnya, ini bukan operasi untuk memanjangkan penis, karena hanya memisahkan jaringan yang selama ini tersembunyi. 

Untuk memastikan ligamen tidak terikat kembali, kamu akan membutuhkan perangkat untuk meregangkan penis setiap hari selama 6 bulan.

Operasi pembesaran

Mitos cara membesarkan penis ini dilakukan jika kamu merasa diameter batang alat kelamin terlalu kecil. Prosedur ini lebih kontroversial, karena menanamkan lemak, silikon, atau jaringan baru.

Nah, itulah beragam fakta dan mitos tentang cara membesarkan penis yang hingga kini masih dipercaya banyak pria. Alih-alih menggunakan cara yang tidak terbukti efektif, cobalah untuk menjaga berat badan dan konsumsi makanan bergizi agar penis tetap sehat.


Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Webmd.com (2015) diakses 26 Juni 2020. https://www.webmd.com/men/guide/penis-enlargement-does-it-work#1
  2. Healthline.com (2017) diakses 26 Juni 2020. https://www.healthline.com/health/do-penis-enlargement-techniques-work
  3. Pubmed.ncb.nlm.nih.gov (2010) diakses 26 Juni 2020. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/20102448/
  4. Medical News Today, diakses 4 November 2020, What to know about micropenis.
  5. Medical News Today, diakses 4 November 2020, When does the penis start and stop growing?.
  6. American Urological Association, diakses 4 November 2020, The Foundation’s Recommendation on Penile Augmentation.
  7. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 4 November 2020, Am I normal? A systematic review and construction of nomograms for flaccid and erect penis length and circumference in up to 15,521 men.
  8. Healthline, diakses 4 November 2020, 8 Penis-Friendly Foods to Boost T-Levels, Sperm Count, and More.
    Berita Terkait
    register-docotr