Kesehatan Seksual

Jarang Diketahui, Berikut Jenis-jenis Alat Kontrasepsi untuk Pria

June 17, 2020 | Dani Kosasih | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Jenis alat kontrasepsi untuk pria sebenarnya tersedia cukup banyak. Namun, Kementerian Kesehatan memiliki catatan tersendiri. Hingga saat ini, angka partisipasi penggunaan kontrasepsi pria lebih sedikit dibandingkan penggunaan kontrasepsi pada wanita.

Pada tahun 2013, jenis alat kontrasepsi untuk pria hanya terbatas pada dua pilihan. Dua pilihan itu adalah kondom dan Metode Operasi Pria (MOP) atau lebih dikenal dengan istilah sterilisasi/vasektomi.

Mengutip data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia, cakupan vasektomi pada tahun 2007 dan 2012 sebesar 0,2 persen. Sedangkan cakupan penggunaan kondom sebesar 1,3 persen pada tahun 2007 dan 1,8 persen pada tahun 2013.

Jenis alat kontrasepsi untuk pria

Secara umum, jenis alat kontrasepsi untuk pria dibagi menjadi dua jenis, yaitu kontrasepsi hormonal dan non hormonal.

Kontrasepsi hormonal

Uji klinis kontrasepsi hormonal untuk pria dimulai pada 1970-an. Metode ini didasarkan pada penggunaan testosteron eksogen secara tunggal. Selain itu, juga kombinasi bersama dengan progestin untuk menekan produksi testosteron dan spermatogenesis endogen.

Salah satu kontrasepsi hormonal adalah pil kontrasepsi. Pil ini memiliki kandungan senyawa peptida yang bekerja dengan cara menghentikan pergerakan sperma sebelum mencapai sel telur.

Konstrasepsi hormonal lainnya adalah suntik testosteron. Kontrasepsi dengan cara suntik testosteron memiliki tujuan meminimalisir atau menghilangkan jumlah sperma.

Pil kontrasepsi merupakan salah satu dari kontrasepsi hormonal untuk pria. Foto: Freepik.com

Efek samping umum penggunaan kontrasepsi suntik testosteron ini adalah:

  • Muncul jerawat.
  • Perubahan suasana hati termasuk depresi.
  • Perubahan libido yang biasanya ringan dan jarang menyebabkan penghentian.

Kontrasepsi melalui vasektomi

Jenis alat kontrasepsi untuk pria berikutnya adalah vasektomi. Vasektomi bekerja dengan mencegah sperma sejak mulai saat kamu ejakulasi. Selama prosedur, vas deferens yang merupakan saluran pembawa sperma dari testis ke uretra dipotong atau diblokir.

Tujuan dari vasektomi adalah agar pria tidak memiliki sperma saat ejakulasi sehingga tidak dapat menyebabkan kehamilan. Vasektomi adalah salah satu metode kontrasepsi yang paling efektif.

Menurut American Urological Association, kasus kehamilan yang tetap terjadi setelah vasektomi berada pada kisaran kurang dari 2 dari setiap 1.000 pasangan.

Kekurangan vasektomi

Vasektomi juga merupakan alat kontrasepsi untuk pria yang memiliki kekurangan. Beberapa di antaranya adalah, vasektomi tidak melindungi kamu dari penyakit infeksi menular seksual.

Selain itu, mengembalikan seperti keadaan semula sebelum vasektomi dilakukan lebih rumit untuk dilakukan.

Faktor risiko melakukan vasektomi

Mengambil pilihan untuk melakukan vasektomi bukan tanpa risiko, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Potensi risiko jangka pendek dari vasektomi, yaitu:

  • Pembengkakan
  • Memar
  • Berdarah di dalam skrotum
  • Darah dalam air mani
  • Infeksi

Meskipun jarang terjadi, masalah jangka panjang yang mungkin muncul karena vasektomi, adalah:

  • Penumpukan cairan di testis
  • Sakit kronis
  • Kehamilan

Kondom sebagai alat kontrasepsi paling umum

Kondom merupakan jenis alat kontrasepsi untuk pria yang paling umum dan populer di masyarakat. Selain harganya terjangkau, kondom sangat mudah ditemukan di minimarket, supermarket, apotek bahkan warung tradisional.

Penggunaan kondom untuk pria bekerja dengan cara menghalangi sperma memasuki vagina. Kamu bisa menggunakannya selama melakukan hubungan seksual. seks oral maupun anal. Kondom juga banyak disarankan untuk menghindari infeksi menular seksual (IMS), seperti HIV.

Pastikan selalu kamu menggunakan kondom dengan produk berbasis air saat ingin berhubungan seks. Karena, pelumas berbasis minyak seperti petroleum jelly dapat merusak kondom dan mencegahnya bekerja dengan baik.

Jenis-jenis kondom yang perlu kamu ketahui

Kondom salah satu jenis alat kontrasepsi untuk pria yang paling populer. Foto: Freepik.com

Kondom jenis Latex dan polyurethane

Kondom pada umumnya menggunakan dasar latex, namun jika kamu alergi terhadap latex, kamu bisa menggunakan kondom dari bahan polyurethane.

Kondom lubricated

Lubricated adalah gel atau cairan yang melapisi kondom. Lubricated berfungsi untuk mengurangi rasa nyeri atau iritasi saat berhubungan seks.

Kondom spermicide

Kondom spermicide cukup jarang ditemui karena tidak semua kondom sudah disertai spermicide. Kondom ini berfungsi untuk mematikan sperma.

Kondom bertekstur

Kondom bertekstur banyak ditemui di pasaran karena fungsinya sama dengan kondom pada umumnya. Hanya saja kondom bertekstur dirancang untuk menambah sensasi saat berhubungan seks.

Jika kamu memiliki pertanyaan terkait jenis alat kontrasepsi untuk pria, silakan chat langsung dengan dokter melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

1. webmd.com. Diakses 12 Juni 2020. https://www.webmd.com/sex/birth-control/birth-control-condoms
2. healthline.com (2018). Diakses 12 Juni 2020. https://www.healthline.com/health-news/will-men-use-new-male-birth-control-pill#1
3. ncbi.nlm.nih.gov. Diakses 12 Juni 2020. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4762912/
4. kemkes.go.id (2014. Diakses 12 Juni 2020. https://www.kemkes.go.id/development/site/jkn/index.php?view=print&cid=20143250001&id=menkes-kontrasepsi-bukan-hanya-urusan-perempuan-laki-laki-juga-harus-berperan
5. aunet.org. Diakses 12 Juni 2020. https://www.auanet.org/guidelines/vasectomy-guideline
6. ncbi.nlm.nih.gov. Diakses 12 Juni 2020. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/30899448/
7. webmd.com. Diakses 12 Juni 2020. https://www.webmd.com/sex/birth-control/male-contraceptives

    register-docotr