Kesehatan Seksual

Hati-hati! Hubungan Intim di Usia Dini Tidaklah Aman, Ini Efek Negatifnya bagi Tubuh

January 24, 2021 | Arianti Khairina | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Ketika kamu mulai memasuki usia remaja, pasti akan mulai mengenal istilah berhubungan seks atau berhubungan intim. Namun apakah kamu tahu bahwa hubungan intim di usia dini dapat menimbulkan beberapa efek negatif bagi tubuh?

Dampak hubungan intim di usia dini

Tak banyak yang tahu, bahwa melakukan hubungan intim di usia dini dapat menimbulkan beberapa efek berbahaya pada tubuh. Berikut adalah dampak hubungan intim di usia dini:

Hubungan intim di usia dini dapat memicu stres hingga depresi

Melansir penjelasan dari laman News Medical Life Sciences, sebuah studi menunjukkan bahwa seks selama masa remaja dapat memiliki efek negatif yang bertahan lama pada tubuh.

Sementara penelitian menggunakan hewan laboratorium, temuan tersebut memberikan informasi yang mungkin dapat diterapkan untuk memahami perkembangan seksual manusia.

Pada penelitian tersebut seperti dilansir dari laman News Medical Life Sciences, mereka menggunakan hamster, yang memiliki kemiripan fisiologis dengan manusia, untuk mempelajari secara spesifik bagaimana tubuh merespons aktivitas seksual di awal kehidupan.

Peneliti memasangkan hamster betina dewasa dengan hamster jantan saat hamster jantan berusia 40 hari, setara dengan usia remaja pertengahan manusia. 

Mereka menemukan bahwa hewan jantan dengan pengalaman seksual awal kehidupan kemudian menunjukkan lebih banyak tanda perilaku seperti depresi serta massa tubuh yang lebih rendah, jaringan reproduksi yang lebih kecil dan perubahan sel di otak.

Di antara perubahan sel yang diamati pada hewan yang berhubungan seks selama masa remaja adalah tingkat ekspresi gen yang lebih tinggi yang terkait dengan peradangan di jaringan otak dan struktur seluler yang kurang kompleks di area sinyal kunci di otak.

Mereka juga menunjukkan tanda-tanda respons kekebalan lebih kuat terhadap tes sensitivitas, yang menunjukkan bahwa sistem kekebalan mereka berada dalam keadaan kesiapan yang tinggi bahkan tanpa adanya infeksi.

Kombinasi respons fisiologis di masa dewasa tidak selalu menyebabkan kerusakan, tetapi menunjukkan bahwa aktivitas seksual selama perkembangan sistem saraf dapat ditafsirkan oleh tubuh sebagai pemicu stres.

Hubungan intim di usia dini menimbulkan masalah perilaku 

Remaja yang mulai berhubungan seks secara signifikan lebih awal dari teman sebayanya juga menunjukkan tingkat kenakalan lebih tinggi pada tahun-tahun berikutnya.

Hal tersebut didasarkan pada sebuah studi nasional seperti dilansir dari Science Daily, terhadap lebih dari 7.000 remaja menemukan bahwa remaja yang melakukan hubungan seks lebih awal menunjukkan peningkatan 20 persen dalam tindakan nakal satu tahun kemudian.

Sebaliknya, remaja yang menunggu lebih lama dari rata-rata untuk berhubungan seks memiliki tingkat kenakalan 50 persen lebih rendah setahun kemudian dibandingkan dengan remaja pada umumnya. Dan tren tersebut berlanjut hingga enam tahun.

Dikatakan juga dalam penelitian tersebut bahwa mereka yang mulai berhubungan seks terlalu muda mungkin tidak siap menghadapi potensi konsekuensi emosional, sosial, dan perilaku dari tindakan mereka sendiri. 

Tak hanya itu, hubungan intim di usia dini dan kenakalan mungkin berhubungan dengan konteks sosial seluruh kehidupan remaja muda. 

Berhubungan seks terlalu dini membawa serta perasaan menjadi dewasa. Anak-anak mungkin merasa mereka dapat melakukan hal-hal yang sama seperti remaja yang lebih tua, termasuk kenakalan. Dan efek negatif dari seks dini dapat berlangsung melalui masa remaja dan menjadi dewasa awal.

Baca juga: Moms, Edukasi Seksual pada Anak Tidak Tabu! Ini yang Boleh Dilakukan dan Tidak

Cara mencegah hubungan intim di usia dini 

Melansir penjelasan dari Stanford Children, American Academy of Pediatrics merekomendasikan agar orang tua mulai berbicara kepada anak-anak tentang tubuh dan jenis kelamin mereka, pada tingkat yang sesuai dengan usia, ketika mereka pertama kali menanyakan dari mana asalnya bayi. 

Meskipun banyak remaja mungkin mengatakan mereka tahu segalanya tentang seks, penelitian menemukan bahwa banyak yang tidak sepenuhnya mengetahui tentang seks dan infeksi menular seksual.

Sebagai orang tua, kamu adalah sumber informasi akurat terbaik untuk anak remaja. Namun, banyak orang tua yang tidak yakin bagaimana cara mulai membicarakan seks aman dengan anak. Berikut adalah beberapa tips tentang bagaimana membicarakan topik seks aman dengan anak:

  • Bicaralah dengan tenang dan jujur ​​tentang seks yang aman.
  • Berlatihlah berbicara tentang seks yang aman dengan orang dewasa lain sebelum mengajak anak berbicara. 
  • Dengarkan anak dan jawab pertanyaan apapun dengan jujur.
  • Topik yang sesuai untuk diskusi seks yang aman dapat mencakup: infeksi menular seksual dan pencegahannya, tekanan teman sebaya untuk berhubungan seks, kontrasepsi, serta berbagai bentuk seksualitas.

Orang lain yang dapat membantu berbicara dengan anak tentang seks mungkin termasuk penyedia layanan kesehatan, kerabat, atau konselor agama.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. News-medical.net (2011) diakses pada 14 Januari 2021. Sex during adolescence can have negative effects on body and mood well into adulthood
  2. Sciencedaily.com (2007) diakses pada 14 Januari 2021. Early Sex May Lead Teens To Delinquency, Study Shows
  3. Ncbi.nlm.nih.gov (2016) diakses pada 14 Januari 2021. Early Sexual Intercourse: Prospective Associations with Adolescents Physical Activity and Screen Time
  4. Livescience.com (2011) diakses pada 14 Januari 2021. Teen Sex May Affect Brain Development, Study Suggests
  5. Stanfordchildrens.org (2021) daikses pada 14 Januari 2021. Safer Sex Guidelines for Teen 
    register-docotr