Kesehatan Seksual

Hati-Hati, Ini Risiko Gunakan Air Liur untuk Pelumas Seks!

October 16, 2020 | Arianti Khairina | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Demi memperlancar dan membahagiakan pasangan juga diri sendiri, banyak orang menggunakan pelumas saat berhubungan seks. Namun apakah aman  jika pelumas yang digunakan adalah air liur?

Ada beberapa alternatif pelumas komersil yang bisa kamu dan pasangan gunakan untuk menggantikan air liur. Apa saja risiko yang bisa ditimbulkan dari penggunaan air liur sebagai pelumas seks, yuk ikuti penjelasannya.

Baca Jugaa: Ladies, BAK Setelah Berhubungan Seksual Itu Sangat Bermanfaat Lho!

Risiko menggunakan air liur untuk pelumas seks 

Dilansir dari Health, penggunaan air liur sebagai pelumas seks sebaiknya dihindari. Perlu kamu ketahui alasannya karena air liur cenderung lebih berair dan tidak licin. 

Tentu saja sifat air liur ini bukanlah kriteria yang baik untuk digunakan sebagai pelumas. Sifat air liur juga lebih cepat kering sehingga bisa menimbulkan rasa tidak nyaman dan sakit saat berhubungan seksual.

Selain itu, ternyata juga ada beberapa risiko buruk yang mungkin terjadi jika kamu menggunakan air liur sebagai pelumas saat berhubungan seks. 

1. Menyebabkan infeksi pada vagina

Dilansir dari Health, bakteri dalam air liur sangat berbeda dengan bakteri di vagina. Air liur mengandung enzim pencernaan yang memecah makanan.

Ketika kamu memasukkan bakteri dan enzim ini ke dalam vagina, tentu saja hasilnya dapat mengganggu mikrobioma pada bagian vagina dan membuat rentan terhadap infeksi jamur atau vaginosis bakteri.

Kedua infeksi yang mengganggu namun dapat disembuhkan ini berkembang ketika keseimbangan ragi dan bakteri yang secara alami ada di vagina hilang.

Menggunakan air liur sebagai pelumas memberikan faktor yang sempurna untuk mengubah ekosistem vagina sehingga memicu salah satu infeksi timbul. 

2. Tingginya risiko penyakit menular seksual

Tak hanya terjadi infeksi pada bagian vagina, menggunakan air liur sebagai pelumas seks juga meningkatkan risiko kamu untuk terkena penyakit menular seksual.

Salah satunya jika pasanganmu memiliki penyakit herpes di mulut lalu menggunakan air liurnya sebagai pelumas saat sedang berhubungan seks, kemungkinan besar kamu akan tertular herpes pada area kelamin setelahnya.

Penting untuk kamu ketahui, ternyata tidak hanya herpes, gonore, sifilis, klamidia, dan trikomoniasis juga merupakan bentuk penyakit menular seksual yang bisa ditularkan oleh air liur saat sedang berhubungan seks. 

3. Menurunkan kemampuan sperma

Air liur bukan pelumas yang aman untuk digunakan saat berhubungan seksual. Selain bisa berdampak pada kesehatan vagina wanita, penggunaan air liur sebagai pelumas juga bisa menurunkan kualitas sperma para pria loh.

Bagi para pria, menggunakan pelumas air liur juga dapat meningkatkan risiko terjadinya penurunan kemampuan sperma. Hal ini akan memperkecil peluang keberhasilan sperma untuk sampai ke tuba falopi dan membuahi sel telur.

Tetapi risiko ini pada umumnya terjadi pada pria yang memang sudah mengalami penurunan kualitas sperma. Pada pria yang masih memiliki sperma dengan kualitas yang baik, hal ini mungkin tidak terjadi.

Cara seperti ini, sangat tidak disarankan bagi kamu yang ingin cepat hamil.

Baca juga: Tisu Magic, Tisu Ajaib yang Bisa Atasi Ejakulasi Dini, Apa Benar?

Kandungan alami yang bisa digunakan sebagai pelumas seks

Dilansir dari Medical News Today, berikut ini deretan alternatif pelumas yang aman kamu gunakan saat berhubungan seks: 

1. Lidah buaya

Lidah buaya berbahan dasar air dan dapat meningkatkan hidrasi kulit sekaligus mengurangi iritasi. Konsistensinya menjadikannya alternatif pelumas yang baik.

Namun, jika seseorang menggunakan produk lidah buaya sebagai pelumas, sebaiknya periksa apakah produk tersebut mengandung bahan lain, seperti alkohol. Ini karena bisa mengiritasi alat kelamin.

2. Yoghurt tawar 

Yoghurt tawar bisa menjadi pelumas alternatif yang bermanfaat. Yoghurt jenis ini jika digunakan sebagai pelumas tidak mengering, memiliki konsistensi yang sesuai, dan relatif murah.

Meski belum ada penelitian ilmiah yang meneliti penggunaannya sebagai pelumas, yoghurt telah membuktikan khasiat terapeutik untuk mengobati sariawan vagina.

3. Minyak zaitun

Pelumas alternatif potensial lainnya adalah minyak zaitun, karena dapat menyebar dengan cepat dan mudah. Akan tetapi, kulit tidak mudah menyerap minyak jenis ini, yang berarti dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan infeksi.

Jika kamu menggunakan minyak zaitun untuk pelumas, penting untuk membasuhnya sampai bersih setelah berhubungan seksual.

Karena minyak zaitun adalah pelumas berbahan dasar minyak, tidak disarankan untuk menggunakannya dengan kondom lateks atau metode kontrasepsi penghalang lateks lainnya karena dapat menyebabkannya pecah.

4. Minyak kelapa murni

Minyak kelapa murni mengandung sifat anti-inflamasi dan pelembap. Karena banyak orang pada umumnya menyukai bau dan rasa kelapa, ini bisa menjadi alternatif pelumas yang cocok.

Namun, seperti minyak zaitun, kamu tidak boleh menggunakan minyak kelapa murni jika  menggunakan metode kontrasepsi penghalang lateks.

5. Putih telur

Putih telur bisa menjadi alternatif pelumas yang cocok. Ini karena orang percaya bahwa bahan ini memiliki konsistensi yang mirip dengan lendir serviks. 

Alternatif pelumas seks komersil yang aman 

Jenis pelumas komersil lain yang dapat kamu beli sendiri di apotik seperti Silicone Lubricant. Pelumas ini berbahan dasar silikon dan dapat digunakan pada kondom lateks.

Contoh lainnya ada juga Water Based Lubricant, kelebihan dari pelumas jenis ini adalah gampang dibersihkan setelah berhubungan seks. Sudah dapat dipastikan bahwa pelumas ini berbahan dasar air.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Medicalnewstoday.com (2020) diakses pada 13 Oktober 2020. The best and worst lube alternatives
  2. Timesofindia.indiatimes.com (2019) diakes pada 13 Oktober 2020.  Sex query: Is it safe to use saliva as a lube?
  3. Health.com (2019) diakses pada 13 Oktober 2020. Is It Safe to Use Saliva as a Lubricant During Sex? We Asked an Ob-Gyn
    Berita Terkait
    register-docotr