Puasa

Tips Puasa untuk Diabetes yang Tidak Boleh Disepelekan

May 5, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Ramadan adalah bulan penuh tantangan untuk penderita diabetes. Bukan tanpa alasan, kondisi kesehatan harus dinomor satukan meski keinginan untuk puasa sangat tinggi. Ada beberapa tips puasa untuk diabetes yang bisa diterapkan.

Memang, puasa bukanlah hal yang mudah untuk dijalani, terutama saat memiliki gangguan kesehatan. Tapi tenang, kamu tetap bisa menjalankan ibadah puasa meski memiliki riwayat diabetes. Sebelum mengetahui tips puasa untuk diabetes, ini yang terjadi pada tubuh saat berpuasa.

Apa yang terjadi pada tubuh saat berpuasa?

Perubahan yang akan terjadi pada tubuh saat berpuasa tergantung seberapa lama kamu merasa kenyang dari makan sahurmu.

Biasanya, tubuh manusia akan memasuki fase berpuasa penuh pada delapan jam setelah sahur. Di waktu ini, kamu akan merasakan lapar dan dahaga.

Setelah tidak ada lagi karbohidrat yang tersisa, tubuh akan menggunakan glukosa dan lemak sebagai sumber energi. Oleh karena itu, berpuasa adalah cara efektif untuk membakar lemak yang seringkali menyebabkan obesitas.

Sayangnya, puasa juga berpengaruh pada tekanan darah, gula darah, dan kolesterol. Artinya, penderita diabetes adalah orang yang paling merasakan dampak dari menahan lapar dan haus selama 12 jam.

Tips puasa untuk diabetes

Setelah mengetahui fakta bahwa puasa bisa berpengaruh pada gula darah, penderita diabetes harus benar-benar memerhatikan beberapa aspek saat beraktivitas dengan perut kosong.

Beberapa tips puasa untuk diabetes yang bisa dilakukan adalah dengan tetap memenuhi asupan cairan tubuh, mengontrol porsi makan sahur dan buka, serta berkonsultasi ke dokter.

1. Tetap penuhi cairan tubuh

Meski tidak hanya untuk penderita diabetes, cairan dalam tubuh harus tetap terjaga. Salah satu tujuannya adalah agar tidak dehidrasi. Khusus untuk diabetes, air sangat efektif untuk menjaga konsentrasi kadar gula dan tekanan darah. Jadi, pastikan kamu tetap minum 8-10 gelas air, ya.

2. Konsultasikan dengan dokter

Sebelum Ramadan tiba, ada baiknya kamu menghubungi dokter atau ahli medis untuk konsultasi kesehatan.

Ini menjadi penting, karena penderita diabetes perlu menjaga kesehatannya jika ingin tetap berpuasa. Jika tidak, dampak buruk akan dirasakan.

Tidak semua penderita diabetes diperbolehkan untuk berpuasa. Hanya orang dengan kasus ringan yang akan diperkenankan menahan lapar dan haus selama 12 jam.

Oleh karena itu, berkonsultasi ke dokter adalah cara yang tepat untuk mengetahui seberapa kuat tubuh untuk berpuasa.

Sebelum memberikan saran dan keputusan, dokter akan mengecek kondisi tubuhmu, mulai dari gejala yang dirasakan, tekanan darah, kadar kolesterol, sampai kadar gula darah.

3. Perhatikan gula darah

donor darah saat puasa
Perhatikan gula darah. Sumber gambar: shutterstock.

Berbicara soal gula darah, kamu tak cukup hanya mengetahui kadarnya sebelum Ramadan tiba. Tetap perhatikan gula darah selama berpuasa, setelah mendapatkan rekomendasi dari dokter atau ahli kesehatan.

Penderita diabetes harus benar-benar menjaga kadar gula darahnya di ambang batas normal. Artinya, tidak terlalu rendah atau tidak terlalu tinggi. Jika ini sampai terjadi, dampak buruk akan segera timbul.

Tapi pada umumnya, kadar gula darah yang tidak normal akan menunjukkan gejala-gejala khusus, seperti denyut jantung yang tidak beraturan, penglihatan kabur, cemas, dan kebingungan.

Gejala paling parah yang muncul adalah pingsan. Jika kamu sudah merasakan gejala-gejala tersebut, segera batalkan puasamu dan hubungi dokter atau tenaga kesehatan.

4. Kontrol porsi makanan

Tips puasa untuk diabetes berikutnya adalah kontrol porsi makanan. Makanan berlebih justru akan membahayakan, karena sebagian besar makanan untuk sahur dan buka mengandung banyak glukosa.

Kamu mungkin akan sedikit lengah saat azan Maghrib berkumandang. Selalu ingat saran dari dokter tentang apa saja makanan yang boleh dan tidak boleh dimakan. Tetap kontrol porsi makananmu, ya.

Selain itu, waktu untuk melahap makanan juga harus diperhatikan. Penderita diabetes sangat disarankan untuk mengakhirkan sahur (pada saat Imsak) dan mengawali berbuka sesaat setelah azan Maghrib.

5. Perhatikan menu makanan

Tips terakhir untuk penderita diabetes adalah perhatikan menu makanan pada saat sahur dan berbuka.

Kamu sangat tidak disarankan, bahkan dilarang, untuk memakan makanan yang mengandung tinggi glukosa, makanan yang diolah dengan cara digoreng, dan yang memiliki lemak jahat.

Meski sayuran dan buah-buahan mempunyai banyak vitamin, penderita diabetes tak boleh sembarangan memakannya.

Beberapa buah dan sayuran memiliki kandungan zat yang justru meningkatkan kadar gula darah, seperti stroberi, kentang, mangga, dan labu.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference
  1. Kementerian Kesehatan (2019), diakses 22 April 2020, Bagaimana Penyandang DM Pada Waktu Puasa?
  2. Diabetes.org.uk, diakses 22 April 2020, Fasting and Diabetes.
  3. Harvard Medical School (2018), diakses 22 April 2020, Intermittent fasting: Surprising update.
  4. US National Library of Medicine (2019), diakses 22 April 2020, Clinical Management of Intermittent Fasting in Patients with Diabetes Mellitus.
    register-docotr