Puasa

Air Liur Berlebih Saat Puasa Adalah Kondisi Wajar, Ini Penyebabnya!

April 28, 2021 | Richaldo Hariandja | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Merasakan sensasi air liur yang berlebihan di bulan puasa merupakan hal yang normal. Kondisi ini bisa dipicu oleh kondisi psikologis yang menyadari keberadaan air liur hingga kebiasaan yang dilakukan saat puasa.

Air liur yang berlebihan ini memang tidak nyaman. Karena itu beberapa orang menjadi lebih sering meludah untuk membebaskan sensasi menumpuknya air liur di mulut.

Baca juga: Produksi Air Liur Berlebih di Masa Kehamilan Bikin Tidak Nyaman? Ini Penjelasannya

Apa fungsi air liur?

Air liur merupakan cairan bening yang dihasilkan oleh beberapa kelenjar yang berada di area mulut. Cairan ini merupakan bagian penting dalam kesehatan tubuh.

Selain air, kandungan air liur lainnya merupakan substansi penting yang dibutuhkan untuk mencerna makanan dan membuat gigi tetap sehat, lho!

Peran penting dari air liur adalah:

  • Menjaga mulut tetap lembap dan nyaman
  • Membantu mengunyah, merasakan dan menelan makanan
  • Melawan jamur di mulut dan mencegah bau mulut
  • Memiliki protein dan mineral untuk menjaga email gigi dan mencegah pengeroposan gigi dan penyakit gusi
  • Menjaga gigi palsu tetap lekat di tempatnya

Kenapa produksi air liur berlebihan saat puasa?

Pada dasarnya, produksi air liur bervariasi antara 0,5-1,5 liter per harinya. Jumlah ini jarang kamu sadari karena proses menelan air liur ini pun berlangsung tanpa disadari.

Pada saat puasa, jumlah air liur bisa terasa berlebihan karena beragam hal berikut ini:

Kamu menyadari keberadaan air liur

Pada saat berpuasa, kamu jadi lebih menyadari keberadaan air liur. Itu sebabnya, secara psikologis kamu bisa merasakan kalau air liur terasa lebih banyak daripada biasanya.

Padahal, produksinya bisa saja berlangsung seperti biasa atau bahkan berkurang. Namun perhatian dan konsentrasi yang kamu berikan ke mulut selama berpuasa membuat kamu menyadari keberadaan air liur ini di rongga mulut.

Berkurangnya aktivitas menelan

Pada saat bulan puasa, aktivitas menelan berkurang sehingga air liur terasa lebih banyak daripada biasanya. 

Karena pada dasarnya air liur tidak menumpuk di tenggorokan seiring dengan aktivitas menelan, baik itu makanan dan minuman yang kamu lakukan dalam waktu-waktu tertentu.

Itu sebabnya, secara psikologis kamu akan melupakan sensasi air liur berlebihan di dalam mulut ketika sudah berbuka nantinya. 

Pada waktu itu air liur akan tertelan bersama dengan makanan dan minuman sehingga otak akan kurang memerhatikan keberadaan air liur di dalam rongga mulut.

Hypersalivation

Hypersalivation merupakan kondisi saat kelenjar air liur memproduksi lebih banyak air liur daripada biasanya. Ketika ada kenaikan air liur yang terakumulasi, maka air liur bisa saja menetes keluar mulut tanpa kamu sadari.

Hypersalivation bisa terjadi secara sementara atau kronis, tergantung dari penyebabnya. Contohnya jika terjadi infeksi, maka mulut akan menghasilkan lebih banyak air liur untuk membantu menyingkirkan bakteri dan produksi ini akan berhenti ketika infeksi hilang.

Beberapa penyebab hypersalivation temporer adalah:

  • Gigi berlubang
  • Infeksi
  • GERD
  • Kehamilan
  • Obat antikonvulsan dan tranquilizer
  • Paparan racun seperti merkuri

Bagaimana cara mengatasi air liur berlebih saat puasa?

Pada dasarnya sensasi air liur yang berlebihan saat puasa akan hilang sendirinya ketika kamu sudah berbuka nantinya. 

Namun jika kondisi ini disebabkan oleh hypersalivation, maka kamu perlu mengatasi penyebabnya agar produksi air liur tidak berlebih. Misalnya jika penyebabnya adalah gigi berlubang, maka kamu harus segera pergi ke dokter agar diberikan tindakan medis yang tepat.

Meskipun demikian, kamu bisa menggunakan glycopyrrolate yang merupakan obat untuk mengurangi produksi air liur. Obat ini akan menghambat saraf yang merangsang kelenjar air liur sehingga produksi air liur akan berkurang.

Namun, ada beberapa efek samping dari obat ini seperti mulut kering, konstipasi, masalah saat buang air kecil hingga penglihatan yang kabur. Efek samping ini tentu akan sangat mengganggu waktu berpuasa kamu.

Demikianlah berbagai penjelasan tentang produksi air liur yang dapat menjadi meningkat di masa puasa. Selalu jaga kondisi kesehatan kamu, ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference
  1. Ask Doctor, diakses 27 April 2021. What causes excessive saliva discharge during fasting?
  2. Tribunnews.com, diakses 27 April 2021. Mengapa Setiap Puasa Air Liur Keluar Berlebihan
  3. Healthline, diakses 27 April 2021. Hypersalivation: Causes, Diagnosis, Treatments, and More
  4. WebMD, diakses 27 April 2021. Saliva and Your Mouth: Function of Saliva in Oral Health

 

    register-docotr