Kamus Penyakit

Sesak Napas karena Asam Lambung, Kenali Penyebab dan Pencegahannya!

July 16, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Sesak napas karena asam lambung merupakan gejala umum yang dirasakan dan bisa menyebabkan komplikasi berbahaya jika tidak ditangani, lho! Ya, perlu diketahui jika asam termasuk ke dalam masalah pencernaan kronis.

Dalam beberapa kasus, asam lambung terjadi secara bersamaan dengan gejala lain berupa sesak napas sehingga cukup berbahaya jika dibiarkan tanpa penanganan. Nah, untuk lebih jelasnya berikut beberapa penjelasan mengenai sesak napas karena asam lambung.

Baca juga: Bahaya Kekurangan Vitamin B: Mulai dari Mudah Marah hingga Depresi!

Mengapa bisa terjadi sesak napas karena asam lambung?

Dilansir dari Healthline, asam lambung adalah salah satu tanda penyakit refluks gastroesofageal yang termasuk ke dalam masalah pencernaan kronis dan dapat menyebabkan komplikasi medis.

Orang yang menderita penyakit gastroesophageal reflux atau GERD mungkin berisiko tinggi menderita asma atau kondisi pernapasan lainnya.

Refluks asam terjadi ketika asam naik dari perut kembali ke kerongkongan sehingga dapat mengiritasi saluran udara, menyebabkan pembengkakan, serta kesulitan bernapas.

Karena itu, jika penderita asma menderita asam lambung maka akan mengakibatkan masalah pernapasan yang parah. Penyebab utamanya mungkin dikarenakan asam memasuki kerongkongan dan memicu refleks saraf.

Ini mengakibatkan saluran udara tertutup sehingga terjadi sesak napas. Tak hanya itu, asam di kerongkongan juga akan mengirimkan sinyal peringatan ke otak sehingga memicu saluran udara berkontraksi dan menyebabkan gejala asma.

Dalam kasus asma yang terkait dengan GERD, mengobati gejala GERD juga dapat membantu meringankan gejala asma.

Dokter biasanya lebih cenderung menganggap GERD sebagai penyebab asma jika sesak napas dimulai pada usia dewasa, memburuk setelah makan, dan terasa saat malam hari.

Hubungan antara asam lambung dan sesak napas

Seseorang penderita asam lambung, biasanya pada saluran udaranya akan teritasi oleh asam sehingga menyebabkan kesulitan bernapas atau batuk yang menetap.

Refluks asam dapat memicu refleks saraf pelindung yang menyebabkan saluran udara mengencang untuk mencegah asam lambung memasuki paru-paru.

Asam yang berada di kerongkongan ini akan mengirimkan sinyal peringatan ke otak. Hal ini kemudian akan memicu saluran udara untuk berinteraksi sehingga memicu munculnya gejala sesak napas.

Biasanya, gejala refluks asam tidak menyebabkan berbagai komplikasi yang berbahaya. Namun, dalam beberapa kasus kerusakan esofagus yang berkelanjutan dapat menyebabkan munculnya jaringan parut hingga kerongkongan menyempit. 

Penyempitan menciptakan struktur dan membuatnya sulit untuk menelan. Sel-sel normal di lapisan esofagus kemudian dapat berganti dengan jenis sel yang berbeda sehingga terkadang dapat berkembang menjadi kanker. 

Penanganan asam lambung agar tidak sampai sebabkan sesak napas

Langkah paling efektif untuk mencegah GERD atau asam lambung adalah melakukan beberapa tindak perubahan pada gaya hidup. Salah satu gaya hidup yang bisa diubah adalah hindari konsumsi makanan berat sebelum tidur.

Selain itu, turunkan berat badan jika mengalami obesitas, hentikan kebiasaan merokok, dan tidak mengenakan pakaian yang terlalu ketat atau menekan perut. Lakukan konsultasi segera bersama dokter ahli untuk mencegah masalah kesehatan yang lebih serius. 

Ketika mengalami refluks asam lambung atau gejala GERD, penderita harus mengunjungi dokter untuk mendapatkan diagnosis lengkap.

Dokter biasanya akan melakukan tes diagnostik untuk menentukan penyebab penyakit dan mengidentifikasikan kemungkinan komplikasi. Dokter juga akan meresepkan obat untuk membantu mengelola gejala GERD.

Baca juga: Sebelum Terlambat, Kenali Penyebab-penyebab Nyeri Saat Buang Air Kecil

Cek kesehatan lambungmu di Klinik Maag bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini ya!

Reference
  1. Healthline (2019), diakses 10 Juli 2020. Acid Reflux and Shortness of Breath
  2. Medical News Today (2019), diakses 10 Juli 2020. What causes acid reflux and shortness of breath?
  3. Everydayhealth (2018), diakses 13 Juli 2020. The Surprising Connection Between GERD and Asthma
    register-docotr