Kamus Penyakit

Sering Muncul Dengungan di Telinga? Waspadai Penyakit Tinnitus!

July 12, 2020 | Fitri Chaeroni | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Sering mendengar suara ‘ngiinggg’ yang mendengung secara tiba-tiba di telinga? Jika iya, mungkin kamu mengalami gejala penyakit tinnitus.

Tinnitus adalah istilah medis untuk bunyi dering atau dengung di telinga. Kebanyakan orang menyebut tinnitus sebagai ‘dering di telinga’.

Sebenarnya apa sih penyebab, gejala, dan penanganan penyakit tinnitus ini? Simak ulasan berikut, ya!

Apa itu penyakit tinnitus?

Tinnitus adalah suara yang muncul di kepala tanpa sumber eksternal. Bagi banyak orang, bunyinya seperti dering biasa. Sementara untuk yang lain, bisa seperti bunyi bersiul, berdengung, berkicau, mendesis, bersenandung, menderu, atau bahkan menjerit.

Suara itu mungkin terdengar dari satu telinga atau keduanya, dari dalam kepala, atau dari kejauhan. Bunyinya mungkin konstan atau terputus-putus, stabil atau berdenyut.

Hampir setiap orang menderita tinnitus dalam waktu singkat setelah terpapar kebisingan yang sangat keras. Seperti saat kamu baru saja menghadiri konser dengan musik keras, ini dapat memicu tinnitus sementara.

Tinnitus bukanlah suatu kondisi penyakit melainkan gejala dari sebuah penyakit atau gangguan lain. Seperti gangguan pendengaran yang berkaitan dengan usia, cedera telinga atau gangguan sistem peredaran darah.

Jenis-jenis penyakit tinnitus

Tinnitus sendiri ada 2 jenisnya, subjektif dan juga objektif. Berikut penjelasan lengkapnya:

  • Tinnitus subjektif, yakni tinnitus yang hanya bisa didengar oleh kamu. Ini adalah jenis tinnitus yang paling umum. Ini bisa disebabkan oleh masalah telinga bagian luar, tengah atau dalam
  • Tinnitus objektif, yakni tinnitus yang dapat didengar dokter ketika dilakukan pemeriksaan. Jenis tinnitus langka ini dapat disebabkan oleh masalah pembuluh darah, kondisi tulang telinga tengah, atau kontraksi otot.

Gejala penyakit tinnitus

Tinnitus melibatkan sensasi mendengar suara ketika suasana di luar tengah sunyi. Saat menderita tinnitus, mungkin kamu akan mendengar bunyi berupa:

  • Dering
  • Berdengung
  • Gemuruh
  • Mengklik
  • Desis
  • Bersenandung

Volume bunyinya bervariasi mulai dari nada rendah hingga tinggi. Dalam beberapa kasus, suara bisa sangat keras sehingga dapat mengganggu kemampuan kamu untuk berkonsentrasi atau mendengar suara eksternal. 

Penyebab penyakit tinnitus

Sejumlah kondisi kesehatan dapat menyebabkan atau memperburuk tinnitus. Dalam banyak kasus, penyebab pasti tidak pernah ditemukan.

Penyebab umum tinnitus adalah kerusakan sel rambut telinga bagian dalam. Rambut kecil dan halus di telinga bagian dalam ini bergerak saat terkena tekanan gelombang suara dari luar.

Saat rambut ini menerima gelombang bunyi maka ia akan mengirim pesan ke otak dan kemudian diterjemahkan menjadi sebuah suara.

Nah, pada penderita tinnitus, rambut kecil ini bisa rusak atau patah sehingga mengacaukan proses pengiriman pesan ke otak. Berikut beberapa penyebab umum tinnitus:

1. Faktor usia

Pada banyak kasus, kemampuan pendengaran seseorang akan semakin menurun seiring bertambahnya usia, biasanya dimulai sekitar usia 60 tahun.

Gangguan pendengaran karena faktor usia ini dapat menyebabkan tinnitus. Istilah medis untuk jenis gangguan pendengaran ini adalah presbikusis.

2. Paparan terhadap suara keras

Suara keras seperti yang berasal dari alat berat, gergaji mesin, dan senjata api adalah sumber umum gangguan pendengaran terkait kebisingan.

Mendengarkan musik dengan earphone bervolume keras dalam waktu lama juga bisa jadi penyebab tinnitus. Tinnitus yang disebabkan oleh paparan jangka pendek, seperti menghadiri konser yang keras, biasanya hilang dengan sendirinya.

Namun kamu perlu waspada karena baik paparan jangka pendek dan jangka panjang terhadap suara keras dapat menyebabkan kerusakan permanen.

3. Penyumbatan kotoran telinga

Earwax atau kotoran telinga berfungsi untuk menjebak berbagai benda asing agar tak masuk ke dalam telinga dan memperlambat pertumbuhan bakteri. 

Namun saat jumlahnya terlalu banyak dan terjadi penumpukan, akan sulit bagi telinga membersihkan dirinya sendiri secara alami. 

Penumpukan kotoran telinga ini bisa menyebabkan gangguan pendengaran atau iritasi pada gendang telinga, yang dapat menyebabkan tinnitus.

4. Perubahan pada tulang telinga

Pengerasan tulang di telinga tengah (otosklerosis) dapat memengaruhi pendengaran kamu dan menyebabkan tinnitus. 

Kondisi ini disebabkan oleh pertumbuhan tulang yang tidak normal. Otosklerosis cenderung terjadi karena faktor genetik yang berjalan dalam keluarga.

5. Penyebab lainnya

Selain penyebab umum di atas, penyakit tinnitus juga bisa disebabkan oleh beberapa faktor di bawah ini:

  • Gejala penyakit meniere
  • Cedera kepala atau cedera leher
  • Neuroma akustik
  • Disfungsi tuba eustachius
  • Kejang otot di telinga bagian dalam

Kapan harus ke dokter?

Tinnitus bisa menjadi salah satu gejala penyakit, maka dari itu sebaiknya kamu segera memeriksakan diri apabila mengalami beberapa hal berikut:

  • Kamu sering mengalami gejala tinnitus berupa mendengar bunyi
  • Kebisingan yang kamu dengar disertai dengan rasa sakit atau keluarnya cairan dari telinga. Ini mungkin tanda-tanda adanya infeksi telinga
  • Suara yang kamu dengar disertai dengan pusing. Ini mungkin merupakan tanda penyakit meniere atau masalah neurologis. Segera cari perawatan medis.

Demikian ulasan tentang penyakit tinnitus yang perlu kamu ketahui. Jangan lupa cek ke dokter apabila mengalami gejalanya, ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

Healthline. Diakses pada 9 Juli 2020. Why Are My Ears Ringing?

Mayo Clinic. Diakses pada 9 Juli 2020. Tinnitus

WebMD. Diakses pada 9 Juli 2020. Understanding Tinnitus

Harvard Health Publishing. Diakses pada 9 Juli 2020. Tinnitus: Ringing in the ears and what to do about it

    register-docotr