Kamus Penyakit

Hidung Sering Tersumbat, Benarkah Merupakan Gejala Awal Penyakit Polip Hidung?

June 20, 2020 | Arianti Khairina | dr. Raja Friska Yulanda
no-image

Hidung tersumbat tentu menjadi hal yang biasa dirasakan oleh banyak orang. Walaupun seringkali disepelakan tapi apakah kamu tahu hidung tersumbat bisa menjadi gejala awal penyakit polip hidung? Yuk simak penjelasan lebih lengkapnya.

Apa itu polip hidung?

Dilansir dari mayoclinic.org, polip hidung adalah pertumbuhan sel atau jaringan abnormal secara lunak, tidak menyakitkan, dan tidak bersifat kanker pada lapisan hidung atau sinus. Mereka menggantung seperti tetesan air mata atau anggur.

Polip hidung ini hasil dari peradangan kronis dan berhubungan dengan asma, infeksi berulang, alergi hingga sensitivitas obat atau gangguan kekebalan tertentu.

Ukuran polip hidung pun berbeda-beda, ada yang besar atau kecil. Jika kamu mengalami polip hidung yang kecil mungkin tidak menimbulkan gejala apapun.

Namun pertumbuhan yang lebih besar dalam kelompok polip hidung dapat memblokir seluruh saluran atau menyebabkan masalah pernapasan, indra penciuman yang hilang serta kamu akan sering mengalami infeksi.

Penyakit polip hidung dapat menyerang siapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada orang dewasa.

Walaupun obat-obatan dapat mengecilkan atau menghilangkan polip hidung, namun terkadang operasi memang dibutuhkan dan disesuaikan dengan tingkat keparahannya.

Gejala polip hidung

Polip hidung berhubungan dengan iritasi dan pembengkakan (radang) pada lapisan saluran hidung dan sinus yang berlangsung lebih dari 12 minggu (sinusitis kronis).

Jika memiliki polip hidung namun berukuran kecil, mungkin saja kamu bisa tidak sadar menderita penyakit tersebut. Berbeda dengan pertumbuhan multipel atau polip besar dapat menyumbat saluran hidung dan sinus.

cara mengatasi hidung tersumbat
Hidung tersumbat. Sumber gambar: https://shutterstock.com

Tanda dan gejala umum sinusitis kronis dengan polip hidung meliputi:

  • Pilek
  • Hidung tersumbat terus menerus
  • Tetes postnasal
  • Indera penciuman berkurang atau tidak ada
  • Kehilangan indra perasa
  • Nyeri wajah atau sakit kepala
  • Nyeri pada gigi atas
  • Rasa tertekan di dahi dan wajah
  • Mimisan sering

Penyebab polip hidung

Polip hidung timbul karena adanya pembengkakan atau iritasi pada saluran hidung. Pembengkakan tersebut terjadi di lapisan penghasil cairan (selaput lendir) hidung dan sinus.

Ada beberapa bukti bahwa orang yang menderita polip hidung memiliki respons sistem kekebalan yang berbeda dan penanda kimia yang berbeda dalam selaput lendirnya.

Polip hidung dapat terjadi pada usia berapa pun, tetapi paling sering terjadi pada orang dewasa muda dan setengah baya.

Polip hidung dapat terbentuk di mana saja pada bagian sinus atau saluran hidung, tetapi mereka paling sering muncul di daerah dekat mata, hidung, dan tulang pipi.

Faktor polip hidung

Setiap kondisi yang memicu iritasi jangka panjang dan pembengkakan (radang) pada saluran hidung atau sinus, seperti infeksi atau alergi, dapat meningkatkan risiko terkena polip hidung lebih besar.

Kondisi yang sering dikaitkan dengan polip hidung meliputi:

  • Asma, penyakit yang menyebabkan jalan nafas membengkak dan menyempit
  • Sensitivitas aspirin
  • Sinusitis jamur alergi yaitu alergi terhadap jamur di udara
  • Cystic fibrosis, kelainan genetik yang menghasilkan cairan lengket yang abnormal dan tebal di dalam tubuh. Hal ini termasuk lendir kental dari lapisan hidung dan sinus
  • Sindrom Churg-Strauss (granulomatosis eosinofilik dengan poliangiitis) yaitu penyakit langka yang menyebabkan peradangan pembuluh darah
  • Kekurangan vitamin D, terjadi ketika tubuh kamu tidak memiliki cukup vitamin D

Tak hanya beberapa faktor di atas, namun riwayat keluarga kamu juga sangat berperan lho. Ada beberapa bukti bahwa variasi genetik tertentu yang terkait dengan fungsi sistem kekebalan tubuh membuat kamu sangat memungkinkan untuk terserang polip hidung.

Komplikasi

Perlu diketahui bahwa sebaiknya jika kamu mengalami penyakit ini jangan disepelekan begitu saja. Hal tersebut karena polip hidung dapat menyebabkan komplikasi.

Komplikasi potensial meliputi:

1. Obstructive sleep apnea

Ini adalah kondisi yang berpotensi serius, di mana kamu akan berhenti bernapas selama tidur.

2. Asma

Jika kamu memiliki penyakit asma, tentu saja sinusitis kronis dapat memperburuk kondisi tersebut.

3. Infeksi sinus

Polip hidung dapat membuat kamu lebih rentan terhadap infeksi sinus yang sering kambuh.

Pencegahan polip hidung

Dilansir dari mayoclinic.org, pencegahan dapat membantu mengurangi kemungkinan berkembangnya polip hidung. Berikut ini beberapa cara agar kamu terhindari dari penyakit polip hidung:

1. Kelola alergi dan asma

Kamu yang memiliki alergi dan asma sebaiknya ikuti anjuran dari dokter dengan baik. Jika gejala polip hidung makin memburuk sebaiknya segera beri tahu dokter agar mendapatkan perawatan yang tepat.

2. Hindari iritasi hidung

Sebisa mungkin, hindari menghirup zat-zat udara yang mungkin berkontribusi pada pembengkakan atau iritasi pada hidung dan sinus.

Contohnya seperti alergen, asap tembakau, asap kimia, dan debu serta puing-puing halus.

3. Jaga kebersihan

Jagalah selalu kebersihan tangan dengan mencuci tangan secara menyeluruh. Ini adalah salah satu cara terbaik untuk melindungi dari infeksi bakteri dan virus yang dapat menyebabkan peradangan pada saluran hidung dan sinus.

4. Kelembapan rumah

Kamu yang menggunakan pelembab udara dapat meningkatkan aliran lendir dari sinus tetap lancar, dan membantu mencegah penyumbatan dan peradangan. Tak hanya itu, saluran pernapasan kamu juga sudah pasti akan tetap lembab.

Sangat disarankan untuk membersihkan humidifier setiap hari untuk mencegah bakteri berkembang.

5. Rajin membersihkan hidung

Gunakan semprotan air asin (saline) atau pencucian hidung untuk membilas saluran hidung. Ini dapat meningkatkan aliran lendir dan menghilangkan alergen dan iritasi lainnya.

Kamu dapat membeli semprotan saline secara bebas di apotek atau alat pencuci hidung, seperti neti pot atau botol pemeras untuk membilas bagian hidung.

Diagnosis

Dokter biasanya dapat membuat diagnosis apakah kamu menderia polip hidung atau tidak. Hal itu berdasarkan pada jawaban kamu untuk beberapa pertanyaan tentang gejala yang dialami, pemeriksaan fisik umum hingga pemeriksaan hidung.

Tak hanya itu saja, kamu juga akan menjalani beberapa tes diagnostik lainnya seperti:

1. Endoskopi hidung

Tabung sempit dengan lensa pembesar dan cahaya atau kamera kecil disebut tes endoskopi hidung. Tes ini perlu dilakukan untuk melakukan pemeriksaan secara terperinci di dalam hidung dan sinus.

2. Tes alergi

Dokter mungkin akan menyarankan kamu untuk tes kulit. Tujuannya agar menentukan apakah alergi berkontribusi terhadap peradangan kronis.

Jika tes kulit tidak dapat dilakukan, dokter biasanya akan melakukan cara alternatif lain dengan memesan tes darah yang menyaring antibodi spesifik untuk berbagai alergen.

3. Tes fibrosis kistik

Jika kamu memiliki anak yang didiagnosis dengan polip hidung, dokter akan menyarankan untuk segera melakukan pengujian fibrosis kistik.

Pengujian ini dilakukan karena adanya suatu kondisi bawaan yang mempengaruhi kelenjar yang menghasilkan lendir, air mata, keringat, air liur dan serta pencernaan.

Tes diagnostik standar untuk fibrosis kistik adalah tes keringat noninvasif, yang menentukan apakah keringat anak lebih asin daripada keringat kebanyakan orang.

4. Tes darah

Selain itu, dokter juga dapat menguji penyakit polip hidung melalui tes darah. Tujuannya untuk melihat tingkat vitamin D yang berhubungan dengan polip hidung.

Pengobatan polip hidung

Baca juga: Sinusitis, Penyakit Berbahaya yang Sering Disepelekan

Operasi polip hidung

Jika perawatan obat sudah tidak lagi bisa mengobati polip hidung, dokter mungkin akan menyarankan kamu untuk melakukan pembedahan endoskopi.

Tujuannya untuk menghilangkan polip dan memperbaiki masalah dengan sinus yang membuat kamu rentan terhadap peradangan dan pengembangan polip.

Dalam operasi endoskopi, dokter bedah akan memasukkan tabung kecil dengan lensa pembesar yang terang atau kamera kecil (endoskop) ke dalam lubang hidung. Kemudian mengarahkannya ke rongga sinus.

Dokter akan menggunakan alat berukuran kecil untuk menghilangkan polip dan zat lain yang menghalangi aliran cairan dari sinus. Tak hanya itu, cara tersebut juga dapat memperbesar lubang dari sinus ke saluran hidung.

Operasi endoskopi biasanya dilakukan sebagai prosedur rawat jalan. Setelah operasi, kamu mungkin akan menggunakan semprotan kortikosteroid hidung untuk membantu mencegah kambuhnya polip hidung.

Terakhir dokter biasanya juga merekomendasikan penggunaan pembilasan air asin (saline) untuk meningkatkan penyembuhan setelah operasi.

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar penyakit polip hidung? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. mayoclinic.org (2019) diakses 17 Juni 2020. Nasal polyps
  2. mayoclinic.org (2019) diakses 17 Juni 2020. Diagnosis and Treatment Nasal polyps
  3. health.harvard.edu (2019) diakses 17 Juni 2020. Nasal Polyps
  4. medicalnewstoday.com (2017) diakses 17 Juni 2020. All about nasal polyps 
    Berita Terkait
    register-docotr