Kamus Penyakit

Penyakit Konjungtivitis Mata: Gejala, Penyebab, dan Perawatannya

July 15, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Raja Friska Yulanda
no-image

Penyakit konjungtivitis mata merupakan peradangan atau infeksi pada selaput transparan atau konjungtiva yang melapisi kelopak mata. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus, serta reaksi alergi.

Meski mata merah dapat mengakibatkan iritasi, infeksi ini jarang memengaruhi penglihatan. Oleh karena itu, dibutuhkan perawatan untuk membantu meringankan ketidaknyamanan.

Nah, yuk simak penjelasan lebih lengkap mengenai penyakit konjungtivitis mata dalam ulasan berikut ini!

Baca juga: Bahaya Kekurangan Vitamin B, Mulai dari Mudah Marah Hingga Depresi!

Gejala penyakit konjungtivitis mata

Infeksi pada selaput mata dapat menular kepada orang lain. Gejala konjungtivitis akan muncul bergantung pada penyebab peradangan.

Beberapa gejala yang mungkin dirasakan misalnya seperti kemerahan di bagian putih mata, lebih banyak air mata dari biasanya, dan muncul kotoran tebal di malam hari.

Penyebab penyakit konjungtivitis mata

Mata merah muda disebabkan oleh berbagai faktor risiko, yakni paparan terhadap sesuatu yang menyebabkan alergi, paparan dari penderita, dan penggunaan lensa kontak.

Dilansir Healthline, berikut beberapa penyebab penyakit konjungtivitis mata, antara lain sebagai berikut:

Virus atau bakteri

Penyakit konjungtivitis paling sering disebabkan oleh jenis bakteri yang sama dengan penyebab radang tenggorokan.

Mata merah akibat virus atau bakteri dianggap sangat menular dan dapat dengan mudah ditularkan dari satu orang ke orang lain hanya dengan kontak tangan.

Alergi

Alergi seperti pada serbuk sari dan dapat menyebabkan mata merah di salah satu atau kedua mata.

Alergen atau alergi juga dapat merangsang tubuh untuk memiliki lebih banyak histamin yang menyebabkan peradangan sebagai bagian dari respons terhadap infeksi. Pada akhirnya, alergi akan menyebabkan konjungtivitis yang biasanya terasa gatal.

Bahan kimia

Penyakit konjungtivitis juga bisa diakibatkan oleh benda asing atau bahan kimia terciprat ke mata.

Bahan kimia seperti klorin ditemukan dalam kolam renang, sehingga mata perlu dibilas dengan air bersih. Mencuci mata dengan mengalirkan air di mata juga bisa membantu mencegah iritasi kimiawi yang menyebabkan mata merah.

Perawatan dan pengobatan konjungtivitis mata

Biasanya dokter akan mendiagnosis penyakit konjungtivitis mata dengan menanyakan gejala yang dirasakan. Jika perlu, dokter mungkin mengambil sampel air mata atau cairan dari konjungtivitis untuk analisis lebih lanjut.

Nah, perawatan terhadap konjungtivitis mata tergantung pada penyebab penyakitnya. Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut perawatan tepat yang bisa dilakukan untuk menangani masalah mata merah muda.

Konjungtivitis bakteri

Untuk infeksi bakteri, antibiotik merupakan metode paling tepat untuk merawatnya. Orang dewasa biasanya lebih suka obat tetes mata, namun anak-anak disarankan untuk menggunakan salep.

Dengan penggunaan obat antibiotik, gejala mungkin akan mulai menghilang hanya dalam beberapa hari.

Konjungtivitis virus

Jika menderita konjungtivitis virus, umumnya belum ada pengobatan yang tersedia. Namun, gejala mungkin akan menghilang dengan sendirinya dalam 7 hingga 10 hari.

Selain itu, penanganan juga bisa dilakukan dengan menggunakan kompres hangat atau kain yang dilembapkan dengan air hangat untuk membantu meredakan gejala.

Konjungtivitis alergi

Pengobatan konjungtivitis yang disebabkan oleh alergen, dokter mungkin akan meresepkan antihistamin untuk menghentikan peradangan.

Loratadine dan diphenhydramine merupakan obat antihistamin yang dapat di beli di apotik. Obat ini dapat membantu menghilangkan gejala alergi, termasuk penyakit konjungtivitis.

Baca juga: Serangan Jantung Pada Anak Muda? Ini Penyebab dan Cara Pencegahannya!

Tindakan pencegahan konjungtivitis mata

Mata merah atau konjungtivitis bisa dicegah dengan memerhatikan kebersihan untuk mengontrol penyebaran infeksi.

Beberapa tindakan pencegahan yang bisa dilakukan misalnya seperti hindari menyentuh mata dengan tangan, cuci tangan sesering mungkin, dan tidak berbagi peralatan mandi dengan orang lain.

Untuk wanita yang memiliki alergi, ada baiknya untuk menghindari penggunaan kosmetik pada mata dan bawa barang perawatan mata pribadi. Perlu diingat bahwa penyakit ini tidak lebih menular daripada flu biasa, namun tetap diperlukan pencegahan yang tepat.

Jika penyakit diderita anak-anak, mulailah melakukan perawatan yang tepat agar tidak menularkan infeksi pada orang lain. Lakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mencegah penyakit semakin bertambah parah.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Healthline (2019), diakses 9 Juli 2020. What You Need to Know About Conjunctivitis
  2. Mayo Clinic (2020), diakses 9 Juli 2020. Pink eye (conjunctivitis)
  3. Webmd (2019), diakses 9 Juli 2020. Conjunctivitis (Pinkeye)
    Berita Terkait
    register-docotr