Kamus Penyakit

Hati-hati, Mengabaikan Kebersihan Gigi Bisa Picu Kanker Lidah!

June 28, 2020 | Putri Prima Soraya | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Apakah kamu suka mengabaikan kebersihan gigi dan mulut? Kalau iya, hati-hati kamu bisa terkena penyakit kanker lidah. Seperti kanker kebanyakan, penyakit kanker lidah jika dibiarkan dapat menjadi ganas dan menyebar.

Kanker lidah juga jarang disadari karena gejalanya berupa sariawan, salah satu penyakit yang umum kita alami.

Berikut ini hal-hal yang perlu kamu ketahui tentang kanker lidah:

Apa itu penyakit kanker lidah?

Kanker lidah adalah bentuk kanker yang dimulai di sel-sel lidah. Biasanya, kanker lidah paling sering dimulai pada sel-sel skuamosa yang tipis dan rata yang melapisi permukaan selaput mulut, hidung, laring, tiroid, dan tenggorokan.

Nah, karsinoma sel skuamosa adalah nama untuk kanker yang dimulai pada sel-sel ini.

Kanker dapat berkembang di dua area lidah yang berbeda. Kanker lidah berkembang di bagian depan lidah, sedangkan kanker di bagian belakang lidah dikenal sebagai kanker orofaringeal.

Kanker lidah sendiri lebih banyak diderita oleh orang dewasa dan jarang terjadi pada anak-anak.

Gejala penyakit kanker lidah

Gejala yang paling umum dari kanker lidah adalah munculnya bercak berwarna merah atau putih pada bagian lidah, sariawan yang tidak kunjung sembuh setelah beberapa minggu. Selain itu, ada beberapa gejala lain yang mungkin akan muncul, seperti:

  • Rasa sakit saat menelan atau pada bagian tenggorokan
  • Sakit leher atau telinga
  • Lidah dan rahang terasa kaku
  • Mulut menjadi mati rasa
  • Terjadi perdarahan tanpa sebab di lidah
  • Gigi lepas
  • Perubahan pada suara dan bicara

Banyak tanda-tanda dari kanker lidah yang mungkin sulit untuk dikenali sehingga beberapa orang mungkin tidak menyadari kanker berkembang.

Bercak putih di lidah. Foto www.medicalnewstoday.com

Penyebab penyakit kanker lidah

Penyebab kanker lidah tidak jauh berbeda dengan kanker pada umumnya, yaitu mutasi genetik. Mutasi gen ini menyebabkan hiperaktif onkogen, gangguan proliferasi, mencegah apoptosis, dan gangguan kelangsungan hidup sel. 

Infeksi Human papillomavirus (HPV) juga menjadi penyebab kanker di pangkal lidah. Selain itu, ada beberapa faktor yang membuat kamu memiliki risiko yang tinggi untuk terkena kanker lidah, yaitu:

  • Merokok
  • Peminum alkohol
  • Tidak merawat gigi dan gusi
  • Riwayat keluarga dengan kanker lidah atau mulut
  • Pola diet yang buruk (beberapa penelitian mengatakan diet rendah buah-buahan meningkatkan risiko semua kanker mulut
  • Gen

Kanker lidah juga lebih sering terjadi pada pria yang lebih tua daripada pada wanita atau orang yang lebih muda. Kanker mulut paling umum terjadi pada orang berusia di atas 55 tahun.

Tahapan dan stadium kanker lidah

Kanker lidah diklasifikasikan menggunakan tahapan dan tingkatan. Tahap ini menunjukkan sejauh mana kanker telah menyebar. Setiap tahap memiliki tiga klasifikasi potensial:

  • T mengacu pada ukuran tumor. Tumor kecil adalah T1 dan tumor besar adalah T4.
  • N mengacu pada apakah kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening leher. N0 berarti kanker belum menyebar, sedangkan N3 berarti telah menyebar ke banyak kelenjar getah bening.
  • M mengacu pada ada atau tidaknya metastasis (pertumbuhan tambahan) di bagian tubuh lainnya.

Tingkat kanker juga merujuk pada seberapa agresif kanker itu dan seberapa besar kemungkinannya menyebar. Kanker lidah dalam tahap ini dibagi menjadi rendah, moderat dan tinggi.

Diagnosis kanker lidah

Untuk mendiagnosis kanker lidah, dokter terlebih dahulu akan mengambil riwayat medis. Mereka akan bertanya kepada kamu tentang riwayat kanker keluarga atau pribadi, apakah kamu merokok atau minum alkohol dan berapa banyak, dan apakah kamu pernah positif terkena virus HPV. 

Kemudian dokter akan melakukan pemeriksaan fisik mulut kamu untuk mencari tanda-tanda kanker, seperti sariawan yang tidak sembuh. Dokter juga akan memeriksa kelenjar getah bening di dekatnya, untuk memeriksa apakah ada pembengkakan.

Jika dokter melihat tanda-tanda kanker lidah, dokter akan menyarankan kamu untuk mengikuti beberapa tes, seperti:

Nasendoskopi

Nasendoskopi digunakan untuk melihat bagian belakang mulut, hidung, faring, dan laring. Bentuk nasendoskopi seperti tabung tipis dan fleksibel dengan kamera di ujungnya.

Kamera kecil ini akan membantu dokter mendapatkan pandangan yang lebih baik dari belakang mulut dan tenggorokan.

Untuk melakukan prosedur nasendoskopi, pertama dokter akan membuat tenggorokan kamu mati rasa dengan semprotan anestesi. Lalu dokter akan memasukan alat melalui ke hidung kamu, melewati bagian belakang lidah dan turun ke bagian atas tenggorokan kamu.

Proses ini cukup singkat, hanya membutuhkan waktu satu menit.

Biopsi

Biopsi insisi adalah jenis biopsi yang paling sering digunakan. Pada biopsi jenis ini, dokter akan mengangkat jaringan yang dicurigai sebagai kanker. Sebelum mengambil biopsi, dokter menyuntikkan beberapa anestesi lokal untuk mematikan rasa.

Jika dari tes diketahui kamu memiliki kanker lidah, dokter akan  menyarankan untuk melakukan CT scan atau MRI untuk melihat seberapa dalam dan seberapa jauh penyebarannya.

Diagnosis dini kanker lidah memungkinkan lebih banyak pilihan pengobatan, dengan efek samping yang lebih sedikit, dan tingkat kelangsungan hidup lima tahun yang baik.

Jenis pengobatan medis untuk kanker lidah

Jenis-jenis pengobatan kanker lidah yang umum meliputi:

Terapi radiasi

Ahli onkologi radiasi akan memberikan radiasi dosis tinggi ke jaringan kanker lidah.

Kemoterapi

Kemoterapi sering dikombinasikan dengan terapi radiasi, kemoterapi menggunakan obat-obatan untuk menghancurkan sel-sel kanker di seluruh tubuh. Ini mungkin menjadi pilihan jika kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening di dekatnya.

Berbagai obat kemoterapi dapat dikombinasikan untuk menyerang sel kanker pada berbagai tahap siklus pertumbuhannya dan mengurangi kemungkinan resistensi obat.

Terapi obat yang ditargetkan

Terapi obat yang ditargetkan bekerja dengan menghentikan pertumbuhan sel kanker pada tingkat molekuler. Ini sering dikombinasikan dengan kemoterapi dan atau terapi radiasi sebagai bagian dari rencana perawatan kanker lidah.

Pembedahan

Reseksi tumor melibatkan operasi untuk mengangkat seluruh tumor dari lidah. Prosedur ini mungkin melibatkan teknik bedah invasif minimal, bila memungkinkan.

Perawatan kanker lidah berdasarkan stadium

Untuk mengetahui perawatan kanker lidah, perlu dilihat dari seberapa besar tumor itu dan seberapa jauh kanker telah menyebar. Kamu mungkin hanya perlu satu perawatan atau mungkin juga perlu kombinasi perawatan.

Stadium 0 (karsinoma in situ)

Kanker pada tahap ini ada pada lapisan permukaan dan belum mulai tumbuh menjadi lapisan jaringan yang lebih dalam, tapi jika tidak segera diobati kanker akan cepat menyebar.

Perawatan yang biasa dilakukan pada tahap ini adalah pembedahan (biasanya pembedahan Mohs, atau reseksi tipis) untuk menghilangkan lapisan atas jaringan dan margin kecil dari jaringan normal. 

Setelah dilakukan pembedahan, jika kanker masih muncul, mungkin perlu diobati dengan terapi radiasi.

Hampir semua orang dengan tahap ini bertahan hidup lama tanpa perlu perawatan yang lebih intensif. Namun, penting untuk dicatat bahwa terus merokok meningkatkan risiko kanker baru akan berkembang.

Stadium 1 dan 2

Pengobatan yang bisa dipilih ketika kanker lidah telah masuk stadium ini adalah pembedahan dan/atau terapi radiasi. Kemoterapi yang diberikan bersama dengan radiasi yang juga disebut dengan kemoradiasi juga bisa menjadi pilihan lain.

Pilihannya tergantung pada preferensi kamu dan efek samping.

Stadium 3 dan 4A

Pada stadium ini, beberapa dokter memberikan kemoterapi sebagai pengobatan pertama, diikuti kemoradiasi dan kemudian operasi jika perlu.

Setiap kanker yang tersisa setelah kemoradiasi diangkat dengan operasi. Jika kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening leher, mereka mungkin juga perlu diangkat.

Stadium 4B dan 4C

Biasanya pada tahap ini, kanker sudah menyebar ke jaringan terdekat, struktur, dan mungkin kelenjar getah bening. Kanker stadium 4 C telah menyebar ke bagian lain dari tubuh, seperti paru-paru. Kanker ini biasanya diobati dengan kemo, cetuximab, atau keduanya.

Perawatan lain seperti radiasi juga dapat digunakan untuk membantu meringankan gejala dari kanker atau untuk membantu mencegah masalah baru.

Efek samping pengobatan kanker lidah

Pengobatan kanker lidah memiliki efek samping, baik itu yang sifatnya sementara atau juga permanen. 

Jika kamu melakukan pembedahan, efek samping yang akan kamu alami adalah perubahan cara bicara. Kamu juga bisa mengalami perubahan cara makan dan minum. Ini bisa bersifat sementara atau bisa juga permanen.

Pengobatan alami untuk kanker lidah

Ada beberapa bahan-bahan alami baik itu dari sayur dan buah yang bisa kamu gunakan untuk mengurangi risiko dan membantu mengobati kanker lidah yang bisa kamu coba sehari-hari, seperti:

1. Makan sayur-sayuran

American Institute for Cancer Research merekomendasikan penderita kanker untuk meningkatkan konsumsi sayuran hijau berdaun dan sayuran silangan (seperti kubis). Makanan ini mengurangi ukuran tumor dan mencegahnya menyebar. Sayuran hijau juga terkenal sebagai antikanker.

2. Teh hijau

Teh hijau sarat dengan antioksidan yang membantu mengeluarkan radikal bebas dan organisme berbahaya lainnya dari tubuh. Ini adalah organisme yang dapat memicu kanker lidah atau memperburuk gejalanya.

Minum teh hijau dua cangkir setiap hari dapat membantu mengurangi gejala kanker lidah dan mencegah kekambuhan.

3. Raspberry

Kanker lidah dapat diobati secara efektif dengan minum secangkir jus raspberry setiap hari selama masa perawatan.

4. Tomat

Tomat sangat efektif dalam mengobati kanker lidah terutama karena likopen, yang memberi warna merah. Lycopene bertindak sebagai antioksidan dan membebaskan tubuh dari radikal bebas berbahaya. 

5. Alpukat

Alpukat kaya akan vitamin C dan E yang membantu mengobati kanker lidah dengan menghilangkan sel-sel pra-kanker di lidah.

Pencegahan kanker lidah

Kamu dapat mengurangi risiko kanker lidah dengan menghindari aktivitas yang dapat menyebabkan kanker lidah, dan dengan menjaga mulut kamu.

Untuk menurunkan risiko, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan, seperti:

  • Jangan merokok
  • Jangan minum alkohol, atau minum hanya sesekali
  • Dapatkan vaksin HPV secara menyeluruh
  • Perbanyak makan buah dan sayur
  • Pastikan kamu menyikat gigi setiap hari
  • Mengunjungi dokter gigi setiap enam bulan sekali, jika memungkinkan

Apakah kanker lidah bisa disembuhkan?

Kanker lidah mempunyai kemungkinan untuk sembuh jika kamu mendapatkan diagnosis dini. Apalagi jika kanker tersebut belum menyebar, kemungkinan sembuh dan harapan hidup bisa lebih tinggi. 

Itulah hal-hal mengenai kanker lidah yang perlu kamu ketahui. Jangan ragu untuk langsung konsultasikan dengan dokter ketika kamu mengalami sariawan yang tidak kunjung sembuh, agar dapat dilakukan diagnosis dini apakah kamu mengidap kanker lidah atau tidak.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

Cancer Research UK (2018). Diakses pada 21/6/20. What is tongue cancer?

Medical News Today (2020). Diakses pada 21/6/20. What are the early signs of tongue cancer?

Web MD (2018). Diakses pada 21/6/20. Tongue Cancer Facts

Healthline (2017). Diakses pada 21/6/20. Everything You Need to Know About Tongue Cancer

American Cancer Society (2019). Diakses pada 21/6/20. Treatment Options for Oral Cavity and Oropharyngeal Cancer by Stage

Cancer Treatment Center of America (n.d). Diakses pada 21/6/20. Oral cancer types

HDFC Health (n.d). Diakses pada 21/6/20. Home Remedies for Oral Cancer

Mac Millan (n.d). Diakses pada 21/6/20. Tongue Cancer 

    register-docotr